TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Usai Asesmen, Pembongkaran Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores Dimulai

Albarsyah
31 August 2026 | 16:55
rubrik: Business Info
Usai Asesmen, Pembongkaran Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores Dimulai

Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menindaklanjuti hasil pemeriksaan kondisi bangunan rumah ibadah Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur serta Masjid Nurul Huda Reo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Penanganan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan masing-masing bangunan, dengan tetap memperhatikan keselamatan, kebutuhan pengguna, serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Pendekatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek serta Masjid Nurul Huda Reo pada Jumat (28/8/2026).

“Kalau bangunan kita kerjakan ulang, di manapun kearifan lokal harus dijaga. Jadi harus koordinasi dengan yang menggunakan atau mengelola bangunan tersebut,” kata Menteri Dody melalui rilis PU.

Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat tiga massa bangunan Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek yang diperiksa, yakni gedung peribadatan gereja, gedung aula gereja, dan rumah pastoran. Hasil pemeriksaan menunjukkan gedung peribadatan gereja dan gedung aula mengalami kerusakan struktural dan dinyatakan tidak aman untuk digunakan. Sementara itu, rumah pastoran tidak mengalami kerusakan dan dinyatakan aman untuk digunakan kembali.

Sebagai tindak lanjut, hari ini (Senin, 31/8/2026), jemaat gereja melakukan pembongkaran atau Cear Di’a serta pembersihan bangunan gereja dan aula. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan proses adat sebagai bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang melekat dalam kehidupan jemaat di Dampek.

Pihak gereja juga melakukan pengamanan aset-aset gereja sebelum pembongkaran bagian atap dengan melibatkan sekitar 30 jemaat, dibantu sekitar 20 personel Polda NTT untuk mendukung kelancaran dan keamanan proses di lapangan.

Selanjutnya Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT menyiapkan penanganan Gereja Santo Petrus dan Paulus melalui pendekatan rancang bangun, dengan terlebih dahulu melakukan kajian terhadap kondisi struktur bangunan eksisting. Penanganan tersebut juga akan melibatkan pengurus gereja dalam proses perencanaan sehingga bangunan yang nantinya dibangun kembali tetap sesuai dengan kebutuhan jemaat dan karakter lokal.

BACA JUGA:   Menteri Dody Tinjau Gedung Workshop di Politeknik PU Semarang

Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap Masjid Nurul Huda Reo menunjukkan struktur utama bangunan secara umum masih berdiri tegak. Namun, ditemukan sejumlah kerusakan pada elemen struktur dan nonstruktur. Hasil identifikasi menunjukkan kerusakan pada kolom level IV sebesar sekitar 4,67%, kolom level III sekitar 3,125%, kerusakan plafon sekitar 60% serta kerusakan dinding sekitar 10%.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, gedung utama Masjid Nurul Huda Reo dikategorikan rusak sedang, sehingga penanganan yang direkomendasikan meliputi pembongkaran seluruh plafon, pembongkaran pada bagian dinding yang mengalami retak lebih dari 6 milimeter, serta perkuatan struktur bangunan.

Kemudian untuk menara Masjid Nurul Huda Reo berdasarkan hasil pemeriksaan mengalami kerusakan berat dan sebagian telah runtuh sehingga direkomendasikan untuk dilakukan pembongkaran total. Sama seperti Gereja Santo Petrus dan Paulus, penanganan Masjid Nurul Huda Reo juga berdasarkan hasil asesmen dan tingkat kerusakannya, sehingga langkah rehabilitasi maupun pembangunan kembali dapat dilakukan secara tepat dan aman.

Kementerian PU melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait terus melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap bangunan layanan publik yang terdampak gempa di Flores. Hasil asesmen menjadi dasar dalam menentukan apakah bangunan dapat digunakan kembali, memerlukan rehabilitasi dan perkuatan, atau harus dibangun kembali dengan prinsip build back better, yakni membangun kembali dengan standar keselamatan dan ketahanan yang lebih baik terhadap potensi bencana, tanpa menghilangkan karakter lokal serta kebutuhan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.

Tags: Kementerian PU
Previous Post

FIFGROUP Raih Indonesia Best Multifinance Awards 2026

Next Post

Danantara Housing Expo Sukses Catatkan Rekor Pengunjung dan Transaksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR