TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Japan Thematic Fund Investasi Inovasi Healthcare

Achmad Adhito
28 August 2026 | 09:21
rubrik: Business Info
Private: Wintermar Offshore Bikin Perusahaan di Malaysia

Ilustrasi Perjanjian Bisnis (Freepik/MacroVector)

Jakarta, TopBusiness—Pergeseran demografi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, semakin mendorong perubahan layanan kesehatan dan wellness di Asia Tenggara. World Health Organization (WHO) memproyeksikan proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas di Asia Tenggara meningkat hampir dua kali lipat, dari 11,3% pada 2024 menjadi 20,9% pada 2050.

Perubahan tersebut turut meningkatkan kebutuhan akan sistem kesehatan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan individu, dengan layanan yang mampu mencakup berbagai tahap perjalanan kesehatan, mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga pengobatan, rehabilitasi, dan perawatan jangka panjang.

Merespons peluang tersebut, Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dan fund management platform milik Sinar Mas Land, bersama Spiral Ventures sebagai co-general partners, melalui program Japan Thematic Fund (JTF), berinvestasi pada Bumame dan TWO Inc.

Investasi ini mencerminkan strategi JTF untuk mendorong inovasi lintas negara antara Jepang dan Indonesia melalui dukungan terhadap perusahaan-perusahaan yang memperkuat ekosistem healthcare dan wellness. Tidak hanya menyediakan pendanaan, program ini juga membuka akses bagi perusahaan portofolio ke jaringan strategis, kemitraan korporasi, serta peluang ekspansi pasar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures sekaligus Executive Manager Japan Thematic Fund, mengatakan dalam keterangan untuk Majalah TopBusiness, hari ini: “JTF dibentuk untuk menjembatani kapabilitas dan inovasi Jepang dengan peluang pertumbuhan di Indonesia melalui kemitraan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi kedua negara.”

“Investasi pada Bumame dan TWO Inc. mencerminkan pendekatan tersebut, di mana kami tidak hanya mendukung pertumbuhan perusahaan, tetapi juga membuka ruang bagi pertukaran teknologi, keahlian, dan jaringan untuk memperkuat solusi kesehatan yang lebih preventif, personal, dan terintegrasi.”

BACA JUGA:   Living Lab Ventures Gandeng Penasihat Merger asal Jepang

Tambah Bayu, “Ke depan, kami ingin memperluas kolaborasi lintas negara yang dapat menghubungkan kekuatan bisnis Jepang dan Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang relevan dan berdaya saing tinggi bagi pasar Asia Tenggara.”

Seiring berkembangnya sektor kesehatan yang semakin berorientasi pada pencegahan, personalisasi, dan layanan yang terintegrasi, JTF berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang dapat saling melengkapi dalam membangun ekosistem kesehatan yang lebih menyeluruh, mulai dari upaya pencegahan hingga layanan kesehatan berkelanjutan. Dalam hal ini, Bumame telah berkembang sebagai penyedia layanan kesehatan terintegrasi terkemuka di Indonesia, dengan menghadirkan layanan diagnostik, laboratorium klinik, medical check-up, home healthcare, solusi kesehatan digital, serta berbagai program preventive healthcare.

James Andrew Wihardja, CEO Bumame, menyampaikan, “Investasi ini menjadi langkah penting bagi Bumame untuk memperluas layanan kesehatan yang kami bangun, tidak hanya melalui peningkatan kapasitas, tetapi juga melalui pengembangan solusi yang semakin terintegrasi dan mudah diakses.”

Kata James, “Kami melihat kemitraan dengan JTF sebagai kesempatan untuk menggabungkan kekuatan teknologi dan pemahaman kami terhadap kebutuhan pasar Indonesia dengan jaringan serta perspektif global yang dimiliki mitra kami, sehingga harapannya dapat mempercepat inovasi dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan berstandar internasional.”

Pendekatan tersebut juga tercermin melalui pendanaan investasi pada TWO Inc., perusahaan asal Jepang di balik merek 2foods yang mengembangkan produk pangan fungsional berbasis ilmu nutrisi, riset konsumen, dan inovasi produk. Jika Bumame memperkuat akses terhadap layanan kesehatan, TWO Inc. melengkapinya melalui pendekatan preventif yang dimulai dari asupan dan pola hidup sehari-hari. Didukung pengalaman Jepang dalam inovasi pangan dan longevity, TWO Inc. memiliki peluang untuk menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan konsumen di Indonesia dan Asia Tenggara.

BACA JUGA:   Pembebasan Lahan Seksi 1 Capai 81%, Jasa Marga Mulai Bangun Tol Yogyakarta-Bawen

Yoshikazu Azuma, CEO of Tokyo’s 2foods, menambahkan, “Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi TWO karena perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan menciptakan ruang bagi inovasi food and wellness.”

“Kemitraan dengan JTF memberikan kami kesempatan untuk membawa pengalaman dan pendekatan yang telah kami kembangkan di Jepang ke pasar yang lebih luas, sekaligus belajar dari kebutuhan konsumen di Indonesia. Kami melihat kolaborasi ini sebagai langkah awal untuk membangun bisnis wellness yang dapat tumbuh dari Indonesia menuju pasar Asia Tenggara.”

Tags: inovasi healthcarejapan thematic fundliving lab ventures
Previous Post

IHSG Masih Berpeluang Naik, Empat Saham Ini Layak Dicermati

Next Post

IHSG Dibuka Menguat, Investor Masih Waspadai Aksi Ambil Untung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR