TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

ESDM Umumkan Pemenang Lelang 6 Wilayah Kerja Migas Tahap I 2026, Komitmen Capai US$141,5 Juta

Albarsyah
18 September 2026 | 16:16
rubrik: Business Info
Anak Usah PTRO Garap Proyek Migas Lepas Pantai Melalui Kontrak EPCIC Proyek Lapangan Hidayah

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan pemenang lelang enam Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) Tahap I Tahun 2026. Keenam WK tersebut terdiri atas dua WK yang ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung dan empat WK melalui lelang reguler area studi ABT 2025.

Penetapan tersebut dilakukan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 yang diterbitkan pada 17 September 2026. Keenam WK yang ditetapkan pemenangnya adalah Sapukala, Natuna D-Alpha, Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan Rupat.

Secara keseluruhan, enam WK migas tersebut memiliki total nilai komitmen pasti untuk tiga tahun pertama sebesar US$141,512 juta, dengan total bonus tanda tangan mencapai US$1,6 juta.

Kementerian ESDM menyatakan penawaran WK migas merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong kegiatan eksplorasi dan membuka peluang ditemukannya sumber daya migas baru. Penambahan cadangan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi migas serta memenuhi kebutuhan energi nasional pada masa mendatang.

“Pemerintah mengharapkan para pemenang dapat memenuhi dan merealisasikan seluruh komitmen yang telah ditetapkan, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan eksplorasi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” demikian keterangan Kementerian ESDM.

Nations Petroleum Menangkan Natuna D-Alpha

Salah satu penetapan yang mendapat perhatian adalah kemenangan PT Nations Petroleum atas WK Natuna D-Alpha melalui mekanisme penawaran langsung.

PT Nations Petroleum ditetapkan dengan komitmen pasti tiga tahun pertama sebesar US$103,309 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$200.000. Nilai komitmen tersebut menjadi yang terbesar di antara enam WK yang ditetapkan pemenangnya.

Berdasarkan laporan Bisnis.com, PT Nations Petroleum merupakan anak usaha Arsari Group yang dimiliki pengusaha Hashim Djojohadikusumo.

Komitmen pada WK Natuna D-Alpha antara lain mencakup tiga paket Geology and Geophysics (G&G) Study, akuisisi dan pemrosesan data seismik 3D seluas 591 kilometer persegi, satu Pilot Unit Design and Engineering, tiga paket CO2 Integrated Study, satu kegiatan Manufacturing, Procurement and Construction, dua paket EPC Design Cost, satu sumur appraisal, satu sumur eksplorasi, serta satu paket Operation, Multi-Mode Testing and Monitoring.

Dengan nilai komitmen pasti sebesar US$103,309 juta, WK Natuna D-Alpha menyumbang sekitar 73% dari total komitmen pasti enam WK migas Tahap I 2026.

BACA JUGA:   Kementerian UMKM Mendukung Ketahanan Pangan Melalui Pembiayaan
Eni hingga Sinopec Jadi Pemenang

Selain Natuna D-Alpha, pemerintah menetapkan Eni Indonesia Limited sebagai pemenang WK Sapukala. Perusahaan tersebut memiliki komitmen pasti tiga tahun pertama sebesar US$8 juta dan bonus tanda tangan US$200.000.

Komitmen Eni mencakup dua paket G&G Study serta akuisisi dan pemrosesan data seismik 3D seluas 1.500 kilometer persegi.

Selanjutnya, WK Bengara II dimenangkan oleh Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited dengan komitmen pasti sebesar US$16,5 juta dan bonus tanda tangan US$300.000.

Komitmen tersebut mencakup tiga paket G&G Study, akuisisi dan pemrosesan data seismik 3D seluas 100 kilometer persegi, serta pengeboran satu sumur eksplorasi.

Untuk WK Pesut Mahakam, pemenangnya adalah PT Timur Hijau Investama dengan komitmen pasti sebesar US$7,403 juta dan bonus tanda tangan US$300.000.

Komitmen tersebut terdiri atas tiga paket G&G Study serta akuisisi dan pemrosesan data seismik 3D seluas 235,1 kilometer persegi.

PT Timur Hijau Investama juga ditetapkan sebagai pemenang WK Puri. Nilai komitmen pasti tiga tahun pertama mencapai US$3,35 juta, dengan bonus tanda tangan US$300.000. Komitmennya meliputi tiga paket G&G Study serta akuisisi dan pemrosesan data seismik 2D sepanjang 200 kilometer.

Sementara itu, Cinda Energy (Hong Kong) Limited memenangkan WK Rupat dengan komitmen pasti sebesar US$2,95 juta dan bonus tanda tangan US$300.000. Komitmennya mencakup tiga paket G&G Study dan pengeboran satu sumur eksplorasi.

Berikut daftar pemenang lelang WK Migas Tahap I Tahun 2026:

Wilayah KerjaMekanismePemenangKomitmen Pasti 3 Tahun PertamaBonus Tanda Tangan
SapukalaPenawaran LangsungEni Indonesia LimitedUS$8 jutaUS$200.000
Natuna D-AlphaPenawaran LangsungPT Nations PetroleumUS$103,309 jutaUS$200.000
Bengara IILelang Reguler Area Studi ABT 2025Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings LimitedUS$16,5 jutaUS$300.000
Pesut MahakamLelang Reguler Area Studi ABT 2025PT Timur Hijau InvestamaUS$7,403 jutaUS$300.000
PuriLelang Reguler Area Studi ABT 2025PT Timur Hijau InvestamaUS$3,35 jutaUS$300.000
RupatLelang Reguler Area Studi ABT 2025Cinda Energy (Hong Kong) LimitedUS$2,95 jutaUS$300.000

Di sisi lain, pemerintah belum menetapkan pemenang untuk tiga WK, yakni Rombebai, Maratua II, dan Jayapura.

BACA JUGA:   Kado Kemerdekaan – Konstruksi dan Commisioning Proyek Tangguh Train 3 telah Selesai

Kementerian ESDM selanjutnya menetapkan ketiga WK tersebut sebagai Wilayah Kerja Available. Status tersebut membuka kembali kesempatan bagi Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap untuk berpartisipasi dalam kegiatan eksplorasi melalui mekanisme penawaran langsung, baik melalui Studi Bersama maupun tanpa Studi Bersama sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketiga WK tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. WK Rombebai memiliki luas 7.367,48 kilometer persegi di daratan dan lepas pantai Papua, sedangkan WK Maratua II memiliki luas 4.350,36 kilometer persegi di daratan dan lepas pantai Kalimantan Utara. Adapun WK Jayapura memiliki luas 7.299,41 kilometer persegi di daratan dan lepas pantai Papua.

Untuk WK Available tersebut, pemerintah membuka peluang pengajuan penawaran melalui Lelang Penawaran Langsung tanpa Studi Bersama. Prosesnya dilaksanakan dalam jangka waktu 30 hari kalender, sedangkan usulan dapat disampaikan kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi paling lama enam bulan sejak ditetapkannya hasil penawaran WK.

Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap juga dapat mengusulkan term and condition yang berbeda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pengembangan masing-masing WK.

ESDM Buka Lelang 8 WK Migas Tahap II

Bersamaan dengan pengumuman pemenang lelang Tahap I, pemerintah juga membuka penawaran lelang WK migas Tahap II Tahun 2026.

Pada tahap ini terdapat delapan WK yang ditawarkan, terdiri atas tujuh WK melalui mekanisme Penawaran Langsung dan satu WK melalui lelang reguler.

Tujuh WK yang ditawarkan melalui Penawaran Langsung adalah Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, dan Palu. Sementara itu, WK Leti Selatan ditawarkan melalui mekanisme lelang reguler.

Untuk WK Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, dan Palu, akses Bid Document dibuka mulai 17 September hingga 31 Oktober 2026, sedangkan batas akhir pemasukan Dokumen Partisipasi adalah 2 November 2026.

BACA JUGA:   Investor Asing Kian Getol Beli Saham Hingga Rp 1,13 Triliun

Adapun untuk WK Leti Selatan, akses Bid Document dibuka mulai 17 September 2026 hingga 14 Januari 2027, dengan batas akhir pemasukan Dokumen Partisipasi pada 14 Januari 2027.

Pemerintah menyatakan penawaran tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus membuka peluang eksplorasi dan mengoptimalkan potensi migas nasional guna mendukung kebutuhan energi pada masa mendatang.

Kementerian ESDM juga menyebut sejumlah penyempurnaan kebijakan telah dilakukan untuk mendukung iklim investasi hulu migas, antara lain peningkatan porsi bagi hasil bagi kontraktor, pemberian 10% First Tranche Petroleum (FTP), fleksibilitas pemilihan skema kontrak Cost Recovery maupun Gross Split, 100% harga Domestic Market Obligation (DMO), serta kemudahan akses data melalui keanggotaan Migas Data Repository.

Badan Usaha dan/atau Bentuk Usaha Tetap yang berminat mengikuti lelang Tahap II Tahun 2026 dapat melakukan registrasi dan mengakses Bid Document melalui laman resmi lelang Wilayah Kerja Migas Kementerian ESDM sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tags: kementerian esdmskk migas
Previous Post

Kerugian Membengkak, Danantara Dorong INKA Jalani Transformasi Menyeluruh

Next Post

IHSG Melemah, Tekanan Jual Berlanjut hingga Penutupan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR