TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Koreksi

Agus Haryanto
10 September 2026 | 08:10
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,12% ke level 6.678 pada perdagangan terakhir. Koreksi tersebut disertai dengan munculnya tekanan jual sehingga pelaku pasar perlu mencermati potensi pelemahan lanjutan.

Berdasarkan analisis teknikal MNCS Daily Scope Wave untuk 10 September 2026 sebagaimana dikutip dari laman www.mncsekuritas.id, posisi IHSG diperkirakan sedang berada di akhir wave v dari wave (c). Area penguatan IHSG berada pada rentang 6.736-6.812.

Meski demikian, investor perlu mewaspadai potensi koreksi terdekat menuju rentang 6.643-6.653. Adapun level support IHSG berada di 6.610 dan 6.561, sementara resistance berada di 6.705 dan 6.755.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham menjadi perhatian investor berdasarkan analisis teknikal.

BIPI

Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menguat 5,33% ke level Rp158. Penguatan tersebut disertai peningkatan volume pembelian, meskipun pergerakannya masih tertahan oleh MA200.

MNCS memperkirakan BIPI saat ini berada di awal wave [iii] dari wave C. Investor dapat mencermati strategi Buy on Weakness pada area Rp151-Rp156.

Target harga BIPI berada di level Rp175 dan Rp186, dengan batas risiko atau stop loss di bawah Rp147.

HMSP

Saham PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) terkoreksi 2,61% ke level Rp745 dan disertai munculnya tekanan jual. Koreksi tersebut juga membuat HMSP menembus MA20 dan MA200.

MNCS memperkirakan selama HMSP masih mampu bertahan di atas level Rp725, saham tersebut berpotensi berada di awal wave [v] dari wave 1.

Strategi yang disarankan adalah Trading Buy pada area Rp730-Rp740, dengan target harga Rp795 dan Rp820. Stop loss ditetapkan di bawah Rp725.

TINS

Saham PT Timah Tbk (TINS) menguat 4,55% ke level Rp4.600. Penguatan tersebut disertai dengan munculnya volume pembelian.

BACA JUGA:   Hingga Sesi Penutupan Perdagangan, IHSG Naik

MNCS memperkirakan posisi TINS saat ini berada di awal wave [iv] dari wave C. Investor dapat mencermati strategi Buy on Weakness pada rentang Rp4.220-Rp4.470.

Target harga yang diproyeksikan berada di level Rp4.720 dan Rp4.820, sementara stop loss berada di bawah Rp4.120.

PTBA

Sementara itu, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 3,33% ke level Rp3.100 dan disertai dengan peningkatan volume pembelian.

Namun, MNCS memperkirakan posisi PTBA saat ini sudah berada di bagian akhir wave [iii] dari wave 3. Kondisi tersebut membuat ruang penguatan saham dinilai relatif terbatas sekaligus meningkatkan risiko koreksi untuk membentuk wave [iv].

Koreksi PTBA diperkirakan dapat mengarah ke rentang Rp2.830-Rp2.950. Dengan demikian, strategi yang disarankan adalah Sell on Strength pada area Rp3.110-Rp3.150.

Investor tetap perlu mencermati pergerakan IHSG dan masing-masing saham dengan mempertimbangkan level support, resistance, serta batas risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Di Agustus, Konsumen Lebih Optimis ke Kondisi Ekonomi

Next Post

BEI Suspensi Saham GRPH

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR