TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PHE Rampungkan Survei Seismik Sepanjang 6.000 KM di Samudera Hindia

Albarsyah
11 September 2026 | 20:35
rubrik: Business Info
PHE kian Pede Gali Potensi Migas Indonesia, bakal Pertajam Strategi Eksplorasi Ini

Ilustrasi tambang migas milik Pertamina Hulu Energi. FOTO: Dok PHE

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina menorehkan capaian penting dalam kegiatan eksplorasi migas nasional. PHE resmi menyelesaikan Survei Seismik Offshore 2D SE Java sepanjang 6.000 kilometer di Samudera Hindia, tepatnya di wilayah laut selatan Jawa Timur.

Penyelesaian survei tersebut menjadi langkah strategis PHE dalam mengungkap potensi hidrokarbon di kawasan yang selama ini dinilai memiliki tingkat prospektivitas relatif rendah. Di balik tantangan kondisi laut yang ekstrem, hasil survei justru membuka peluang baru untuk menemukan prospek migas yang dapat mendukung ketahanan energi Indonesia di masa mendatang.

Survei Seismik Offshore 2D SE Java merupakan bagian dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti PHE Jambi Merang (KKPJM) di wilayah terbuka. Area survei mencakup laut lepas di enam kabupaten di Jawa Timur, yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, dan Lumajang.

Proses akuisisi data tidak berlangsung mudah. Berhadapan langsung dengan karakter Samudera Hindia yang memiliki gelombang tinggi dan arus bawah laut yang kuat, pelaksanaan survei harus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan.

Fase pertama dimulai pada Oktober 2025 dan dihentikan sementara pada Desember 2025 karena kondisi cuaca ekstrem yang berisiko terhadap keselamatan operasi. Setelah kondisi laut dinilai kembali aman, kegiatan dilanjutkan pada Juli 2026 hingga akhirnya seluruh rangkaian survei dinyatakan rampung pada 26 Agustus 2026.

Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti kesiapan PHE dalam menjalankan kegiatan eksplorasi di wilayah dengan tantangan operasi yang tinggi. Sepanjang pelaksanaan survei, PHE mencatatkan kinerja keselamatan Zero Accident atau tanpa kecelakaan kerja.

VP Exploration Technical Excellence & Coordination PHE sekaligus Kepala Teknik Proyek, Ahmad Najihal Amal, mengatakan keberhasilan menyelesaikan survei sepanjang 6.000 kilometer tidak terlepas dari persiapan operasi yang matang serta kolaborasi berbagai pihak.

BACA JUGA:   PHE: Pemimpin Visioner dan Komunikasi Efektif Jadi Kunci Transformasi Energi Nasional

“Survei 2D SE Java dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya insiden HSSE berkat persiapan operasi yang matang, kerja sama, serta sinergi yang efektif dari seluruh fungsi dan pemangku kepentingan di 6 kabupaten Jawa Timur, Pemprov Jatim, serta jajaran aparat keamanan (Kodaeral V Surabaya, Lanal Pacitan, dan Lanal Malang),” ujar Najihal dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Tak hanya dari sisi keselamatan, kualitas data yang dihasilkan juga mendapat apresiasi. Kepala Divisi Prospektivitas dan Manajemen Data SKK Migas, Aldy Amir, memuji kualitas data hasil akuisisi yang dinilai sangat baik, terutama mengingat survei dilakukan di tengah kondisi laut selatan Jawa yang memiliki tantangan besar.

Survei ini menjadi salah satu milestone penting dalam program New Venture PHE di wilayah Laut Selatan Jawa. Kawasan tersebut selama ini dianggap kurang prospektif karena secara geologi berada di kawasan fore-arc basin. Namun, hasil kajian PHE menunjukkan bahwa wilayah Trenggalek–Pacitan memiliki karakteristik dan potensi akumulasi hidrokarbon yang patut dieksplorasi lebih lanjut.

Data seismik yang diperoleh diharapkan dapat memberikan gambaran bawah permukaan yang lebih komprehensif sekaligus membantu mengidentifikasi prospek hidrokarbon baru. Jika potensi tersebut dapat dikembangkan, kawasan Laut Selatan Jawa berpeluang menjadi salah satu sumber pertumbuhan wilayah kerja eksplorasi migas baru di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, PHE menggunakan teknologi akuisisi 2D Marine Streamer Broadband. Teknologi tersebut memungkinkan pencitraan geometri bawah permukaan bumi secara lebih akurat, terutama untuk membidik target eksplorasi pada kedalaman tinggi atau deep target.

Dengan rampungnya survei sepanjang 6.000 kilometer tersebut, PHE kini memiliki tambahan data penting untuk memperkuat evaluasi potensi migas di kawasan selatan Jawa. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen PHE dalam menjalankan kegiatan eksplorasi secara agresif, terukur, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

BACA JUGA:   Direksi PHE Tinjau Rig PDSI#40.3 di Blora, Tekankan Budaya Keselamatan Kerja

Di tengah kebutuhan energi nasional yang terus meningkat, upaya membuka wilayah prospek baru menjadi semakin penting. Eksplorasi di Laut Selatan Jawa pun bukan sekadar pencarian cadangan migas, tetapi menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

Tags: PHE
Previous Post

AEAI Usulkan “Bayu Nusantara” untuk Percepat Realisasi Target PLTB 7,2 GW

Next Post

Genjot Bioavtur, Pertamina Patra Niaga Siapkan Investasi Rp19,3 Triliun untuk Kilang Hijau Cilacap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR