Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (18/9/2026) dibuka menguat 50,14 poin atau 0,78 persen ke posisi 6.512,57.
Penguatan tersebut membawa IHSG kembali menembus level psikologis 6.500. Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (17/9/2026), IHSG ditutup menguat 25,58 poin atau 0,40 persen ke level 6.462,43.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik tipis 0,41 poin atau 0,06 persen ke posisi 648,79.
Pada awal perdagangan Jumat, aktivitas transaksi saham juga mulai menunjukkan peningkatan. Data awal perdagangan menunjukkan nilai transaksi telah mencapai sekitar Rp363,5 miliar, dengan volume perdagangan sekitar 555,9 juta saham.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 280 saham tercatat menguat, sementara 129 saham melemah dan 554 saham stagnan pada awal perdagangan.
Salah satu saham yang menjadi perhatian pasar adalah PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Saham perusahaan pertambangan batu bara tersebut melonjak 19,96 persen ke posisi sekitar Rp13.825 per saham pada awal perdagangan.
Lonjakan BYAN terjadi setelah muncul informasi mengenai rencana pengalihan sekitar 10 miliar saham, atau sekitar 30 persen dari total saham beredar perseroan, dari pemegang saham pengendali kepada PT Jhonlin Baratama.
Sebelumnya, pada perdagangan Kamis, saham BYAN telah ditutup menguat 1,54 persen ke level Rp11.525 per saham.
Dengan demikian, kenaikan BYAN pada pembukaan Jumat menjadi salah satu faktor yang ikut memberikan dorongan terhadap IHSG, mengingat BYAN merupakan salah satu emiten berkapitalisasi besar di BEI.
Pasar Masih Mencermati Sentimen Global dan Domestik
Penguatan IHSG pada awal perdagangan Jumat berlangsung setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat. S&P 500 tercatat naik 1,14 persen, sedangkan Nasdaq menguat 1,69 persen.
Di dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati perkembangan kebijakan moneter Bank Indonesia setelah keputusan suku bunga The Federal Reserve serta agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan datang.
Selain itu, perdagangan Jumat juga bertepatan dengan sejumlah perubahan dan penyesuaian indeks global yang menjadi perhatian investor, termasuk efektivitas rebalancing indeks FTSE serta GDX dan GDXJ.
Penguatan IHSG sebesar 0,78 persen pada pembukaan menunjukkan adanya tekanan beli yang cukup kuat pada awal perdagangan. Kenaikan sekitar 50 poin dari posisi penutupan sebelumnya juga membuat indeks kembali berada di atas level 6.500.
Namun, pergerakan LQ45 yang hanya naik 0,06 persen menunjukkan bahwa penguatan IHSG pada awal perdagangan belum sepenuhnya tercermin pada kelompok saham unggulan. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan indeks juga dipengaruhi oleh pergerakan sejumlah saham tertentu.
Salah satu penggerak yang paling menonjol adalah BYAN. Lonjakan hampir 20 persen pada saham tersebut memiliki arti penting terhadap IHSG karena kapitalisasi pasar BYAN cukup besar. Dengan demikian, perubahan harga BYAN dapat memberikan kontribusi yang relatif signifikan terhadap pergerakan indeks.
Di sisi lain, dominasi saham yang stagnan, sebanyak 554 saham pada awal perdagangan, menunjukkan bahwa penguatan indeks belum berlangsung secara merata di seluruh pasar. Karena itu, arah perdagangan selanjutnya masih akan sangat bergantung pada kemampuan saham-saham berkapitalisasi besar mempertahankan kenaikan dan apakah partisipasi pembelian akan meluas ke saham lainnya.
Dari sisi transaksi, nilai perdagangan sekitar Rp363,5 miliar dan volume sekitar 555,9 juta saham pada awal perdagangan menunjukkan aktivitas pasar yang sudah berjalan cukup aktif. Namun, angka tersebut masih merupakan data awal sehingga belum dapat dibandingkan secara langsung dengan nilai transaksi sepanjang satu hari perdagangan.
Investor selanjutnya akan mencermati apakah IHSG mampu mempertahankan posisi di atas 6.500 hingga akhir sesi. Pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor komoditas dan perbankan, serta perkembangan sentimen global akan menjadi faktor yang dapat memengaruhi arah indeks sepanjang perdagangan.
Dengan demikian, pembukaan IHSG yang menguat pada Jumat memberikan gambaran adanya respons positif pasar pada awal perdagangan. Namun, keberlanjutan penguatan masih perlu dikonfirmasi oleh perkembangan volume, nilai transaksi, luasnya kenaikan saham, serta pergerakan indeks hingga sesi perdagangan berikutnya.
Data AI
