Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Kamis (27/8/2026) bergerak melemah. IHSG dibuka turun 15,34 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.390,35.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga dibuka di zona merah dengan turun 2,47 poin atau 0,39 persen ke posisi 630,08.
Namun, tekanan jual yang terjadi pada pembukaan perdagangan tidak berlangsung lama. IHSG kemudian bergerak fluktuatif dan berhasil berbalik arah ke zona hijau.
Pada awal sesi perdagangan, aktivitas transaksi tercatat cukup ramai. Frekuensi perdagangan mencapai 161.175 kali transaksi, dengan volume perdagangan sebanyak 2,4 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp923 miliar.
IHSG pada awal perdagangan bergerak dalam rentang 6.376,65 hingga 6.418,96. Mayoritas sektor saham berhasil menguat, dengan sektor properti memimpin kenaikan, disusul sejumlah sektor lainnya, sementara sektor transportasi bergerak melemah.
Analisis
Pergerakan IHSG pada Kamis pagi menunjukkan adanya volatilitas dan tarik-menarik antara tekanan jual dengan aksi beli. Pelemahan pada saat pembukaan mengindikasikan investor masih melakukan aksi jual, tetapi kemampuan indeks berbalik menguat dalam beberapa menit setelah perdagangan dimulai menunjukkan masih adanya minat beli di pasar.
Volume perdagangan sebesar 2,4 miliar saham, nilai transaksi Rp923 miliar, dan frekuensi sebanyak 161.175 kali menunjukkan aktivitas pasar tetap cukup aktif pada awal sesi. Tingginya aktivitas transaksi tersebut mencerminkan investor masih melakukan reposisi portofolio di tengah perubahan sentimen pasar.
Dari sisi teknikal, area 6.376 hingga 6.390 menjadi zona penting yang perlu diperhatikan karena merupakan area terendah IHSG pada awal perdagangan. Apabila indeks mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat dan IHSG menembus area tersebut, indeks berpotensi melanjutkan koreksi.
Secara keseluruhan, perdagangan Kamis pagi memperlihatkan bahwa IHSG sempat berada di bawah tekanan, tetapi aksi beli yang muncul setelah pembukaan mampu mendorong indeks kembali menguat. Pergerakan IHSG sepanjang sesi selanjutnya akan bergantung pada kekuatan aksi beli, sentimen domestik, dan perkembangan pasar global.
Data AI
