TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KBN Terapkan GRC untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan Berkelas Internasional

Albarsyah
26 August 2026 | 14:41
rubrik: Event
KBN Terapkan GRC untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan Berkelas Internasional

foto: https://kbn.co.id/

Jakarta, TopBusiness – PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dan Governance, Risk and Compliance (GRC) secara terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi KBN sebagai integrator ekosistem kawasan industri, pelabuhan, dan logistik berkelas internasional.

Dengan pengelolaan perusahaan yang semakin baik, KBN berupaya menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Penerapan GRC juga diarahkan untuk memastikan setiap langkah transformasi bisnis berjalan secara efektif, patuh terhadap ketentuan, terkendali, dan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perusahaan.

Direktur Utama PT KBN, Agus Hendardi, menegaskan bahwa penerapan GRC tidak lagi dipandang semata-mata sebagai fungsi pengawasan. Lebih dari itu, GRC telah menjadi mitra strategis dalam mendukung seluruh agenda transformasi dan pengembangan bisnis perusahaan.

“GRC bukan hanya fungsi pengawasan, tetapi menjadi strategic business partner yang memastikan seluruh inisiatif transformasi, optimalisasi aset, digitalisasi, dan pertumbuhan bisnis PT KBN dapat berjalan secara efektif, patuh, terkendali, serta berkelanjutan guna meningkatkan nilai perusahaan dan kepercayaan pemangku kepentingan,” tegas Agus Hendardi di hadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2026, Rabu (26/8/2026).

Sebagai pengelola kawasan industri yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, KBN mengemban sejumlah misi besar. Perusahaan berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui pengembangan ekosistem industri yang memiliki nilai tambah.

KBN juga berupaya menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi daerah yang mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan aktivitas perekonomian, serta mendorong pengembangan infrastruktur di wilayah sekitar kawasan.

Bagi para tenant, KBN terus meningkatkan value proposition melalui penyediaan produk dan layanan yang terintegrasi dalam ekosistem kawasan industri. Inovasi teknologi dan prinsip pembangunan berwawasan lingkungan menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Selain itu, KBN membangun sinergi dan integrasi bisnis dengan berbagai mitra, baik internal maupun eksternal, untuk mengembangkan ekosistem kawasan industri yang inovatif, unggul, dan kompetitif.

BACA JUGA:   TOP BUMD Awards 2023 Digelar Siang Ini

Perhatian perusahaan juga diberikan kepada pengembangan sumber daya manusia. KBN berupaya meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan melalui pengembangan kapasitas dan kapabilitas secara berkelanjutan. Kesejahteraan karyawan pun terus didorong dengan pendekatan berbasis kinerja dan kompetensi guna meningkatkan motivasi, inovasi, serta dedikasi.

Dalam aspek tata kelola, KBN berkomitmen mengoptimalkan implementasi GCG untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan sehingga tercipta nilai tambah yang optimal dan berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Di sisi lain, KBN juga terus membuka peluang investasi domestik dan asing serta memberikan kontribusi kepada negara melalui pendapatan pajak dan nonpajak. Komitmen terhadap tanggung jawab lingkungan dan sosial juga terus diperkuat untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah sekitar.

Perkuat Pengawasan Melalui Sejumlah Komite

Menurut Agus Hendardi, untuk memastikan kinerja dan tata kelola perusahaan berjalan optimal, KBN membangun sejumlah perangkat pengawasan dan pendukung pengambilan keputusan.

Salah satunya adalah Komite Pemantau Risiko yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan risiko perusahaan. Komite ini berada dalam pengawasan Direksi dan Komisaris.

Selain itu, terdapat Komite Audit yang bertanggung jawab dalam mendukung fungsi pengawasan Komisaris. KBN juga memiliki Komite Remunerasi dan Nominasi yang berada di bawah pengawasan Komisaris.

Keberadaan komite-komite tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengawasan, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan.

Penguatan tata kelola tersebut telah menghasilkan sejumlah capaian positif. KBN mempertahankan predikat “Sangat Baik” dalam hasil assessment GCG dengan skor 86,229 pada tahun 2024.

Capaian tersebut menjadi baseline penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan tingkat kematangan atau maturity GRC secara berkelanjutan.

Penguatan GCG juga diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan regulasi internal. Di antaranya adalah penerapan Whistleblowing System atau WBS sesuai Peraturan Direksi Nomor 029/PERDIR/DRT/DKR.MRT/04/2025 tanggal 22 April 2025.

Selain itu, KBN juga memperkuat pedoman hubungan antara perusahaan induk dan anak perusahaan. Hal ini antara lain diatur melalui Peraturan Direksi Nomor 019/PERDIR/DRT/DKR.KEU/02/2025 tanggal 5 Februari 2025 tentang Tata Cara Sewa-Menyewa Aset dan Kerja Sama Lainnya antara Perusahaan Induk dengan Anak Perusahaan di lingkungan PT KBN.

BACA JUGA:   Dukung Hilirisasi dan Ekspor, Tujuh Kawasan Industri Ini Lakukan Transformasi

Pengaturan lainnya tertuang dalam Peraturan Direksi Nomor 056/PERDIR/DRT/DU.PBJ/08/2025 tanggal 8 Agustus 2025 tentang Ketentuan Pengadaan Barang dan Jasa Anak Perusahaan di Induk Perusahaan di lingkungan PT KBN.

