TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Telin Dorong Pengembangan AI di Segmen Enterprise

Nurdian Akhmad
31 August 2026 | 16:48
rubrik: Business Info
Telin Dorong Pengembangan AI di Segmen Enterprise

Jakarta, TopBusiness – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), mendorong pengembangan dan penerapan kecerdasan buatan (AI) di segmen enterprise melalui forum ignitePRO yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026.

Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, ignitePRO mempertemukan pemimpin enterprise, pembuat kebijakan, penyedia teknologi, investor, dan mitra ekosistem digital untuk membahas bagaimana AI dapat bergerak dari tahap ambisi dan eksperimen menuju penerapan yang menghasilkan dampak bisnis nyata.

Dalam penyelenggaraannya, ignitePRO menggandeng Tech in Asia sebagai mitra konten untuk menghadirkan perspektif yang relevan dengan perkembangan industri digital.

Chief Commercial Officer Telin Kharisma mengatakan, tantangan perusahaan saat ini bukan lagi sekadar menentukan apakah AI, cloud, dan otomasi perlu diadopsi. Menurutnya, perusahaan perlu memastikan data, infrastruktur, keamanan, sumber daya manusia, dan mitra telah siap mendukung eksekusi yang andal dalam skala besar.

Hal tersebut disampaikan Kharisma dalam sesi keynote speech pembukaan ignitePRO bertajuk “The Enabled Enterprise: 2026 Is the Year of Autonomy” pada 25 Agustus 2026 lalu.

Menurut Kharisma, enablement perlu dibangun sebagai fondasi operasi yang terintegrasi melalui konektivitas yang andal, infrastruktur yang tangguh, operasi yang aman, serta kemitraan ekosistem yang tepercaya.

“Dalam konteks tersebut, TelinPRO hadir sebagai tulang punggung konektivitas yang memungkinkan enterprise beradaptasi dan berkembang di tengah lanskap yang terus berevolusi,” ujar Kharisma dalam siaran persnya, Senin (31/8/2026).

Forum ignitePRO dirancang untuk mendorong transformasi dari strategi menuju eksekusi. Pembahasannya mencakup berbagai kapabilitas yang dibutuhkan perusahaan untuk mengadopsi AI secara bertanggung jawab sekaligus menghasilkan nilai yang terukur, mulai dari kesiapan teknologi dan infrastruktur, tata kelola, sumber daya manusia, hingga kolaborasi ekosistem.

BACA JUGA:   Ini Investasi Properti Besutan DBS-Manulife

Rangkaian agenda ignitePRO disusun dalam empat pilar yang saling menguatkan, yakni Intelligence, Trust, Infrastructure, dan Collaboration. Keempat pilar tersebut menggambarkan perjalanan enterprise dalam membawa AI menuju penerapan nyata yang scalable.

Pada pilar Intelligence, pembahasan menyoroti langkah membawa AI dari tahap eksperimen menuju penerapan yang memberikan nilai bisnis, dengan dukungan kesiapan data, sistem, dan infrastruktur yang andal serta aman.

Pilar Trust menekankan pentingnya penerapan AI yang bertanggung jawab melalui penguatan akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola. Selain itu, organisasi perlu menyesuaikan cara kerja agar AI dapat terintegrasi dalam proses bisnis.

Sementara itu, pilar Infrastructure membahas kesiapan fondasi teknologi dan arsitektur untuk mendukung kebutuhan AI dengan mempertimbangkan aspek kinerja, keamanan, regulasi, dan kedaulatan data. Pilar ini juga mencakup kesiapan manusia dalam mengadopsi teknologi secara berkelanjutan.

Selain ketiga pilar tersebut, Collaboration ditempatkan sebagai elemen penting untuk mempercepat transformasi AI. Melalui kolaborasi antara perusahaan, penyedia teknologi, investor, dan mitra ekosistem, pengembangan AI diarahkan agar dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Kolaborasi Jadi Kunci Implementasi AI

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine turut hadir sebagai salah satu panelis bersama para pemimpin industri lainnya dalam sesi bertajuk “No Enterprise Transforms Alone: Building the Enablement Ecosystem”.

Dalam sesi tersebut, Veranita membahas pentingnya sinergi antara perusahaan, penyedia teknologi, investor, dan mitra ekosistem dalam mendorong transformasi AI yang berkelanjutan.

“Ambisi untuk mengadopsi AI memang besar dan ide-idenya pun sangat banyak. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membawa AI dari sekadar pembuktian konsep menjadi implementasi yang benar-benar terintegrasi dalam strategi bisnis dan menghasilkan dampak nyata,” jelas Veranita.

Menurut Veranita, transformasi AI tidak berhenti pada penggunaan tools semata. Perusahaan perlu membangun operating model, kapabilitas manusia, tata kelola, serta ekosistem yang memungkinkan AI terintegrasi ke dalam cara bisnis dijalankan.

BACA JUGA:   Pererat Silaturahmi, Menteri Dody Halal Bihalal Bersama Rekan Media

Alur tersebut membantu enterprise tidak hanya memahami tantangan, tetapi juga menetapkan prioritas implementasi yang lebih jelas.

“AI harus mampu menciptakan nilai, baik melalui peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, maupun pengalaman pelanggan. Untuk itu, organisasi perlu memiliki fondasi data yang kuat, tata kelola yang baik, serta komitmen kepemimpinan dalam membangun kapabilitas AI secara berkelanjutan,” kata Veranita.

AI yang Berdaulat

Perspektif pemerintah turut memperkaya pembahasan melalui paparan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Dr. Sonny Hendra Sudaryana.

Sonny menyampaikan tiga prioritas dalam membangun masa depan Indonesia yang siap menghadapi AI. Pertama, terhubung melalui perluasan konektivitas yang inklusif.

Kedua, tumbuh dengan membangun ekosistem digital yang produktif sekaligus memperkuat talenta, startup, UMKM, dan kapabilitas AI. Ketiga, terjaga melalui penguatan perlindungan data pribadi dan keamanan digital nasional.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan AI sebagai strategi yang berdaulat, interoperabel, dan tepercaya. Upaya tersebut perlu didukung oleh infrastruktur, modal, kompetensi, tata kelola, dan kemitraan agar pertumbuhan digital dapat menghasilkan peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi yang lebih luas.

Rangkaian ignitePRO turut menghasilkan State of the Agentic Enterprise in APAC 2026 serta ignitePRO 2026 Closing Commitment sebagai pernyataan bersama mengenai pentingnya membangun enterprise yang tepercaya, berpusat pada manusia, dan didukung AI di kawasan.

Tags: PT Telekomunikasi Indonesia InternationalTelin
Previous Post

IHSG Ditutup Menguat Tipis, Pasar Masih Bergerak Fluktuatif

Next Post

FIFGROUP Raih Indonesia Best Multifinance Awards 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR