TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penuhi Hajat Hidup Masyarakat, Air Bersih Disalurkan di Nabire

Albarsyah
28 August 2026 | 14:23
rubrik: Business Info
Penuhi Hajat Hidup Masyarakat, Air Bersih Disalurkan di Nabire

Jakarta, TopBusiness – Mengeringnya sumur sebagai sumber air utama membuat sekitar 185 kepala keluarga (KK) di tiga titik permukiman di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak pada Kamis (27/8/2026). Penyaluran dilakukan di SP C Jalur 3, SP 1 Jalur 2 Timur, dan SP 1 Jalur 1 Timur.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan air bersih merupakan bagian penting dalam penanganan kekeringan, terutama ketika sumber air masyarakat mulai mengering.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan ketersediaannya. Ketika sumber air warga mengalami kekeringan, Kementerian PU melalui jajaran di lapangan harus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Kita akan terus memantau kondisi dan memastikan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody dalam rilis PU.

Sebanyak 9.200 liter air bersih disalurkan menggunakan dua unit dump truck dengan empat tandon berkapasitas sekitar 2.300 liter. Penyaluran tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tiga lokasi terdampak.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kebutuhan air bersih masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 200 liter per KK per hari. Dengan jumlah sekitar 185 KK terdampak, kebutuhan air di tiga lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 37.000 liter per hari. Di SP C Jalur 3, sekitar 60 KK terdampak setelah sumur warga mengering. Kondisi serupa terjadi di SP 1 Jalur 2 Timur yang dihuni sekitar 60 KK. Sementara di SP 1 Jalur 1 Timur, sekitar 65 KK mengalami kesulitan air bersih.

Ketika sumur mengering, masyarakat di sejumlah lokasi memanfaatkan sumber air alternatif dari Sungai Kalibumi yang berjarak sekitar 2 kilometer dari permukiman. Kondisi tersebut membuat pemenuhan air bersih menjadi kebutuhan yang perlu mendapat dukungan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:   Kementerian PU Komitmen Dukung Infrastruktur Penyelenggaraan Desain Besar Olahraga Nasional Tahap 2

Kekeringan juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum, antara lain sekolah, tempat ibadah, dan puskesmas. Karena itu, distribusi air bersih tidak hanya mendukung kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas pelayanan masyarakat.

Kementerian PU melalui BWS Papua akan terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan distribusi air bersih secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akses air bersih tetap tersedia bagi masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

Terapkan GRC, PLN Icon Plus Perkuat Tata Kelola dan Dorong Pertumbuhan Bisnis

Next Post

Tenor KPR FLPP 40 Tahun Bisa Tekan Cicilan hingga Rp 700.000

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR