Jakarta, TopBusiness – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”) menyampaikan pencapaian kinerja hingga semester I-2026, terkait kondisi usaha, serta langkah transformasi yang dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha dan memperkuat fundamental Perseroan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen ADHI dalam menjaga keterbukaan informasi kepada setiap pemangku kepentingan.
Dari sisi operasional, hingga Agustus 2026 ADHI mengerjakan 117 proyek aktif yang tersebar pada sektor infrastruktur, gedung, perkeretaapian, energi dan industrial.
Perseroan juga mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026, meningkat 118,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,8 triliun.
Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan ADHI hingga Semester I 2026 tercatat sebesar Rp3,11 triliun. Di tengah penurunan pendapatan, ADHI tetap membukukan laba bersih Rp8,49 miliar, meningkat 12,6%, dan EBITDA Rp551,64 miliar, meningkat 28,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
ADHI terus melakukan evaluasi terhadap kondisi bisnis dan keuangan Perseroan sejalan dengan dinamika industri konstruksi dan perkembangan portofolio usaha.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Perseroan menjalankan langkah-langkah transformasi secara terintegrasi untuk memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio, serta mendukung keberlanjutan usaha.
Untuk itu Perseroan menjalankan tiga langkah penyehatan utama, yaitu transformasi bisnis, inorganic initiatives dan pendampingan pemegang saham, serta restrukturisasi keuangan.
Langkah tersebut mencakup penataan portofolio dan aset, optimalisasi pelaksanaan proyek dan monitoring kas, serta penyesuaian struktur pendanaan.
“Ini menjadi kesempatan bagi ADHI untuk menyampaikan kondisi Perseroan secara terbuka sekaligus memberikan penjelasan secara langsung kepada pemegang saham, investor, dan publik,” ujar Corporate Secretary ADHI, Siswanto, dikutip Senin (14/9/2026).
“Kami menyadari masih terdapat tantangan yang perlu diselesaikan, namun Perseroan terus menjalankan langkah-langkah perbaikan secara terukur untuk memperkuat fundamental, menjaga keberlangsungan usaha, dan membangun kepercayaan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.
