Jakarta, TopBusiness — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka lelang 14 lokasi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan target kapasitas mencapai 732 Mega Watt (MW). Langkah ini dilakukan untuk mendorong investasi sekaligus meningkatkan kontribusi energi panas bumi dalam bauran energi nasional.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan pembukaan lelang tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyederhanakan proses perizinan di sektor panas bumi.
Menurutnya, penyederhanaan regulasi diperlukan untuk meningkatkan minat investor sekaligus menciptakan tingkat keuntungan yang lebih kompetitif bagi para pengembang.
“Ini arahan Pak Menteri untuk mempersingkat regulasi izin panas bumi dan kita membuka lelang, membuka lelang sebanyak 14 lokasi. Ini arahan Pak Menteri yang kemarin disampaikan di Geothermal Summit. Dibuka lelang untuk semuanya. Target 732 MW,” kata Eniya dalam acara The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026 di JIExpo, Rabu (2/9/2026).
Target tambahan kapasitas sebesar 732 MW tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan panas bumi sebesar 5,2 Giga Watt (GW) yang tercantum dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).
Pemerintah berharap pembukaan lelang secara serentak dapat meningkatkan daya tarik investasi di sektor panas bumi. Dengan biaya investasi yang lebih efisien dan regulasi yang lebih sederhana, pemerintah menargetkan margin keuntungan pengembang dapat meningkat.
“Kita berharap investasi panas bumi itu bisa turun sehingga profit dari margin dari pengembang-pengembang ini juga bisa lebih naik ke dua digit,” ujar Eniya.
Kontribusi Panas Bumi Masih Rendah
Meski Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, kontribusinya terhadap bauran energi nasional masih relatif kecil. Hingga semester I-2026, kontribusi panas bumi tercatat sebesar 1,84%.
Sementara itu, secara keseluruhan kapasitas terpasang energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia telah mencapai 16,32 GW.
Eniya mengatakan pemerintah masih terus mendorong peningkatan porsi EBT dalam bauran energi nasional. Pada semester I-2026, bauran energi baru terbarukan secara keseluruhan tercatat mencapai 17,3%.
“Kita harapkan lelang ini juga bisa mencapai bauran energi yang lebih tinggi. Dan dalam hal ini kami dapat laporkan Bapak tentang capaian energi baru terbarukan yang saat ini ada itu kalau kita melihat dari capaian energi mix nasional itu baru mencapai 17,3% di semester ini,” katanya.
Kementerian ESDM sebelumnya telah melelang 14 lokasi WKP potensial pada Agustus 2026. Lelang tersebut terbuka bagi investor nasional maupun internasional.
Pengembangan wilayah kerja tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), sekaligus mendorong pemanfaatan langsung energi panas bumi yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
“Mari dorong potensi panas bumi menjadi energi andalan untuk memperkuat ketahanan dan transisi energi Indonesia,” tulis Ditjen EBTKE melalui akun Instagram resminya @djebtke pada Jumat (21/8/2026).
14 Lokasi yang Dilelang
Berdasarkan paparan Kementerian ESDM, 14 lokasi WKP yang ditawarkan kepada investor terdiri dari:
- WKP Sembalun, Nusa Tenggara Barat — cadangan 11 MW, kapasitas COD 10 MW pada 2033.
- WKP Guci, Jawa Tengah — cadangan 20 MW, kapasitas COD 20 MW pada 2033.
- WKP Suwawa, Gorontalo — cadangan 20 MW.
- WKP Gunung Ciremai, Jawa Barat — cadangan 40 MW, kapasitas COD 25 MW pada 2033.
- WKP Marana, Sulawesi Tengah — cadangan 28 MW.
- WKP Gunung Pandan, Jawa Timur — cadangan 30 MW, kapasitas COD 60 MW pada 2032.
- WKP Sipoholon Ria-ria, Sumatra Utara — cadangan 35 MW.
- WKP Gunung Endut, Banten — cadangan 38 MW, kapasitas COD 35 MW pada 2033.
- WKP Songgoriti, Jawa Timur — cadangan 40 MW, kapasitas COD 40 MW pada 2033.
- WKP Danau Ranau, Lampung dan Sumatra Selatan — cadangan 42 MW, kapasitas COD 40 MW pada 2033.
- WKP Gunung Wilis, Jawa Timur — cadangan 50 MW, kapasitas COD 40 MW pada 2033.
- WKP Lainea, Sulawesi Tenggara — cadangan 68 MW.
- WKP Gunung Galunggung, Jawa Barat — cadangan 125 MW, kapasitas COD 110 MW pada 2033.
- WKP Gunung Iyang Argopuro, Jawa Timur — cadangan 185 MW, kapasitas COD 55 MW pada 2033.
Pembukaan lelang 14 WKP ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengoptimalkan potensi panas bumi Indonesia. Dengan potensi sumber daya yang tersebar di berbagai wilayah, panas bumi diharapkan dapat menjadi salah satu sumber energi andalan dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.
