TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Simak Rekomendasi Saham Pekan Ini dari Analis Ipot

Achmad Adhito
21 September 2026 | 07:30
rubrik: Capital Market
Rukun Raharja Siaga Rp250 Miliar Buyback Saham

Ilustrasi Bursa Saham (Dhi/AI Gemini)

Jakarta, TopBusiness—Sepanjang perdagangan 14–18 September 2026 lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi -1,53% ke level 6.441,16 dari 6.541,38 pekan sebelumnya. “Pelemahan ini menggerus kapitalisasi pasar BEI sebesar 1,58% menjadi Rp11.266 triliun dari Rp11.446 triliun,” kata analis saham dari Indo Premier Sekuritas (Ipot), Brigita Kinari, dalam analisisnya yang diterima pada paginya ini oleh wartawannya Majalah TopBusiness.

Tekanan. Juga terlihat. Dari arus dana asing yang mencatat net sell sekitar Rp2,9 triliun sepekan, termasuk net sell Rp1,79 triliun pada Jumat (18/9). Secara kumulatif sepanjang 2026, net sell asing mencapai Rp74,36 triliun.

Selanjutnya pada perdagangan Jumat, 18 September 2026, IHSG berbalik melemah 0,33% setelah sempat menguat dan menguji level 6.521. Pelemahan ini tercatat meluas ke hampir seluruh sektor, terutama industrial (-1,64%), property (-1,44%), dan healthcare (-1,12%), sementara technology menjadi satu-satunya sektor yang menguat (+0,27%).

Gita menjelaskan pergerakan pasar global sepanjang pekan terakhir diwarnai pengetatan moneter serentak dan meningkatnya risiko carry trade unwind. The Fed menaikkan suku bunga 25 bps ke kisaran 3,75%-4,00%, kenaikan pertama sejak 2023, dan masih memproyeksikan satu kali kenaikan lagi hingga akhir tahun ke kisaran 4,00%-4,25%.

Bank of Japan (BoJ) turut menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 1,25%, level tertinggi dalam sekitar tiga dekade, sementara yield US Treasury 10Y sempat menyentuh all time high di 5,04%.

“Menyempitnya spread suku bunga AS-Jepang mengurangi daya tarik Yen sebagai funding currency, sehingga risiko carry trade unwind dan selective outflow dari emerging markets meningkat,” jelas Gita.

Ia menambahkan, di sisi komoditas, harga minyak mulai melandai. WTI bergerak di kisaran US$100 per barel dan Brent di kisaran US$103-104 per barel, dengan koreksi harian sekitar 1%-1,5%. Penurunan ini didukung pulihnya sekitar 50% kapasitas East West Pipeline Arab Saudi yang sedikit meredakan kekhawatiran pasokan minyak global.

BACA JUGA:   Sentimen Positif dari Pasar Global Topang Pergerakan IHSG

Sebaliknya, emas menguat sekitar 1% dan bertahan di atas US$4.300 per ons, mencerminkan meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pengetatan moneter. Secara keseluruhan, tren pengetatan moneter di tengah risiko inflasi yang masih tinggi menjadi faktor pembatas bagi aset berisiko, terutama pasar emerging market, meski melandainya harga minyak sedikit mengurangi tekanan inflasi.

Sementara itu dari dalam negeri (domestik), sentimen tertekan oleh kombinasi faktor kebijakan dan teknikal pasar. Suahasil Nazara resmi menjabat Menteri Keuangan menggantikan Purbaya dengan fokus menjaga defisit fiskal di bawah 3%, meski muncul dorongan dari DPR untuk membahas ulang batas defisit tersebut.

S&P Global memperingatkan risiko kredit dan tekanan laba bank BUMN, sementara pemerintah mempertahankan mandatori B50 tanpa kenaikan ke B60 pada 2027. Dengan potensi kenaikan Fed rate lanjutan, Bank Indonesia berpeluang menaikkan BI Rate hingga kisaran 6% pada akhir tahun, bergantung pada stabilitas Rupiah ke depan. Tekanan tambahan datang dari eksekusi rebalancing FTSE Russell GEIS.

“Perubahan indeks berbasis harga penutupan 18 September berlaku efektif pada pembukaan perdagangan 21 September, dengan 29 saham RI dicoret dari indeks dan 10 saham diturunkan ke Micro Cap, sementara normalisasi penuh masih ditunda hingga review Desember 2026. Dengan net sell asing yang masih besar, arah arus dana asing dan stabilitas Rupiah tetap menjadi faktor utama yang perlu dicermati,” kata Gita lagi.

Prediksi IHSG dan Rekomensi Pekan Ini

Secara teknikal IHSG ditutup di 6.441 atau di bawah MA5 dan MA20. MA5 telah membentuk dead cross terhadap MA20 yang mengindikasikan pelemahan jangka pendek. Indikator momentum sejalan dengan MACD yang telah membentuk dead cross sebelumnya terhadap signal line & histogram negatif yang kian melebar.

BACA JUGA:   Hari Ini, IHSG Diperkirakan Naik

Sementara itu, dari sisi tekanan jual masih cukup besar diikuti volume yang cukup besar. Namun, IHSG masih bertahan di atas MA60, sehingga tren menengah belum berbalik dan koreksi saat ini masih dapat dibaca sebagai pullback.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.370, peluang technical rebound ke area 6.541-6.581 tetap terbuka, dengan MA20 sebagai dynamic resistance. Sebaliknya, jika 6.370 ditembus ke bawah, IHSG berpotensi menguji area level 6.200 – 6.279 (dekat MA60 sebagai dynamic support). Kami memperkirakan IHSG cenderung konsolidasi dengan tekanan jual yang masih dominan pada awal pekan. Support di 6.200 – 6.279, resistance di 6.585 – 6.633,” Gita menganalisis.

Gita selanjutnya merekomendasikan saham dan reksa dana syariah ini:

  1. Buy ANTM (Entry: 3.290 – 3.320, Target Price (TP): 3.710, Stop Loss (SL): 3.110). Secara teknikal, pergerakan ANTM menunjukkan potensi penguatan lanjutan setelah berhasil bergerak di atas support MA5 nya diikuti volume di atas rata-rata 20 hari. Tren jangka pendek hingga panjang masih terjaga diperkuat dengan indikator MACD yang mengonfirmasi momentum positif lanjutan.
  2. Buy MTEL (Entry: 500, Target Price (TP): 535 , Stop Loss (SL): 484). Secara teknikal, pergerakan MTEL menunjukkan struktur yang solid setelah membentuk pola candlestick Bullish Engulfing dan berhasil rebound dari support historisnya. Konfirmasi ini diperkuat oleh AI Trade yang mengindikasikan adanya akumulasi senyap dari smart money, sehingga saham ini berpotensi melanjutkan kenaikannya.
  3. Buy IMPC (Entry: 1.695, Target Price (TP): 1.825, Stop Loss (SL): 1.630). Secara teknikal, pergerakan IMPC menunjukkan struktur yang solid setelah untuk jangka pendek kembali bergerak di atas MA5. Konfirmasi ini diperkuat oleh ADX score 27.3 yang menunjukkan tren bullish kuat, sehingga saham ini berpotensi melanjutkan kenaikannya.
  4. Buy Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD). Power Fund Series (PFS) berkode XGLD menawarkan alternatif investasi yang efisien bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di Bursa, tanpa perlu membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung. Dengan karakteristik yang sesuai prinsip syariah, XGLD dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio sekaligus sarana untuk memanfaatkan potensi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian dan volatilitas pasar. Investor juga dapat melakukan transaksi unit penyertaan XGLD melalui aplikasi IPOT layaknya ETF pada umumnya, sehingga memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam mengakses aset emas.
Tags: brigita kinariipotrekomendasi saham mingguan
Previous Post

Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum di Aceh Beroperasi Penuh, Pulihkan Jalur Logistik Lintas Timur Sumatra

Next Post

IHSG Rawan Koreksi di Awal Pekan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR