TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Proyek Sisi Nubi Selesai, Produksi Gas Blok Mahakam Bertambah

Albarsyah
7 September 2026 | 13:21
rubrik: Business Info
Berkat Insentif Hulu Migas, Pertamina Hulu Mahakam Mampu Produksi Tinggi dan Dorong Bisnis Keberlanjutan

FOTO: Dok. PHM

Jakarta, TopBusiness — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), menuntaskan Proyek Pengembangan Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 setelah Platform WPN-5 resmi beroperasi (onstream) pada 24 Agustus 2026.

Pengoperasian platform keenam sekaligus terakhir dalam proyek tersebut ditandai dengan dimulainya produksi Sumur NB-501. Setelah melalui tahapan ramp up atau peningkatan produksi secara bertahap, sumur tersebut mampu menghasilkan gas sebesar 6,12 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Penyelesaian Proyek SNB AOI 1-3-5 menjadi salah satu tonggak penting bagi PHM dalam menjaga keberlanjutan produksi migas di Wilayah Kerja (WK) Mahakam yang merupakan lapangan mature. Proyek ini sekaligus memperkuat upaya industri hulu migas nasional dalam mempertahankan pasokan gas untuk kebutuhan energi Indonesia.

Direktur Utama PHI, Muharram Jaya Panguriseng, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PHM menyelesaikan proyek tersebut. Menurutnya, tambahan produksi gas dari pengembangan Sisi Nubi akan berkontribusi terhadap keberlanjutan pasokan energi Indonesia dalam jangka panjang.

“Di PHI, kami terus berinvestasi dalam pengembangan lapangan migas, seperti pada proyek PHM SNB AOI 1-3-5, sejalan dengan visi dan misi perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina (Persero) selaku subholding upstream dan holding untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Muharram dalam keterangannya, Jumat (4/9).

Ia menambahkan, keberhasilan proyek tersebut juga menunjukkan pentingnya penerapan teknologi, inovasi, budaya keselamatan, dan kolaborasi dalam pengembangan lapangan migas.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi dan inovasi, didukung budaya keselamatan serta kolaborasi yang kuat, dapat menghasilkan proyek yang andal untuk mendukung ketahanan energi nasional,” katanya.

Sumur NB-502 Masih Dikembangkan

Setelah WPN-5 beroperasi, PHM masih melanjutkan tahapan pengembangan Sumur NB-502. Saat ini, tim Well Intervention melakukan pemasangan sand screen untuk mengendalikan pasir dari formasi sekaligus menjaga keandalan produksi sumur.

BACA JUGA:   Bicara 131, Contact Center Standar Mutu Global

Setelah tahapan tersebut selesai, NB-502 akan memasuki proses Put on Production (POP). Tingkat produksinya akan disesuaikan dengan prognosis dan batas operasi mechanical screen untuk memastikan kegiatan produksi berlangsung secara aman dan optimal.

WPN-5 menjadi platform keenam sekaligus terakhir yang dibangun dalam rangkaian Proyek SNB AOI 1-3-5. Sebelumnya, PHM telah mengoperasikan lima platform secara bertahap, yakni WPS-4 pada 4 Desember 2025, WPS-5 pada 21 Februari 2026, WPN-7 pada 23 Maret 2026, WPN-6 pada 5 Juni 2026, dan WPN-8 pada 5 Juli 2026.

Dengan beroperasinya seluruh platform tersebut, pengembangan SNB AOI 1-3-5 kini melengkapi rangkaian fasilitas produksi di Lapangan Sisi Nubi.

Proyek ini mencakup pembangunan enam jacket, enam topside, tiga extension platform, 18 riser, serta sekitar 22 kilometer pipa bawah laut. Dalam pembangunannya, proyek membutuhkan sekitar 11 ribu metrik ton baja.

Gunakan Teknologi Suction Pile Foundation

Dalam pelaksanaan proyek, PHM menerapkan inovasi rekayasa Suction Pile Foundation. Teknologi tersebut memungkinkan pemasangan fondasi baja ke dasar laut dengan memanfaatkan tekanan sehingga proses instalasi dapat dilakukan secara lebih efisien dengan tetap memperhatikan keandalan struktur lepas pantai.

Penerapan teknologi tersebut berhasil memangkas waktu pemasangan jacket dari sekitar dua minggu menjadi hanya lima hari. Efisiensi tersebut dicapai dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.

Bagi PHM, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fasilitas produksi. Lebih dari itu, perusahaan juga menempatkan keselamatan kerja, keandalan operasi, dan keekonomian investasi sebagai bagian penting dalam keberhasilan pengembangan lapangan.

Proyek SNB AOI 1-3-5 merupakan salah satu bagian dari strategi PHM untuk mempertahankan produksi gas dari WK Mahakam. Pengembangan lapangan tersebut diharapkan dapat menjaga kontribusi WK Mahakam terhadap pasokan energi nasional di tengah karakteristik lapangan yang telah memasuki fase mature.

Selain memberikan tambahan produksi gas, proyek ini juga menciptakan dampak berganda (multiplier effect) melalui keterlibatan tenaga kerja lokal, pemanfaatan industri nasional, serta peningkatan kapasitas nasional dalam mengerjakan proyek pengembangan lapangan migas yang semakin kompleks.

BACA JUGA:   OJK Terbitkan Regulasi soal LKM dan LK Perusahaan Efek

Penyelesaian seluruh fasilitas SNB AOI 1-3-5 sekaligus menegaskan peran teknologi, inovasi, dan kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan produksi migas serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Tags: PHM
Previous Post

Elnusa Perkuat Bisnis Seismik Non-Captive dan Dampak Sosial di Muba-Tarakan

Next Post

WIFI Catatkan Pendapatan Rp1,57 Triliun dan Gaet 2,3 Juta Pelanggan Fixed Broadband

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR