Jakarta, TopBussiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia mengakhiri perdagangan Selasa (18/8/2026) di zona hijau. IHSG naik 47,942 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.449,830.
Penguatan tersebut melanjutkan tren positif pasar saham domestik setelah pada perdagangan sebelumnya, Jumat (14/8/2026), IHSG ditutup di level 6.401,89. Sebelum perdagangan hari ini, pelaku pasar juga memperkirakan IHSG berpeluang menguji area 6.450–6.480.
Kenaikan IHSG menunjukkan investor merespons positif sejumlah sentimen domestik. Salah satunya berasal dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti capaian investasi Semester I-2026 sebesar Rp1.010 triliun, pembukaan 1,4 juta lapangan kerja baru, serta pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45 persen secara tahunan pada semester pertama tahun ini. Sentimen tersebut dinilai dapat memberikan dorongan terhadap sektor perbankan, konsumsi, industri, dan konstruksi.
Selain itu, kebijakan pemerintah di sektor pangan dan energi turut menjadi perhatian investor. Pencapaian swasembada sejumlah komoditas pangan berpotensi memberikan sentimen positif bagi saham sektor poultry, perkebunan, pupuk, dan pengolahan makanan. Sementara implementasi program biodiesel B50 diperkirakan meningkatkan permintaan CPO domestik sekaligus memberikan dukungan bagi sektor terkait.
Dari sisi teknikal, posisi IHSG di 6.449,830 menjadi penting karena indeks berhasil kembali berada di sekitar level resistance 6.450. Jika mampu bertahan di atas area tersebut, peluang IHSG melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya terbuka. Sebaliknya, kegagalan menembus level 6.450 dapat membuat indeks kembali memasuki fase konsolidasi.
Penguatan hari ini juga mengindikasikan membaiknya kembali minat beli investor setelah IHSG mengalami tekanan pada pekan sebelumnya. Namun, investor masih perlu mencermati volatilitas pasar global, pergerakan rupiah, serta arah kebijakan moneter Bank Indonesia dan bank sentral Amerika Serikat.
Secara fundamental, sentimen domestik saat ini relatif mendukung. Namun, kenaikan IHSG tetap perlu dikonfirmasi oleh peningkatan aktivitas transaksi dan berlanjutnya aliran dana ke pasar saham. Dengan demikian, penguatan 0,75 persen pada perdagangan hari ini dapat menjadi sinyal awal pemulihan, tetapi belum cukup untuk memastikan perubahan tren secara permanen.
Pada akhir perdagangan Selasa, volume transaksi saham tercatat sekitar 33,199 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp14,674 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai sekitar 2,18 juta kali.
Dengan penutupan di level 6.449,830, IHSG kini berada tepat di sekitar area resistance 6.450. Pergerakan indeks pada perdagangan berikutnya akan menjadi penting untuk melihat apakah IHSG mampu melanjutkan momentum kenaikan atau kembali mengalami konsolidasi di area tersebut.
Data AI