Dalam bidang pengadaan, perusahaan juga menerapkan Peraturan Direksi Nomor 010/PERDIR/DRT/DU.PBJ/03/2026 tanggal 28 Maret 2026 tentang perubahan atas Peraturan Direksi Nomor 038 mengenai Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa di lingkungan PT KBN.

Sementara itu, sebagai bagian dari penguatan tata kelola secara menyeluruh, KBN menerapkan Peraturan Direksi Nomor 053/PERDIR/DRT/DKMR.MRT/07/2025 tanggal 22 Juli 2025 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Code of Corporate Governance di lingkungan PT KBN.

Komitmen KBN dalam memperkuat manajemen risiko juga tercermin dari peningkatan Risk Maturity Level. Pada tahun 2022, skor tingkat kematangan risiko KBN berada di angka 1,91. Angka tersebut meningkat menjadi 2,04 pada tahun 2023, kemudian kembali naik menjadi 2,71 pada tahun 2024.

Dalam menjalankan manajemen risiko, KBN telah menerapkan ISO 31000:2018 Risk Management – Guidelines sebagai pedoman dalam pengelolaan risiko perusahaan.

“PT KBN telah menerapkan ISO 31000:2018 sebagai pedoman dalam pelaksanaan manajemen risiko perusahaan yang tertuang dalam Kebijakan dan Pedoman Manajemen Risiko PT KBN. Penerapan tersebut dilakukan secara bertahap, terintegrasi, dan berkelanjutan guna mendukung pencapaian tujuan perusahaan, meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, memperkuat penerapan Good Corporate Governance, serta menciptakan nilai tambah bagi perusahaan,” jelas Agus Hendardi.

Penerapan standar tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mengidentifikasi, mengukur, memitigasi, dan memantau berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi pencapaian target bisnis.

Penguatan GRC, tata kelola, dan manajemen risiko turut menopang pertumbuhan kinerja bisnis KBN. Pada tahun 2025, KBN membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1.094,9 miliar dengan laba usaha mencapai Rp501,0 miliar.

Sementara itu, nilai investasi perusahaan juga mengalami pertumbuhan sekitar 8 persen dibandingkan tahun 2024 hingga mencapai Rp226,0 miliar.

BACA JUGA:   Selaras ESG dan Berdampak Nyata, Ini Deretan Program CSR PLN UIW NTB

Capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang baik tidak hanya berfungsi sebagai instrumen kepatuhan, tetapi juga mampu memberikan dukungan nyata terhadap peningkatan kinerja dan pertumbuhan bisnis perusahaan.

Untuk menunjang kinerja bisnis yang semakin optimal, KBN terus mempercepat transformasi digital melalui implementasi berbagai solusi teknologi informasi.

Beberapa inisiatif digital yang telah diterapkan meliputi implementasi SAP, eRKAP dan eMonev, Smarter atau Sistem Manajemen Aset, HRIS, eOffice, Office 365, Tenant Apps, serta SIMAK atau Sistem Monitoring Aktivitas dan Kinerja.

Digitalisasi tersebut menjadi bagian dari strategi KBN untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan, transparansi, serta kecepatan pengambilan keputusan.

Melalui sistem informasi manajemen yang terintegrasi, manajemen dapat memperoleh data dan laporan secara lebih cepat, bahkan secara real-time, sehingga keputusan bisnis dapat diambil dengan lebih tepat dan responsif.

Implementasi SIMAK juga diharapkan mampu memperkuat proses pemantauan aktivitas dan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Dengan dukungan transformasi digital tersebut, KBN terus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh tenant dan penyewa kawasan. Digitalisasi diharapkan mampu menciptakan proses bisnis yang semakin efisien, transparan, cepat, dan terintegrasi.

Menuju Kawasan Berikat Berkelas Internasional

Dengan kombinasi antara penerapan GRC terintegrasi, penguatan GCG, peningkatan kematangan manajemen risiko, pertumbuhan kinerja bisnis, dan percepatan digitalisasi, KBN terus membangun fondasi menuju perusahaan kawasan industri yang semakin kompetitif.

Bagi KBN, tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan teknologi bukan sekadar instrumen pendukung. Seluruh elemen tersebut menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menciptakan kawasan industri, pelabuhan, dan logistik yang memberikan nilai tambah kepada tenant, investor, masyarakat, negara, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, KBN optimistis penguatan ekosistem bisnis yang terintegrasi dan berkelanjutan akan semakin meningkatkan daya saing perusahaan. Dengan tata kelola yang kuat dan transformasi digital yang terus berjalan, KBN berupaya mewujudkan visinya sebagai integrator ekosistem kawasan industri, pelabuhan, dan logistik yang berkelanjutan serta berkelas internasional.

Tags: KBNPT Kawasan Berikat Nusantara
Previous Post

Pasar Kendaraan Listrik Tumbuh, RI Perkuat Industri Baterai Nasional

Next Post

BPJS Kesehatan Konsisten Perkuat GRC untuk Menjaga Keberlanjutan JKN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR