Jakarta, TopBusiness – Para pelaku usaha menyambut penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan dengan harapan besar. Pengalaman panjang Suahasil di Kementerian Keuangan dinilai menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendorong roda industri, perdagangan, dan investasi tetap bergerak.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin menilai penunjukan Suahasil tepat di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Menurutnya, pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan akan memudahkan pemerintah mengambil kebijakan fiskal dan ekonomi makro yang kini ditunggu dunia usaha.
“Saya kira dalam situasi ekonomi global yang masih terus bergejolak dan penuh ketidakpastian maka penunjukan Prof Suahasil sebagai Menteri Keuangan adalah langkah yang sangat tepat,” kata Saleh kepada media di Jakarta yang dikutip Selasa (15/9/2026).
Menurut Saleh, Suahasil memiliki jam terbang panjang di Kementerian Keuangan, termasuk pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Latar belakangnya sebagai akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia juga dinilai memperkuat pemahamannya terhadap kebijakan ekonomi.
Saleh berharap pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang mampu menjaga momentum pertumbuhan sektor riil. Sebab, pemerintah membutuhkan sektor swasta sebagai mitra strategis dalam menggerakkan perekonomian nasional.
“Untuk itu selain selaku bendahara negara dalam mengelola perimbangan keuangan pusat dan daerah yang tidak kalah penting adalah bagaimana agar roda perputaran ekonomi sektor swasta dalam hal ini industri dan perdagangan terus berputar dengan kencang jangan sampai terhambat,” ujarnya.
Karena itu, Saleh berharap Menteri Keuangan baru mengedepankan kebijakan fiskal yang memberikan ruang lebih besar bagi dunia usaha untuk berkembang. “Semoga Prof Suahasil terus mengedepankan kebijakan yang pro growth untuk langkah-langkahnya ke depan,” kata dia.
Investasi Jangan Tersendat
Harapan serupa disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani. Namun, perhatian Apindo lebih diarahkan pada penyelesaian berbagai hambatan investasi yang masih terjadi, terutama yang berkaitan dengan perizinan dan regulasi.
“Kami harap nanti dengan Menteri Keuangan yang baru in, pembenahani masalah di bottlenecking ini bisa terus kita lanjutkan,” ujar Shinta dalam acara Jakarta Investment Award 2026 di Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Shinta mengatakan masih terdapat berbagai persoalan perizinan dan regulasi yang perlu diselesaikan bersama pemerintah. Penyelesaian hambatan tersebut dinilai penting agar dapat membantu kelancaran investasi di Indonesia.
Menurut dia, reformasi perizinan di Jakarta telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Namun, sebagian proses investasi masih memiliki keterkaitan dengan pemerintah pusat sehingga membutuhkan kelanjutan koordinasi dan pembenahan di tingkat nasional.
“Memang kami melihat reformasi yang terjadi di Jakarta khususnya untuk perizinan luar biasa tapi memang ada banyak juga hubungannya masih dengan pusat, pemerintah pusat,” kata Shinta.
Suahasil resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Senin (14/9/2026). Ia menjadi Bendahara Negara untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Usai pelantikan, Suahasil mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Ia menegaskan APBN harus tetap dipercaya sekaligus mampu menjalankan fungsi sebagai pendorong pertumbuhan dan stabilisasi ekonomi.
“APBN itu harus dapat dipercaya. Untuk itu kita akan melakukan dengan Kementerian Keuangan yang selama ini sudah bekerja dengan sangat-sangat keras, akan melanjutkan menjaga keuangan negara tersebut menjadi APBN yang nantinya bisa menumbuhkan dan APBN yang juga bisa betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia,” ujar Suahasil.
