TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Mengekor Bursa Global, IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat

Nurdian Akhmad
11 May 2018 | 10:51
rubrik: Business Info
Hari Ini, Transaksi Saham Bernilai Rp 6,7 Triliun

Bursa Efek Indonesia (Dhi/TopBusiness)

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Di tengah penguatan bursa saham global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju pada awal perdagangan hari ini, Jumat (11/5/2018).

IHSG dibuka dengan kenaikan 0,26% atau 15,15 poin di level 5.923,09 dan menguat 1% atau 59,09 poin ke level 5.967,03 pada pukul 09.10 WIB. Adapun pada perdagangan Rabu (9/5), IHSG berhasil rebound dan berakhir menguat 2,31% atau 133,22 poin di level 5.907,94.

Sebanyak 118 saham bergerak menguat, 21 saham bergerak melemah, dan 440 saham stagnan dari 579 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona hijau dengan support utama sektor perdagangan (+1,51%), tambang (+1,33%), dan finansial (+1,09%). Adapun sektor pertanian bergerak di zona merah dengan pelemahan 0,42%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 lanjut menguat 1,36% atau 7,03 poin ke 523,46 pada pukul 09.11 WIB, setelah rebound dengan berakhir menguat 3,40% atau 17 poin di posisi 516,43 pada perdagangan Rabu (9/5).

Sementara itu, indeks FTSE Straits Time Singapura naik 0,36% dan indeks PSEi Filipina menguat 1,65% pagi ini.

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,57% dan 0,76%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,55% dan indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,94%. Di China, indeks Shanghai Composite turun 0,01% dan CSI 300 China naik 0,04%.

Dilansir Bloomberg, bursa Asia menguat mengikuti reli bursa saham di Amerika Serikat (AS) setelah rilis data inflasi AS yang kurang bergairah mengindikasikan bahwa The Federal Reserve tidak akan terburu-buru dalam hal pengetatan kebijakan moneter.

Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun turun lebih lanjut ke bawah 3% menyusul laporan harga konsumen yang mencatat kenaikan lebih kecil daripada ekspektasi untuk bulan April.

BACA JUGA:   Rayakan HUT ke-28, Ini Sederet Keberhasilan BEI
Tags: ihsg
Previous Post

Dukung Ekonomi Digital, Telkomsigma Hadirkan Mobile Cloud dan Portal Cloud

Next Post

Ini Sinyal BI untuk Naikkan Suku Bunga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR