TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

FTSE Russell Naikkan Status Pasar Saham Vietnam Jadi Secondary Emerging Market

Nurdian Akhmad
21 September 2026 | 11:06
rubrik: Business Info, Capital Market
FTSE Russell Naikkan Status Pasar Saham Vietnam Jadi Secondary Emerging Market

Foto: Saigon online

Jakarta, TopBusiness – Pasar saham Vietnam resmi naik status dari pasar negara berkembang menjadi pasar negara maju sekunder (Secondary Emerging Market) mulai 21 September 2026. Peningkatan peringkat oleh FTSE Russell ini menjadi tonggak penting bagi integrasi pasar modal Vietnam ke dalam arus investasi global.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi yang berlangsung pada 18 September 2026 kemarin. Perwakilan FTSE Russell memberikan penilaian positif terhadap prospek pasar saham Vietnam, seiring dengan berbagai reformasi dan upaya peningkatan integrasi pasar modal internasional.

CEO FTSE Russell Fiona Bassett seperti dikutip Saigon Online, Senin (21/9/2026), mengatakan, masuknya Vietnam ke dalam indeks acuan global merupakan pengakuan signifikan atas reformasi dan peningkatan integrasi negara tersebut ke pasar modal internasional.

Menurutnya, langkah ini memperkuat posisi Vietnam sebagai tujuan investasi internasional yang semakin penting sekaligus mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek pasar saham Vietnam.

Perwakilan FTSE Russell juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan pasar modal Vietnam. Seiring dengan peningkatan status tersebut, dana dari Vanguard, perusahaan manajemen aset terbesar kedua di dunia, mulai dialokasikan untuk menambah saham Vietnam ke dalam portofolionya pada 21 September.

Peningkatan peringkat pasar saham Vietnam berpotensi mendorong masuknya modal asing. Sebelumnya, berdasarkan statistik perusahaan sekuritas, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sekitar US$3,5 miliar di pasar Vietnam selama delapan bulan pertama 2026.

Namun, arus modal asing mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan menjelang peningkatan peringkat. Pada pekan perdagangan 14–18 September, investor asing mencatat pembelian bersih lebih dari 2.600 miliar dong Vietnam. Arus dana tersebut turut mendukung kenaikan Indeks VN sebesar 20,45 poin menjadi 1.815,66 poin.

Direktur Riset dan Analisis Vietcap Securities Company Hoang Nam memperkirakan, total aliran modal dari reksa dana indeks ke pasar Vietnam setelah peningkatan peringkat FTSE Russell dapat mencapai US$2–3 miliar. Alokasi awal sebesar 10% diproyeksikan mencapai US$200–300 juta pada September 2026.

BACA JUGA:   Kini DBS Pasarkan Online Obligasi Ritel Indonesia

Sementara itu, Direktur Pasar Luar Negeri SSI Securities Company Thomas Nguyen memperkirakan investor aktif dan sumber modal lainnya berpotensi mengalokasikan sekitar US$10 miliar ke pasar Vietnam dalam 12 bulan mendatang, di luar aliran modal pasif dari dana indeks.

Meski membuka peluang investasi, peningkatan peringkat pasar juga menghadirkan tantangan pengelolaan risiko. Anggota Dewan Penasihat Kebijakan Keuangan dan Moneter Nasional Dr. Can Van Luc mengingatkan agar arus modal asing tidak mendorong spekulasi jangka pendek, kenaikan harga saham yang melampaui nilai fundamental, maupun risiko sistemik.

Ia menekankan bahwa modal asing tidak selalu bersifat jangka panjang. Arus dana dapat masuk dengan cepat ketika kondisi pasar mendukung, tetapi juga dapat keluar ketika sentimen berubah. Ketergantungan berlebihan terhadap modal asing berpotensi meningkatkan tekanan terhadap harga saham, likuiditas, dan nilai tukar.

Direktur Jenderal UOBAM Vietnam Fund Management Company Thieu Thi Nhat Le menilai, dampak utama peningkatan status pasar saham terletak pada perubahan jangka panjang terhadap struktur dan kualitas pasar. Proses ini dapat mendorong reformasi standar pengungkapan informasi, memperluas akses pasar, serta memperkuat fondasi investor institusional.

Dari sisi regulator, Menteri Keuangan Ngo Van Tuan menegaskan bahwa peningkatan status pasar saham bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah baru yang menuntut standar lebih tinggi dari pasar dan otoritas pengawas.

Kementerian Keuangan akan memprioritaskan penguatan kerangka hukum dan lingkungan investasi, peninjauan strategi pengembangan pasar saham untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan, serta peningkatan transparansi, aksesibilitas, dan likuiditas pasar.

Selain itu, pemerintah akan melanjutkan modernisasi infrastruktur teknologi dan sistem perdagangan, melakukan diversifikasi produk investasi, serta memperkuat pengawasan dan penegakan hukum untuk melindungi hak investor.

BACA JUGA:   PPRE Siapkan Rp293 Miliar untuk Buyback Saham

Komisi Sekuritas Negara dan Kementerian Keuangan juga menyiapkan mekanisme kliring pusat untuk pasar saham, mengembangkan mekanisme transaksi dan pembayaran jasa, serta meninjau rasio maksimum kepemilikan asing.

Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan pasar saham Vietnam beroperasi secara lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan setelah peningkatan status oleh FTSE Russell.

Tags: FTSE Russell
Previous Post

BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Next Post

BNI Perkuat Peran sebagai Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR