Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG 24 Agustus lalu diutup turun 0.37%, disertai dengan net sell asing ~556 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, ISAT, DSSA, BBNI dan AMMN.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, laju IHSG berpotensi rebound hari ini, setelah tertahan di area support kuat di 6500.
“Dengan level Support IHSG diproyeksi di retang 6400-6500 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6550-6600,” sebut dia dalam risetnya, Rabu (26/8/2026).
Trading Idea hari ini: INDY, PADA, ADMR, BKSL, PGEO, dan BWPT
- INDY Spec Buy dengan area beli di 2680-2720, cutloss di bawah 2680. Target dekat di 2760-2810.
- PADA Spec Buy dengan area beli di 226-230, cutloss di bawah 226. Target dekat di 236-242.
- ADMR Spec Buy dengan area beli di 1675-1680, cutloss di bawah 1665. Target dekat di 1700-1740.
- BKSL Buy on Weakness dengan area beli di 74-76, cutloss di bawah 72. Target dekat di 78-82.
- PGEO Buy if Break 1070, dengan target dekat di 1100-1120. Cutloss di bawah 1050.
- BWPT Spec Buy dengan area beli di 106-107, cutloss di bawah 104. Target dekat di 109-111.
Global Overnight Review
Wall Street Menguat, Didukung Rebound Saham Teknologi Jelang Rilis Kinerja Nvidia. Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (25/8), saat saham teknologi rebound dari aksi jual menjelang rilis kinerja raksasa AI, Nvidia.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,30%; S&P 500 menguat 0,32%; dan Nasdaq Composite bertambah 0,66%. Sementara itu, saham Nvidia naik 2,2% dan Meta naik hampir 2%.
Selain itu, saham produsen chip Micron menguat 2,5%. Saham Advanced Micro Devices naik 4,9% setelah Raymond James menaikkan peringkat saham tersebut.
Kemudian, saham perusahaan bioteknologi Moderna melonjak 14% setelah Barclays menaikkan target harganya.
Di sisi lain, laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (personal consumption expenditures/PCE) yang akan dirilis hari Rabu (26/8) diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai tekanan harga, menyusul data inflasi konsumen bulan ini yang sesuai perkiraan sehingga meredam spekulasi mengenai kenaikan suku bunga oleh The Fed.
Di tengah situasi ini, para investor akan mencermati pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole, Wyoming, pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk mengenai pendekatan bank sentral tersebut terhadap kebijakan moneter.
Sebagian Besar Bursa Asia Kompak Menguat. Mayoritas bursa saham Asia Pasifik kompak naik pada perdagangan Selasa (25/8).
Pasar merespons positif dengan optimisme hati-hati menjelang rilis laporan keuangan kuartalan dari raksasa chip Nvidia, yang mengangkat saham-saham sektor teknologi terkait AI. Indeks Nikkei 225 Jepang dan Topix kompak menguat 0,5%.
Di sisi emiten, saham Tokyo Electron naik 0,47% dan saham Kioxia juga naik 0,65%. Sementara itu, bursa saham Korea Selatan indeks KOSPI menguat 0,68%, menjelang laporan keuangan Nvidia yang akan menjadi perhatian utama investor.
Di sisi lain, investor akan mencermati kinerja bisnis chip AI dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Selain itu, saham Samsung Electronics stagnan. Sementara saham SK Hynix menguat 0,42%, sedangkan saham LG Energy Solution turun 3,45%. Sementara indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,68%.
Dari sisi korporasi, saham Woodside Energy turun 1,4% setelah perusahaan membatalkan target belanja energi bersih sebesar US$ 5 miliar hingga tahun 2030.
Sedangkan, saham Coles melonjak 4,9% setelah perusahaan membukukan laba tahunan yang melampaui ekspektasi konsensus. Di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 juga menguat 0,8%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
