TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menekraf: Kreativitas Harus Naik Kelas Jadi Kekuatan Ekonomi

Nurdian Akhmad
18 August 2026 | 10:16
rubrik: Business Info
Bertahan Saat Covid, Industri Kerajinan Catatkan Kenaikan Ekspor

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan kreativitas sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru Indonesia. bsarnya talenta kreatif di berbagai subsektor perlu diikuti upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi karya anak bangsa.

Teuku Riefky mengatakan, Indonesia memiliki talenta kreatif yang besar. Namun, tantangannya bukan hanya menghasilkan karya yang membanggakan dari sisi budaya dan kreativitas, melainkan memastikan karya tersebut memiliki nilai ekonomi dan mampu memberikan manfaat bagi pelakunya.

“Budaya ini hulunya, hilirnya ketika disentuh inovasi, teknologi, kreativitas, di situlah ekonomi kreatif atau nilai ekonominya muncul,” kata Teuku Riefky yang juga kepala Badan Ekonomi Kreatif dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Menurut dia, budaya menjadi bagian penting dari hulu ekonomi kreatif. Ketika kekayaan budaya tersebut dikembangkan melalui inovasi, teknologi, dan kreativitas, terbuka peluang untuk menciptakan produk dan karya yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, asosiasi, hingga lembaga keuangan.

Teuku Riefky juga menyoroti persoalan pembiayaan yang masih menjadi tantangan bagi pelaku ekonomi kreatif. Menurut dia, lembaga keuangan selama ini cenderung menggunakan aset fisik sebagai salah satu pertimbangan dalam pemberian pembiayaan.

Sementara itu, karakteristik industri kreatif berbeda. Aset yang dimiliki pelaku ekonomi kreatif dapat berupa ide, karya, kreativitas, hingga kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi.

Karena itu, diperlukan ekosistem pembiayaan yang dapat melihat dan mengakui nilai ekonomi dari aset-aset kreatif tersebut.

“Kreativitas ini sesuatu yang juga saat ini harus mempunyai nilai ekonomi. Ini juga harus menjadi kerja sama kita semua, bagaimana karya-karya kreativitas anak bangsa ini semakin tidak hanya membanggakan, tetapi mempunyai nilai ekonomi,” ujar Teuku Riefky.

BACA JUGA:   Citibank Luncurkan Layanan BE

Dia menilai penguatan nilai ekonomi karya kreatif penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk-produk kreatif dari negara lain. Talenta dalam negeri harus mampu menghasilkan karya yang kompetitif, baik di pasar domestik maupun internasional.

Teuku Riefky berharap karya kreatif Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar global.

Untuk memperkuat arah pengembangan sektor ekonomi kreatif, pemerintah telah menyiapkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (RINDEKRA).

Teuku Riefky menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan RINDEKRA pada 2 Juli 2026. Rencana induk tersebut menjadi arah pengembangan ekonomi kreatif dalam jangka panjang hingga 2045.

Selain rencana jangka panjang, terdapat rencana yang lebih spesifik untuk periode 2026-2029. Di dalamnya mencakup sasaran, target capaian, koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta keluaran yang hendak dicapai.

Menurut Teuku Riefky, keberadaan rencana tersebut diharapkan dapat memperjelas arah pengembangan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat koordinasi pemerintah dalam mendorong sektor tersebut.

Dia menegaskan, sasaran utama RINDEKRA bukan sekadar memperkuat Kementerian Ekonomi Kreatif. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, yang memiliki potensi ekonomi kreatif.

“Goals-nya bukan untuk mendukung Kementerian Ekonomi Kreatif, tapi goals-nya adalah mendukung pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota yang mempunyai potensi, itu kita bisa dukung untuk lebih baik dan lebih besar lagi,” kata Teuku Riefky.

Menurut dia, banyak daerah di Indonesia memiliki kekayaan budaya dan kreativitas yang selama ini ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat. Potensi tersebut perlu dikembangkan lebih jauh agar tidak berhenti sebagai seni dan budaya yang dinikmati masyarakat, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi.

Dengan pendekatan tersebut, kekayaan budaya daerah dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan produk kreatif, sementara inovasi dan teknologi menjadi sarana untuk meningkatkan nilai tambahnya.

BACA JUGA:   Produsen Pulp-Kertas Masih Defisit Garam Industri

Teuku Riefky menilai langkah tersebut penting untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat. Pemerintah daerah yang memiliki potensi budaya dan kreativitas diharapkan dapat mengembangkan keunggulan masing-masing sehingga menciptakan peluang usaha sekaligus memperluas pasar bagi pelaku kreatif.

Pada akhirnya, pengembangan ekonomi kreatif diarahkan agar kreativitas anak bangsa tidak hanya menghasilkan kebanggaan budaya, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperluas kesempatan usaha, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Previous Post

Wah, Limbah Rupiah Kini ‘Disulap’ Jadi Cendera Mata

Next Post

SBY Beri Catatan untuk Kebijakan Prabowo, Ingatkan Kesehatan Fiskal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR