Jakarta, TopBusiness – Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis PT Patra Drilling Contractor atau PDC, Fitra Adriza, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan atau governance, risk, and compliance (GRC) sebagai salah satu pilar utama dalam menjalankan kegiatan usaha.
Komitmen tersebut disampaikan Fitra dalam pernyataan pembuka materi presentasi bertema ‘Intelligent GRC in Action: PDC’s Journey Toward Sustainable and Resilient Operations’, saat sesi penjurian TOP GRC Awards 2026. Ia mengaku bangga karena jajaran Dewan Juri kembali hadir untuk mengikuti proses penjurian tahun ini.
“Bagi kami di PDC, kami sangat berbangga hati Bapak dan Ibu Dewan Juri bisa hadir kembali untuk sesi penjurian TOP GRC Awards 2026 ini. Sekaligus juga sebagai komitmen bagi kami bahwa kami akan selalu menjunjung tinggi governance, risk, and compliance di dalam melakukan operasi kami,” ujar Fitra kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2026 secara online di Jakarta, Senin.
Dewan Juri TOP GRC Awards 2026 yang hadir dalam sesi penjurian antara lain Kusuma Prabandari dari Dwika Consulting yang sekaligus bertindak sebagai moderator, Wahyu Setiaji dari ADPMET, Bobby Hamzar Rafinus dari Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI), serta Ben de Haan dari MSI.
Dari pihak PDC selain Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis, Fitra Adriza, ada Widiyantoro Gunawan selaku Chief Internal Audit, lalu Jinoko Simbolon sebagai Assistant Manager Legal and Compliance, Pasha Dewi Rosidi (Sr Analyst Finance), Sarah Veronica (Compliance Analyst and Litigation), Dalma Amalia (Junior Legal Analyst), M. Ariq Irfan (Strategic Planning and Portfolio), Ibnu Kholdun (Strategic Planning and Portfolio), dan Alika Kesuma (Risk Management).
Menurutnya, penerapan GRC tidak hanya dipandang sebagai kewajiban formal perusahaan, termasuk yang berkaitan dengan ketentuan tata kelola bagi BUMN. Lebih dari itu, GRC memiliki makna penting bagi keberlangsungan dan reputasi perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor.
PDC memiliki berbagai unit bisnis yang menjadi sumber kehidupan perusahaan. Karena itu, berbagai tahapan perbaikan dan penguatan kondisi GRC terus dilakukan agar penerapannya dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami harapkan ini akan sustain dan seterusnya menjadi salah satu pilar utama kami bergerak di dalam usaha,” katanya.
Fitra menilai aspek GRC tidak dapat diabaikan karena menyangkut kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. Menurut dia, apabila tata kelola perusahaan telah tercoreng, kondisi tersebut dapat menjadi persoalan serius bagi keberlangsungan bisnis.
“Ini lebih kepada menjaga marwah kami sebagai BUMN yang bergerak di bidang kontraktor,” ujarnya.
Dalam penguatan GRC, PDC terus berkomitmen menjaga konsistensi penerapan three lines model. Model tersebut melibatkan process owner, fungsi manajemen risiko dan kepatuhan, serta internal audit yang saling berkolaborasi untuk memperkuat ketahanan GRC perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga terus menjaga keberlanjutan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), termasuk mempertahankan sertifikasi yang telah diperoleh.
Fitra menambahkan, hasil assessment Good Corporate Governance (GCG) pada tahun ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang.
Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian PDC adalah penerapan manajemen risiko yang kini telah menyasar risiko proyek. Sebelumnya, pengelolaan risiko lebih banyak berfokus pada unit bisnis dan kegiatan usaha yang sedang berjalan.
“Sekarang kami menyadari bahwa risiko proyek juga menjadi sesuatu yang harus kami antisipasi dan mitigasi. Itu sudah menjadi bagian dari implementasi kami di proyek-proyek yang dijalankan oleh PDC,” kata Fitra.
Seluruh langkah tersebut, lanjut dia, diharapkan tetap berada dalam kaidah GRC yang menjadi bagian dari asesmen dalam penjurian TOP GRC Awards 2026. Proses tersebut juga diharapkan menjadi stepping stone bagi PDC untuk terus memperkuat tata kelola dan menjaga marwah perusahaan.
Fitra berharap interaksi selama proses penjurian dapat berlangsung positif dan memberikan hasil yang baik serta membawa manfaat bagi perusahaan maupun seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut.
Di kesempatan yang sama Jinoko Simbolon menyatakan bahwa PDC terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang terintegrasi melalui tema GRC tahun ini, yakni “Intelligent GRC in Action: PDC’s Journey Toward Sustainability and Resilient Operations.”
Tema tersebut menjadi bagian dari komitmen PDC dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian kondisi global, sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan membangun operasi perusahaan yang semakin tangguh.
Jinoko menyampaikan bahwa hingga saat ini visi dan misi perusahaan masih tetap mengacu pada arah strategis yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Visi dan misi PDC sampai saat ini belum mengalami perubahan. Kami terus berkomitmen menjadi salah satu perusahaan penyedia jasa penunjang terbaik dalam industri energi di Indonesia,” ujar Jinoko.
Dalam visinya, PDC menetapkan tujuan untuk “Menjadi salah satu perusahaan penyedia jasa penunjang terbaik dalam industri energi di Indonesia.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, PDC mengemban misi, yakni “Menyediakan layanan terbaik kepada pelanggan dengan standar HSSE dan keunggulan operasional kelas dunia untuk mencapai kepuasan pelanggan, pemegang saham dan pekerja.”
Selain visi dan misi, PDC juga berpegang pada nilai-nilai perusahaan atau Corporate Value yang menjadi pedoman bagi seluruh insan perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis dan pekerjaan sehari-hari.
Nilai pertama adalah Amanah, yaitu memegang teguh kepercayaan yang diberikan. Nilai berikutnya adalah Kompeten, dengan terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.
Selanjutnya, PDC menjunjung nilai Harmonis, yakni saling peduli dan menghargai perbedaan. Perusahaan juga mengedepankan nilai Loyal, yaitu berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Nilai lainnya adalah Adaptif, yang diwujudkan dengan terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. Sementara itu, nilai Kolaboratif diterapkan melalui upaya membangun kerja sama yang sinergis.
Melalui visi untuk menjadi salah satu perusahaan penyedia jasa penunjang terbaik dalam industri energi di Indonesia, misi dalam menyediakan layanan terbaik kepada pelanggan dengan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dan keunggulan operasional kelas dunia, serta penerapan nilai Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, PDC memperkuat fondasi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri energi dan memberikan nilai terbaik bagi pelanggan, pemegang saham, pekerja, bangsa dan negara.
Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, PDC memiliki sejumlah lini usaha utama yang tetap konsisten dikembangkan, meliputi Outsourcing Management, Food Logistics Services, Engineering, Procurement and Construction, Operations and Maintenance Services, Transport Logistics, serta General Trading Services.
Menurut Jinoko, tantangan yang dihadapi perusahaan saat ini tidak terlepas dari kondisi global yang penuh ketidakpastian. Meski demikian, PDC terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan bisnis melalui implementasi strategi yang berlandaskan pada aspek sosial, lingkungan, keselamatan kerja, serta tata kelola perusahaan yang baik.
“Di tengah berbagai ketidakpastian global, PDC terus mendorong pertumbuhan bisnis yang semakin meningkat. Hal tersebut dilakukan dengan mengimplementasikan strategi yang berlandaskan pada aspek sosial dan lingkungan, keselamatan kerja, serta tata kelola perusahaan melalui berbagai program unggulan,” katanya.
Strategi bisnis PDC tersebut dijalankan melalui sejumlah fokus utama, di antaranya Customer Certification, Sustainability, Business Growth, Operation Excellence, serta Enhanced Financial and Business Support. Kelima aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi perusahaan menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan operasional yang resilien.
Dari sisi tata kelola, PDC juga terus memperkuat peran dan sinergi jajaran pengurus perusahaan. Susunan Dewan Komisaris PDC saat ini terdiri atas Komisaris Utama Novy Hendri, serta anggota Komisaris Edo Mahendra, dan Indra Yurana Sugiarto. Sementara itu, jajaran Direksi dipimpin oleh Hery Lesmana selaku Direktur Utama, Fitra Adriza sebagai Direktur Keuangan, serta Agam Munawar sebagai Direktur Operasi dan Marketing.
Komitmen
Komitmen PDC dalam penerapan prinsip GRC sebelumnya juga telah memperoleh pengakuan melalui penghargaan TOP GRC Awards 2025 dengan predikat Star 5 serta penghargaan The Most Committed GRC Leader 2025.
Jinoko menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi bagi PDC untuk terus meningkatkan kualitas implementasi GRC di seluruh aspek bisnis perusahaan.
“Penghargaan yang telah diraih menjadi bukti sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat implementasi GRC. Melalui tema Intelligent GRC in Action, PDC ingin memastikan bahwa penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan tidak hanya menjadi sebuah sistem, tetapi benar-benar diwujudkan dalam setiap aktivitas bisnis dan pengambilan keputusan,” ujar Jinoko.
Ke depan, PDC berharap penerapan GRC yang semakin cerdas, adaptif, dan terintegrasi dapat mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan serta memperkuat ketahanan operasional dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan.
Dengan semangat “PDC’s Journey Toward Sustainability and Resilient Operations,” PDC berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
