TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Menguat, Investor Kembali Bidik Level 6700

Agus Haryanto
10 September 2026 | 09:23
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Kamis (10/9/2026) dengan penguatan. IHSG naik 9,98 poin atau 0,15 persen ke posisi 6.688,18.

Penguatan juga terjadi pada kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 naik 1,96 poin atau 0,30 persen ke level 666,21.

Pergerakan IHSG pada awal perdagangan menunjukkan adanya upaya investor untuk kembali mengangkat indeks mendekati level psikologis 6.700. Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (9/9/2026), IHSG ditutup melemah 8,24 poin atau 0,12 persen ke level 6.678,20. Sementara itu, LQ45 berakhir turun 0,20 persen ke 664,253.

Berdasarkan data perdagangan awal yang dikutip dari IDXChannel, sekitar satu menit setelah pembukaan, IHSG bergerak naik ke level 6.696 atau menguat 0,27 persen. Pada saat tersebut, sebanyak 297 saham tercatat menguat, 121 saham melemah, sedangkan 545 saham bergerak stagnan.

Aktivitas transaksi pada fase awal perdagangan mencapai sekitar 885 juta saham dengan nilai transaksi Rp552 juta. Angka tersebut merupakan kondisi sekitar satu menit setelah pembukaan, bukan akumulasi sepanjang sesi perdagangan.

Sementara itu, angka frekuensi transaksi pada pembukaan Kamis belum tercantum dalam sumber yang dapat dikonfirmasi. Karena itu, frekuensi tidak dicantumkan agar data yang disajikan tetap akurat.

Penguatan IHSG pada awal perdagangan menjadi sinyal positif setelah indeks mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya. Namun, kenaikan yang relatif terbatas menunjukkan investor masih berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama di tengah meningkatnya risiko eksternal.

Dari sisi pergerakan saham, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah. Kondisi tersebut menunjukkan breadth pasar yang cukup positif pada awal perdagangan. Meski demikian, jumlah saham yang stagnan masih cukup besar sehingga penguatan pasar belum sepenuhnya merata.

BACA JUGA:   Di Pembukaan Perdagangan Rabu, IHSG Bergerak Positif

Analis memperkirakan IHSG masih memiliki peluang bergerak sideways dengan kecenderungan menguat. Area 6.700 menjadi level psikologis sekaligus resistance penting yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan berikutnya. Sejumlah analisis pasar menempatkan area resistance IHSG di kisaran 6.700–6.730, sementara support berada di sekitar 6.620–6.660.

Dengan posisi pembukaan di 6.688,18, IHSG hanya membutuhkan kenaikan sekitar 12 poin untuk kembali menembus level 6.700. Apabila level tersebut mampu dilewati dan dipertahankan dengan dukungan peningkatan volume serta nilai transaksi, peluang IHSG melanjutkan penguatan akan semakin besar.

Sebaliknya, apabila IHSG kembali gagal melewati 6.700 dan tekanan jual meningkat, indeks berpotensi kembali bergerak dalam fase konsolidasi. Investor perlu memperhatikan area 6.660 sebagai support terdekat, dengan support berikutnya berada di sekitar 6.620.

Sentimen eksternal juga masih menjadi perhatian pelaku pasar. Harga minyak Brent telah menembus level 100 dolar AS per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga bank sentral.

Di dalam negeri, pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar akan menjadi salah satu penentu arah IHSG. Penguatan LQ45 yang mencapai 0,30 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan IHSG sebesar 0,15 persen, menunjukkan saham-saham unggulan relatif mendapat minat beli lebih baik pada awal perdagangan.

Dengan demikian, penguatan IHSG pada pembukaan Kamis belum cukup untuk menyimpulkan bahwa indeks telah memasuki tren naik baru. Investor masih perlu melihat kemampuan indeks menembus 6.700 disertai peningkatan aktivitas transaksi sebagai konfirmasi momentum.

Pelaku pasar disarankan tetap selektif dalam mengambil posisi dan mencermati saham-saham likuid serta sektor yang memiliki katalis positif, sembari mewaspadai potensi volatilitas akibat perkembangan pasar global dan geopolitik.

BACA JUGA:   IHSG Ditutup Rontok ke 6.089, Kurs Rp 14.570

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Harga Minyak Tembus USD102 per Barrel, Tertinggi Sejak Mei

Next Post

Gerak Cepat Penanganan Longsor, Jalur Blangkejeren–Aceh Tenggara Kembali Dibuka

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR