Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (28/8/2026) dibuka menguat 13,97 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.535,72. Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (27/8/2026), IHSG ditutup di level 6.521,75.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut menguat 1,99 poin atau 0,31 persen ke posisi 643,06.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia menunjukkan likuiditas yang cukup aktif. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat volume perdagangan mencapai sekitar 274,32 juta saham dengan nilai transaksi Rp130,85 miliar. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 28.403 kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan pada awal sesi, sebanyak 252 saham tercatat menguat, 57 saham melemah, sedangkan 301 saham belum mengalami perubahan harga.
IHSG pada awal perdagangan bergerak pada kisaran 6.533 hingga 6.544. Penguatan mayoritas saham menunjukkan tekanan beli masih cukup dominan, meskipun investor tetap mencermati potensi aksi ambil untung setelah indeks menguat cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya.
Pada Kamis, IHSG ditutup melonjak 1,81 persen ke level 6.521,75. Penguatan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong investor melakukan profit taking pada perdagangan akhir pekan.
Dari pasar global, sentimen positif masih datang dari bursa Amerika Serikat. Pergerakan saham teknologi dan optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan memberikan dukungan terhadap sentimen investor global. Namun, pelaku pasar tetap mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan perkembangan pasar keuangan global.
Secara teknikal, penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan menunjukkan bahwa momentum positif masih terjaga. Posisi indeks yang mampu bertahan di atas level 6.500 menjadi sinyal positif dalam jangka pendek.
Namun, investor perlu mewaspadai apabila IHSG gagal mempertahankan area 6.530. Tekanan jual yang meningkat dapat membawa indeks kembali menguji area 6.500 hingga 6.520.
Sebaliknya, apabila tekanan beli berlanjut dan IHSG mampu menembus level 6.544, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.550 hingga 6.580.
Dengan demikian, arah IHSG pada perdagangan Jumat diperkirakan masih cenderung positif, tetapi ruang penguatan berpotensi terbatas karena investor melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan signifikan pada sesi sebelumnya. Pergerakan saham berkapitalisasi besar, nilai tukar rupiah, serta sentimen bursa global akan menjadi faktor penting yang menentukan arah IHSG hingga akhir perdagangan.
Data AI
