Jakarta, BusinessNews Indonesia – Pemerintah berencana membangun jalur kereta api layang atau loopline di Jakarta pada 2019. Pembangunan tersebut diperkirakan menelan investasi sekitar Rp 10 triliun.
“Kalau dilihat situasinya baru bisa mulai tahun depan. Pengerjaannya dua sampai tiga tahun. Investasinya mendekati Rp 10 triliun. Kita akan kerja sama dengan Pemprov DKI,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat ditemui di Gran Melia, Jakarta, Jumat (11/5/2018).
Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan jalur kereta api layang dibutuhkan dalam rangka mengantisipasi keberadaan lintasan sebidang dan juga untuk meminimalisir kecelakaan di perlintasan kereta api.
“Loopline itu pada dasarnya mengubah jalan lingkar jakarta menjadi elevated supaya tidak ada lintasan sebidang. Kalau tidak ada lintasan sebidang, ada dua hal yang paling diuntungkan adalah tidak ada intruksi perjalanan. Kedua adalah mengurangi kecelakaan,” tutur dia.
Adapun rute pembangunan loopline ini akan melintasi daerah Serpong, Tanah Abang, Jakarta Kota, Kemayoran dan Manggarai. Sementara jenis kereta yang dipakai akan menggunakan kereta seperti LRT (Light Rail Transit).
“Lintasannya ada dari barat. Ada yang dari Serpong terus ke Tanah Abang ke Kota, Kemayoran balik lagi ke Manggarai yaitu elevated. Jenis keretanya hampir seperti LRT,” ujar dia.
