Jakarta, TopBusiness – Upaya mengaktifkan kembali sumur minyak yang sebelumnya berstatus idle mulai menunjukkan hasil positif. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Prima Energy WK Bawean berhasil mengaktivasi kembali Sumur CS-1 di Lapangan Camar, Selat Madura, yang telah berhenti berproduksi sejak 2013.
Hasil awal kegiatan workover menunjukkan adanya potensi tambahan hidrokarbon yang sebelumnya belum diperhitungkan dalam cadangan maupun produksi eksisting Lapangan Camar.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan, temuan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan produksi minyak nasional melalui optimalisasi lapangan-lapangan eksisting.
“Alhamdulillah KKKS Prima Energy WK Bawean telah mengaktivasi sumur idle dan memperoleh hasil awal yang menggembirakan dari kegiatan workover Sumur CS-1 di Lapangan Camar, Selat Madura yang sebelumnya berstatus idle sejak 2013,” kata Djoko dalam keterangannya, Jumat (4/9).
Menurut Djoko, berdasarkan evaluasi data bawah permukaan serta hasil akuisisi cased-hole log, tim berhasil mengidentifikasi interval yang memiliki potensi menghasilkan minyak pada Reservoir Masalembo dengan kedalaman sekitar 6.600 kaki measured depth (ftMD).
“Interval ini sebelumnya belum diperhitungkan dalam cadangan maupun produksi eksisting Lapangan Camar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Djoko mengungkapkan bahwa pengujian awal menunjukkan interval tersebut mampu mengalirkan minyak secara alami tanpa bantuan artificial lift. Laju produksi awal yang berhasil dicapai mencapai sekitar 400 barel minyak per hari (BOPD).
“Saat ini sumur masih dalam tahap clean-up, stabilisasi, dan pemantauan. Oleh karena itu, laju produksi berkelanjutan dan optimalnya masih perlu dikonfirmasi melalui evaluasi lebih lanjut,” jelas Djoko.
Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Lapangan Camar masih memiliki peluang untuk menghasilkan tambahan hidrokarbon. Potensi tersebut selanjutnya dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi minyak nasional.
SKK Migas bersama Prima Energy akan melanjutkan pemantauan terhadap kinerja Sumur CS-1 guna mengetahui tingkat produksi yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Selain itu, peluang pengembangan potensi serupa di sekitar Lapangan Camar juga akan dievaluasi.
“Kami berharap hasil ini dapat menambah semangat tim kami dalam mendukung peningkatan produksi serta pencapaian target lifting nasional,” tutur Djoko.
Pengaktifan kembali sumur idle menjadi salah satu strategi yang terus didorong SKK Migas untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan-lapangan migas yang telah beroperasi. Sumur yang sebelumnya tidak berproduksi masih berpeluang memberikan tambahan produksi apabila dilakukan evaluasi bawah permukaan dan intervensi teknis yang tepat.
Keberhasilan Sumur CS-1 dengan produksi awal sekitar 400 BOPD tersebut sekaligus menunjukkan bahwa optimalisasi sumur idle dapat menjadi salah satu sumber tambahan produksi minyak di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi dan lifting nasional.
