Jakarta, TopBusiness—Dalam bisnis, sering ada anggapan bahwa target pertumbuhan agresif dan manajemen risiko, bertolak belakang. “Namun, kami menolak anggapan seperti itu,” kata Presiden Direktur Bank CTBC Indonesia, Iwan Satawidinata, dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top GRC Awards 2026 (18/8/2026).
Pada momen tersebut, Iwan didampingi oleh Direktur Kepatuhan Bank CTBC Indonesia, Candra Putra; Risk Management Group Head Bank CTBC Indonesia, Betha Yoga; Head of Compliance Working Unit Bank CTBC Indonesia, Benny Wijaya.
Bank CTBC memandang bahwa pertumbuhan bisnis tak boleh bertolak belakang dengan prinsip kehati-hatian bisnis perbankan. “Pertumbuhan tanpa aspek prudential perbankan, bisa saja nantinya runtuh dan tak sinambung,” kata Iwan.
Di bank tersebut, tim risiko dan kepatuhan berperan sebagai business enabler.
Iwan pun menjelaskan bahwa, untuk tahun pembukuan 2025, Bank CTBC mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 11,9%. Angka itu melebihi rata-rata industri perbankan yang di 9%-an.
Seiring itu, rasio NPL (non performing loan) pun di bawah rata-rata industri perbankan pada tahun tersebut. Tahun itu, bank itu mencatatkan NPL gross sebesar 1,9%. “Nah, semua itu merupakan hasil integrasi data teknologi ke kerangka GRC kami,” Iwan memaparkan lebih lanjut.
Bank CTBC pun, Iwan mengatakan, menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih sertifikat untuk inventarisasi gas rumah kaca.
Sementara itu, Candra Putra menjelaskan bahwa untuk 2023-2025, bank tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis bisa paralel dengan manajemen risiko dan governance yang baik.
“Kita bisa melihat bahwa, di balik pertumbuhan agresif kami, faktor risiko seperti pertumbuhan NPL justru menurun,” kata Candra.
Untuk tahun 2025, di saat pertumbuhan kredit bank tersebut mencapai 11,9% YoY, maka NPL gross menurun ke 1,9%. “Sementara di tahun 2024 angka itu di 2,04% atau lebih tinggi,” ucap Candra.
Adapun Benni Wijaya menjelaskan bahwa ‘keberlanjutan’ pun menjadi aspek penting bagi Bank CTBC. “Hal itu pun terlihat di misi perusahaan kami.”
Papar Benny, aspek ‘ketahanan’ pun penting. Aspek tersebut pun dicantumkan di corporate value Bank CTBC.
