Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Lautan Luas Tbk menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebanyak Rp 200 miliar pada tahun ini. Sumber pendanaan ini berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Perusahaan berkode saham LTLS di Bursa Efek Indonesia tersebut akan menggunakan capex untuk mendanai peningkatan kapasitas produksi setiap pabrik anak usaha.
“Kami memiliki 17 fasilitas manufaktur. Perinciannya, 14 di Indonesia, dua di China dan satu di Vietnam,” ujar Herman Santoso, Direktur Operasional PT Lautan Luas Tbk, usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di kantor Lautan Luas, Jumat (11/5).
Lautan Luas menjalankan aneka bisnis mulai dari produksi krimer, pengolahan air, penjualan bahan kimia dan perawatan air atau water treatment. Mereka juga menghasilkan bahan baku produk perawatan tubuh dan menjalankan bisnis agri.
Khusus untuk krimer, lautan Luas mengoperasikan pabrik berkapasitas terpasang 61.600 ton per tahun. Target mereka adalah meningkatkan utilitas pabrik dari 50% saat ini menjadi 70%.
Selain aneka bisnis tadi, Lautan Luas juga tengah getol memasarkan produk Fiber Creme. Salah satu produk yang kami terus genjot yakni merek Fiber Creme.
Fiber Creme merupakan bahan makanan yang terbuat dari serat sayuran, oligosakarida dan minyak kelapa. Mayoritas pelanggannya adalah perusahaan kopi dan sereal. Bisnis tersebut berjalan melalui PT Lautan Natural Krimerindo.
RUPST Lautan Luas menyepakati pembagian dividen Rp 30 per saham atau total sekitar Rp 45,5 miliar dari laba bersih tahun lalu. Selanjutnya, perincian penggunaan sisa laba bersih terdiri dari Rp 104,3 miliar sebagai saldo laba dan Rp 200 juta sebagai dana cadangan.
Sementara itu, pada kuartal I-2018, PT Lautan Luas Tbk mencatat pertumbuhan pendapatan 1,17% year on year (yoy) menjadi Rp 1,73 triliun. Pencapaian pertumbuhan itu memang masih mini. Namun, mereka tetap memegang target pertumbuhan pendapatan antara 15%-20% tahun ini. Strategi Lautan Luas adalah meningkatkan kualitas produk.
Sebagai perbandingan, tahun lalu Lautan Luas mencetak pendapatan Rp 6,59 triliun dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih Rp 149,89 miliar. Masing-masing tumbuh 2,33% yoy dan 149,44% yoy.
