TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Masih Rawan Koreksi

Agus Haryanto
14 September 2026 | 08:10
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren koreksi pada perdagangan sebelumnya. Berdasarkan MNCS Daily Scope edisi 14 September 2026, IHSG melemah 0,73% ke level 6.541 dan masih didominasi tekanan jual.

Meski IHSG masih mampu bertahan dan ditutup di atas MA20, terdapat gap pada rentang 6.552–6.585. Sementara itu, pada perdagangan dalam timeframe mingguan, IHSG tercatat terkoreksi 1,43%.

MNC Sekuritas memperbarui skenario teknikal IHSG. Saat ini, IHSG diperkirakan berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam. Kondisi tersebut membuat IHSG masih memiliki risiko untuk kembali menguji area 6.370–6.451.

Adapun level support IHSG berada di 6.448 dan 6.318, sedangkan level resistance berada di 6.633 dan 6.705.

ADMR — Buy on Weakness

Saham ADMR terkoreksi 2,74% ke Rp1.600 dan masih dibayangi tekanan jual. MNC Sekuritas memperkirakan posisi ADMR saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c].

Strategi yang disarankan adalah Buy on Weakness pada area Rp1.540–Rp1.585.

Target harga berada di Rp1.710 dan Rp1.765, dengan stop loss di bawah Rp1.500.

INET — Buy on Weakness

Saham INET melemah 0,58% ke Rp344. Namun, koreksi tersebut disertai munculnya volume pembelian dan tertahan oleh cluster MA20 dan MA200.

MNC Sekuritas memperkirakan INET saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.

Investor dapat mempertimbangkan strategi Buy on Weakness pada rentang Rp296–Rp318.

Target harga yang diproyeksikan berada di Rp366 dan Rp400, sedangkan stop loss ditetapkan di bawah Rp288.

NCKL — Buy on Weakness

Saham NCKL terkoreksi 1,57% ke Rp940 dan masih didominasi tekanan jual. Koreksi tersebut juga telah menembus MA20.

BACA JUGA:   Ada Potensi Penguatan Lanjutan, Saham Ini Layak Beli

Berdasarkan analisis teknikal MNC Sekuritas, NCKL diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [Y].

Strategi yang direkomendasikan adalah Buy on Weakness di area Rp840–Rp910.

Target harga berada pada Rp980 dan Rp1.060, dengan stop loss di bawah Rp830.

DSNG — Sell on Strength

Berbeda dengan tiga saham sebelumnya, DSNG mendapat rekomendasi Sell on Strength. Saham ini terkoreksi 2,40% ke Rp1.625 dan masih berada dalam tekanan jual.

MNC Sekuritas memperkirakan DSNG sedang berada pada bagian awal wave (B) dari wave [B] pada label hitam, atau awal wave [C] pada label merah.

Skenario tersebut mengindikasikan DSNG masih berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji area Rp1.400–Rp1.585.

Investor dapat mempertimbangkan strategi Sell on Strength pada rentang Rp1.655–Rp1.680.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

BEI Buka Suspensi Saham JARR Mulai Hari Ini

Next Post

Awal Pekan Ada Potensi Rebound, Yuk Trading Saham Ini: BBRI, DEWA, JPFA, TPIA, BIPI, dan INKP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR