TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tenor KPR FLPP 40 Tahun Bisa Tekan Cicilan hingga Rp 700.000

Nurdian Akhmad
28 August 2026 | 14:43
rubrik: Business Info
Tiga Program Unggulan Atasi Backlog Perumahan

Sumber Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu menilai perpanjangan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 40 tahun berpotensi meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap pembiayaan rumah.

Pemerintah melalui Komite Tapera sebelumnya telah menyepakati pengembangan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun. Namun, BTN masih menunggu kesiapan implementasi skema tersebut sebelum dapat menawarkannya kepada masyarakat.

Nixon mengatakan, perpanjangan tenor dapat menekan besaran cicilan bulanan secara signifikan. Dengan tenor hingga 40 tahun, angsuran KPR FLPP diperkirakan dapat berada di kisaran Rp 700.000–Rp 800.000 per bulan.

“Kalau ini terjadi, angsurannya bisa antara Rp 700.000–Rp 800.000. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4–5, sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya,” kata Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Menurut Nixon, skema tersebut dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas kelompok masyarakat yang mampu mengakses pembiayaan perumahan. Perpanjangan tenor membuat beban cicilan pada tahap awal lebih ringan sehingga masyarakat yang sebelumnya belum memenuhi kemampuan pembayaran dapat mulai memiliki rumah.

Namun, Nixon menekankan bahwa peningkatan keterjangkauan pembiayaan juga perlu mempertimbangkan perkembangan kemampuan finansial masyarakat dalam jangka panjang.

“Kita membuat keterjangkauan dulu, supaya orang yang tadinya tidak bankable bisa menjangkau dengan cara memanjangkan tenor kredit. Kemudian bunga dibuat lebih ringan di depan,” jelasnya.

Setelah kemampuan pendapatan meningkat, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan beban angsuran yang lebih normal. Menurut Nixon, proses tersebut membutuhkan waktu beberapa tahun.

“Nanti penghasilannya naik dan bisa catch up dengan angsuran normalnya. Tapi itu membutuhkan waktu tiga, empat, sampai lima tahun,” ujarnya.

BACA JUGA:   Right Issue BTN Disetujui, Ini Penggunaannya

Nixon menilai pendekatan tersebut terutama relevan bagi generasi muda yang menghadapi tantangan keterjangkauan harga rumah dan kemampuan membayar cicilan. Tenor yang lebih panjang dan beban bunga yang lebih ringan pada periode awal dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk memiliki rumah lebih cepat.

Sementara itu, dalam gelaran Danantara Housing Expo (DHE) 2026, BTN bersama Danantara dan bank-bank Himbara saat ini menghadirkan skema KPR dengan bunga mulai 2,75% dan tenor hingga 30 tahun.

Pameran yang berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, pada 27–30 Agustus 2026 tersebut menghadirkan lebih dari 120.000 pilihan properti dari lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, penyelenggaraan DHE 2026 diarahkan untuk mempertemukan tiga aspek utama dalam ekosistem perumahan, yakni ketersediaan hunian dengan harga terjangkau, skema pembiayaan yang kompetitif, serta kemudahan akses bagi masyarakat.

“Danantara Housing Expo 2026 mencerminkan komitmen nyata Danantara Indonesia dan seluruh ekosistem BUMN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah,” ujar Rosan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menambahkan, Danantara Housing Expo menjadi wadah kolaborasi berbagai unsur dalam ekosistem perumahan.

Menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap hunian, tetapi juga mendorong transaksi, penyerapan rumah, dan memberikan efek berganda bagi perekonomian.

“Danantara Housing Expo bukan hanya sebagai tempat untuk menawarkan rumah, tetapi juga sebagai platform yang menyatukan pembeli rumah, pengembang, bank, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan,” kata Maruarar.

Tags: btnkpr flppkpr subsidi
Previous Post

Penuhi Hajat Hidup Masyarakat, Air Bersih Disalurkan di Nabire

Next Post

Menkeu Purbaya Paparkan Pokok-Pokok RAPBN 2027 dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR