Jakarta, TopBusiness – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (IDX: ASLC) mulai memperluas bisnis lelang ke segmen non-kendaraan. Langkah tersebut dilakukan melalui anak usaha PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia (ASLI) untuk membuka sumber pertumbuhan baru di luar bisnis lelang kendaraan yang selama ini menjadi bagian utama ekosistem perseroan.
Ekspansi ke lelang non-kendaraan menjadi bagian dari strategi ASLC dalam memperluas ekosistem bisnis sekaligus mengoptimalkan infrastruktur dan jaringan yang telah dimiliki. Perseroan menilai bisnis baru tersebut memiliki peluang untuk menjadi mesin pertumbuhan dalam jangka panjang.
ASLI dipersiapkan untuk menangkap peluang di pasar lelang non-kendaraan dengan memanfaatkan pengalaman dan infrastruktur bisnis lelang JBA Indonesia. Pengembangan tersebut juga diarahkan agar dapat menciptakan sinergi dengan lini bisnis ASLC lainnya, yakni Caroline.id dan MotoGadai.
Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, mengatakan perseroan akan terus memperkuat ekosistem bisnis untuk menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan.
“Untuk semakin memperkuat kinerja ASLC sehingga bisa terus tumbuh secara berkesinambungan, ke depan Perseroan akan terus memperkuat ekosistem mobil bekas, mengoptimalkan strategi omnichannel, serta mengembangkan potensi jangka panjang Motogadai dan ASLI sebagai sumber pertumbuhan baru,” ujar Jany dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Menurut dia, pengembangan ASLI tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memaksimalkan aset, jaringan, serta kemampuan operasional yang sudah dibangun melalui bisnis yang ada.
Selama ini, bisnis lelang ASLC dijalankan melalui JBA Indonesia dengan fokus pada kendaraan. Perseroan kemudian mulai melakukan penetrasi ke lelang non-kendaraan sebagai upaya melakukan diversifikasi sumber pendapatan.
Pengembangan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi ASLC untuk memperluas pasar lelang tanpa sepenuhnya bergantung pada siklus bisnis kendaraan bekas.
Infrastruktur dan jaringan yang telah dimiliki JBA menjadi salah satu modal bagi ASLI dalam mengembangkan bisnis tersebut. Dengan memanfaatkan kemampuan operasional yang telah terbangun, perseroan dapat mengembangkan bisnis lelang baru secara lebih terintegrasi dengan ekosistem yang sudah ada.
Di sisi lain, ASLC tetap memperkuat bisnis utama mobil bekas melalui integrasi JBA Indonesia, Caroline.id, dan MotoGadai.
Perseroan menerapkan strategi omnichannel dengan mengintegrasikan kanal transaksi online dan offline. Strategi ini memberikan fleksibilitas kepada konsumen untuk mencari, mengecek, hingga melakukan transaksi kendaraan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing.
Jany mengatakan keberadaan JBA dan Caroline.id memberikan dua pilihan kanal bagi pemilik kendaraan untuk menjual asetnya.
“Adanya dua pilihan kanal transaksi, JBA dan Caroline.id ini membuat pelanggan bisa memilih kanal yang sesuai dengan karakteristik dan potensi nilai dari masing-masing kendaraan,” kata Jany.
ASLC juga menerapkan standardisasi untuk menentukan kanal penjualan yang paling optimal bagi setiap kendaraan. Dengan pendekatan tersebut, kendaraan dapat diarahkan untuk dijual melalui Caroline.id atau dilelang melalui JBA berdasarkan karakteristik dan potensi nilai masing-masing unit.
Ekosistem Terintegrasi
Selain JBA dan Caroline.id, MotoGadai melengkapi ekosistem ASLC dengan menyediakan solusi pembiayaan. Lini bisnis tersebut memberikan opsi kepada konsumen untuk memperoleh pembiayaan melalui skema gadai sesuai kebutuhan.
ASLC juga memiliki Cartalog, platform berbasis data yang memberikan gambaran dan estimasi harga kendaraan berdasarkan kondisi pasar aktual. Platform tersebut turut mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi nilai jual kendaraan.
Integrasi berbagai lini bisnis tersebut menjadi strategi ASLC untuk memaksimalkan nilai kendaraan dari hulu hingga hilir. Kendaraan dapat memperoleh kanal transaksi yang berbeda sesuai karakteristiknya, sementara konsumen mendapatkan pilihan layanan yang lebih beragam.
Strategi ekosistem tersebut mulai tercermin dalam kinerja perseroan sepanjang semester I-2026.
ASLC membukukan pendapatan sebesar Rp589 miliar pada enam bulan pertama tahun ini, tumbuh 31,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari pendapatan tersebut, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp8,9 miliar.
Pertumbuhan juga terlihat pada bisnis penjualan mobil bekas melalui Caroline.id. Penjualan lini bisnis tersebut mencapai Rp493 miliar, meningkat 57,4% secara tahunan dibandingkan Rp313 miliar pada semester I-2025.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekosistem dan strategi omnichannel memberikan ruang pertumbuhan bagi bisnis utama ASLC. Di saat yang sama, perseroan mulai menyiapkan diversifikasi melalui ASLI dan pengembangan jangka panjang MotoGadai.
Dengan kombinasi bisnis lelang kendaraan, ritel mobil bekas, pembiayaan, serta penetrasi lelang non-kendaraan, ASLC menargetkan ekosistem yang lebih luas dan sumber pertumbuhan yang semakin beragam.
Pengembangan ASLI diharapkan menjadi salah satu penopang pertumbuhan berikutnya, sekaligus memperluas kontribusi bisnis lelang terhadap kinerja perseroan di luar segmen kendaraan.
