TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pelumas Sheel Kuatkan Produksi di Indonesia

Achmad Adhito
16 September 2026 | 07:43
rubrik: Business Info
Gas Bumi Harga Tertentu: Dampak Positif Rp127 Triliun ke Ekspor

Sumber Foto Ilustrasi: Freepik

Jakarta, TopBusiness—Industri pelumas memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aktivitas di sektor manufaktur. Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) terus memperkuat kemampuan industri produk pelumas di dalam negeri melalui penguatan basis manufakturnya. Hal ini tercermin dari masuknya investasi manufaktur dengan membangun kapasitas produksi baru yang sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah, pemanfaatan industri pendukung, dan substitusi impor.

“Bagi Pemerintah, investasi ini penting karena menghadirkan kapasitas produksi dan teknologi manufaktur baru, sekaligus memperkuat keterkaitan dengan industri pendukung di dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus G. Kartasasmita, saat meresmikan Shell Grease Manufacturing Plant di Marunda, Bekasi, Selasa (15/9/2026).

Dalam keterangan resmi, menteri tersebut mengatakan bahwa penguatan basis manufaktur tersebut sejalan dengan kinerja positif industri pengolahan nonmigas (IPNM) nasional. Pada Triwulan II 2026, IPNM tumbuh 5,32 persen secara tahunan (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. IPNM juga memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar, yakni 0,97 poin persentase.

Menperin menyampaikan, kinerja manufaktur nasional tersebut tidak terlepas dari kontribusi dan kepercayaan para pelaku industri yang terus memperkuat kegiatan produksinya di Indonesia. Salah satunya yaitu Shell, yang kembali menunjukkan komitmennya melalui penguatan basis manufaktur di Marunda.

Setelah melakukan pengembangan Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) pada 2022, kapasitas produksi pelumas Shell di Marunda mencapai hingga 300 juta liter per tahun. Kehadiran GMP kemudian melengkapi fasilitas tersebut dengan kapasitas produksi grease sebesar 12.000 ton per tahun.

“Dengan kapasitas tersebut, GMP Marunda berdasarkan data Shell, termasuk dalam tiga besar fasilitas grease Shell secara global. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam pengembangan kegiatan manufaktur Shell,” katanya.

BACA JUGA:   Menteri Dody Pastikan Rehabilitasi Irigasi Rawa Sawah di Kuantan Singingi Perkuat Swasembada Pangan

Pengoperasian GMP Marunda juga memiliki arti penting dalam pemenuhan kebutuhan produk grease di pasar domestik. Pada 2025, impor Indonesia untuk produk grease atau gemuk pelumas dengan kode HS 27101944 tercatat sekitar 22.377 ton. Dari jumlah tersebut, impor produk grease Shell dengan merek Shell Gadus mencapai sekitar 11.757 ton.

Dengan beroperasinya GMP Marunda, produk Shell Gadus yang sebelumnya dipasok dari luar negeri kini dapat diproduksi di Indonesia. Kapasitas produksi tersebut diharapkan semakin memperkuat pemenuhan kebutuhan grease dari produksi dalam negeri sekaligus membuka ruang substitusi impor dan penciptaan nilai tambah di Indonesia.

Selain kapasitas produksi, Menperin menilai keterkaitan investasi dengan industri nasional menjadi aspek penting dalam penguatan ekosistem manufaktur. Saat ini, Shell telah melibatkan lebih dari 50 vendor domestik dengan nilai pengadaan sekitar Rp30 miliar per tahun.

“Keterlibatan vendor domestik menjadi fondasi yang baik untuk membangun ekosistem rantai pasok yang semakin kuat di dalam negeri. Ke depan, local sourcing dapat terus diperluas, terutama untuk bahan baku, kemasan, dan jasa industri, sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas melalui tumbuhnya industri pendukung dan kegiatan ekonomi di sepanjang rantai pasok,” kata Menperin Agus Kartasasmita.

Menperin juga mengapresiasi penerapan teknologi manufaktur modern dan proses yang terotomasi di GMP Marunda. Penerapan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi mutu, serta memperkuat daya saing kegiatan manufaktur.

Dari aspek keberlanjutan, kawasan LOBP Marunda telah menerapkan pemanfaatan panel surya, energy monitoring system, dan rainwater harvesting. Panel surya yang digunakan menghasilkan sekitar 1,1 juta kWh per tahun atau memenuhi sekitar 17 persen kebutuhan listrik di area LOBP.

“Komitmen terhadap manufaktur yang modern, produktif, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan kerja sejalan dengan arah pembangunan industri nasional yang semakin hijau, efisien, aman, dan berkelanjutan,” ujar Menperin.

BACA JUGA:   Berikut, Hunian Modern Premium dari Premier

Lebih lanjut, Menperin berharap GMP Marunda tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berkembang sebagai salah satu basis produksi grease Shell untuk kawasan. Dengan posisi strategis Indonesia, basis manufaktur yang besar, serta pasar domestik yang kuat, fasilitas tersebut memiliki peluang untuk melayani pasar regional dan global.

“Kita mulai dari Indonesia, memperkuat Indonesia, dan pada saatnya membawa produk yang dibuat di Indonesia ke pasar regional dan global. Kita ingin semakin banyak produk yang dibuat di Indonesia mampu masuk dan berperan dalam rantai pasok global,” katanya.

Menperin juga mengapresiasi program sosial dan lingkungan Shell melalui Program Desa BERSEMI yang telah berjalan sejak 2016 dan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 230 rumah tangga di sekitar kawasan. Program tersebut mengembangkan praktik ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah terpadu dengan mengolah limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

“Ini merupakan praktik baik yang patut terus dikembangkan, karena kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” tegas Menperin.

Dengan beroperasinya GMP Marunda, Menperin berharap fasilitas tersebut dapat terus berkembang menjadi kegiatan manufaktur yang produktif, kompetitif, aman, dan berkelanjutan, sekaligus semakin memperkuat keterkaitannya dengan industri nasional dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

Tags: agus kartasasmitakemenperinpelumas shellshell marunda
Previous Post

24 Mahasiswa Turun Langsung ke Rig, Rasakan Jadi Pekerja Migas di IDTC Pertamina Drilling

Next Post

BEI Suspensi Saham UDNG Setelah Harga Anjlok Signifikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR