Jakarta, TopBusiness—Harga minyak Brent mencapai USD102 per barrel pada Kamis ini.
Analisis di Tradingeconomics.com, pagi ini, menjelaskan bahwa level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Mei 2026 kala perang Iran vs AS. Perang tersebut telah mendisrupsi pasokan minyak global dari Timur Tengah.
Iran menyatakan siap untuk adanya tensi konflik yang lebih tinggi, dan berjanji menghalangi blokade oleh militer AS. Iran pun memeringatkan akan mengintensifkan serangan ke militer AS jika terus menyerang wilayah Iran.
Sementara itu, Presiden AS Donal Trump memprediksi bahwa konflik dengan Iran tak akan berakhir hingga November. Hal ini akan berpengaruh signifikan ke harga minyak. Trump menyatakan terbatasnya prospek deeskalasi perang itu.
