TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bandara Soetta: 176 Pesawat dan 22.000-an Penumpang Terhambat Erupsi Anak Krakatau

Achmad Adhito
6 September 2026 | 07:54
rubrik: Business Info
Mei: Penumpang Pesawat Domestik Turun 9,36%

Foto: Dhi/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten) ditutup sementara dari pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB hari ini. Hal itu akibat efek erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub), pagi ini, menyatakan: penutupan wilayah udara ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil paper test pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.35 WIB – 01.05 WIB yang menunjukkan hasil positif sebaran abu vulkanik. 

Selanjutnya, hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB – 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara itu.

Sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga hari ini pukul 09.30 WIB.

Berdasarkan pembaruan data hingga 6 September 2026 pukul 05.30 WIB, berikut rincian dampak operasional penerbangan.

Saat ini, pihak bandara memastikan bahwa seluruh pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) berada dalam kondisi aman. Terdapat total 170 pesawat yang disiagakan di area apron dengan rincian ini.

Terminal 1: 66 pesawat.
Terminal 2: 51 pesawat.
Terminal 3: 49 pesawat.
Kargo: 4 pesawat.

Lantas, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan rincian per terminal berikut ini: total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 penumpang.

Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur.

Ditjen Perhubungan Udara memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan mengingat adanya potensi dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal. Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

BACA JUGA:   Damri Perkenalkan Bus Canggih Rute Bandara Soetta

“Ditjen Perhubungan Udara mengimbau kepada masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta agar memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya dan memohon agar memperhatikan situasi dengan tidak datang ke bandara terlebih dahulu,” demikian disebut dalam keterangan resmi itu.

Tags: Bandara Soettadampak anak krakatau ke bandaraerupsi anak krakatau 2026
Previous Post

Program Pengendalian Sampah Diperkuat, Anggaran TPS3R Naik 138 Persen pada 2027

Next Post

Imbas Pekerjaan Jaringan di Tol Lain yang Terhubung JORR-S, Hutama Karya Lakukan Penanganan Kepadatan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR