Jakarta, TopBusiness — PT Putra Perkasa Abadi (PPA) Site Borneo Indobara (BIB) mencatat pertumbuhan jumlah manpower sekaligus peningkatan investasi dalam pengembangan kompetensi karyawan sepanjang 2025. Total manpower PPA Site BIB mencapai 4.166 karyawan, meningkat dibandingkan 3.897 karyawan pada 2024.
Pertumbuhan manpower tersebut turut diikuti dengan peningkatan program pengembangan kompetensi. Total training cost meningkat dari sekitar Rp3,399 miliar pada 2024 menjadi Rp6,640 miliar pada 2025, atau naik sebesar 95,35 persen.
Group Leader HCGA PPA Site BIB, Daniel Marhazan Putra, mengatakan peningkatan investasi training merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengimbangi pertumbuhan manpower dengan peningkatan kompetensi karyawan.
“Pertumbuhan manpower tentunya perlu diimbangi dengan pengembangan kompetensi. Karena itu, peningkatan training menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan karyawan mendapatkan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan,” ujar Daniel kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026 secara daring dari Jakarta, Selasa (22/09/2026).
Tampak hadir pula, Sunaryo selaku Division Head HCGA, Aditya Rendy Artha (Dept. Head HCD), Noor Akhmad (Dept. Head HCGA), Rochmad Choirul (Sect. Head SHE), Randi (Sect. Head Engineering), dan Maulida Wahyu Saputri (Group Leader HCGA).
Peningkatan program training juga terlihat dari rata-rata waktu pelatihan yang diterima karyawan. Manpower training meningkat dari 52,13 jam per orang pada 2024 menjadi 60,59 jam per orang pada 2025, atau mengalami peningkatan sebesar 16,21 persen.
Sementara itu, jumlah karyawan yang mengikuti program training meningkat signifikan. Pada 2024, sebanyak 969 karyawan tercatat mengikuti pelatihan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.797 karyawan pada 2025, atau naik sebesar 85,57 persen.
Dari total 4.166 karyawan, mayoritas merupakan tenaga kerja yang mendukung aktivitas operasional. Sebanyak 3.152 orang atau 75,7 persen merupakan operator dan mekanik.
Selanjutnya, 634 orang atau 15,2 persen merupakan Group Leader, 312 orang atau 7,5 persen merupakan karyawan non-operator, 55 orang atau 1,3 persen merupakan Section Head, dan 13 orang atau 0,3 persen merupakan Department Head.
Dari sisi status tenaga kerja, komposisi karyawan lokal dan non-lokal juga relatif berimbang. Karyawan lokal tercatat sebanyak 2.091 orang atau sekitar 50,2 persen, sedangkan karyawan non-lokal sebanyak 2.075 orang atau sekitar 49,8 persen.
Berdasarkan gender, manpower PPA Site BIB masih didominasi laki-laki, yakni sebanyak 4.120 orang atau 98,9 persen, sementara karyawan perempuan berjumlah 46 orang atau 1,1 persen.
Sejalan dengan pertumbuhan organisasi, total management cost dari 2024 ke 2025 mengalami peningkatan sebesar 0,81 persen.
Sementara itu, total compensation cost meningkat sebesar 0,84 persen, dari sekitar Rp15,9 miliar pada 2024 menjadi Rp16,066 miliar pada 2025.
Peningkatan tersebut menjadi bagian dari dinamika pengelolaan manpower seiring bertambahnya jumlah tenaga kerja dan kebutuhan operasional perusahaan.
Dari sisi employee retention, PPA Site BIB juga mencatat penurunan angka voluntary separation sebesar 39,6 persen pada 2025 dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Daniel, alasan voluntary separation yang ditemukan pada karyawan umumnya berkaitan dengan keputusan pribadi, terutama faktor keluarga.
“Alhamdulillah, voluntary separation di tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 39,6 persen. Secara umum, alasan yang disampaikan karyawan lebih banyak berkaitan dengan kemauan pribadi dan faktor keluarga,” jelasnya.
Dengan pertumbuhan manpower yang diiringi peningkatan investasi pengembangan kompetensi serta penurunan voluntary separation, PPA Site BIB terus memperkuat pengelolaan sumber daya manusia sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlangsungan operasional perusahaan.
PPA BIB Perkuat Transformasi Berbasis People
PPA BIB menempatkan aspek manusia atau people sebagai salah satu elemen penting dalam menjalankan aktivitas dan transformasi organisasi. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan setiap perubahan dapat berjalan seiring dengan pengembangan sumber daya manusia.
Daniel mengatakan, perusahaan mengusung tema Human Capital Strategy dengan prinsip “Deliver Results Through People”. Menurutnya, manusia memiliki peran penting dalam setiap aktivitas maupun proses transformasi yang dilakukan organisasi.
“Dalam Human Capital Strategy sendiri, kami punya tema dan prinsip Deliver Results Through People. Jadi, people atau manusia menjadi unsur yang sangat penting dalam setiap aktivitas maupun setiap transformasi dalam organisasi,” ujar Daniel.
Ia menjelaskan, peran manusia juga tercermin dalam aspek kepemimpinan. Bagi perusahaan, leadership tidak hanya dimaknai sebagai sebuah jabatan atau posisi struktural, tetapi juga sebagai katalisator yang mendorong terjadinya perubahan di dalam organisasi.
“Dari sisi leadership, kami melihat bahwa kepemimpinan bukan hanya sekadar jabatan. Leadership harus menjadi katalisator untuk perubahan,” kata Daniel.
Selain penguatan kepemimpinan, perusahaan juga mendorong tumbuhnya inovasi dan critical thinking sebagai bagian dari budaya kerja. Kedua aspek tersebut menjadi landasan bagi karyawan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus menghadapi berbagai tantangan bisnis.
Daniel menuturkan, inovasi dan kemampuan berpikir kritis diharapkan tidak hanya muncul ketika perusahaan menghadapi perubahan besar, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan dalam menjalankan pekerjaan.
“Kami juga terus meningkatkan fuel untuk inovasi dan critical thinking. Ini menjadi landasan dalam setiap aktivitas dan pekerjaan sehari-hari. Jadi, inovasi dan kemampuan berpikir kritis selalu kami tempatkan di depan,” ujarnya.
Dalam implementasinya, strategi pengembangan manusia tersebut turut didukung oleh pemanfaatan teknologi. Perusahaan melihat teknologi sebagai salah satu enabler yang dapat membantu karyawan menjalankan aktivitas secara lebih efektif sekaligus mendukung percepatan bisnis.
Menurut Daniel, kombinasi antara manusia, kepemimpinan, inovasi, critical thinking, dan teknologi menjadi bagian yang saling melengkapi dalam membangun organisasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan.
“Teknologi juga menjadi bagian yang mendukung kami dalam beraktivitas dan mengimplementasikan berbagai hal. Pada akhirnya, teknologi membantu akselerasi bisnis,” tutur Daniel.
Dalam paparannya, Daniel menjelaskan bahwa strategi tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan pengembangan manusia, kepemimpinan, inovasi, serta sistem dan teknologi dalam mendukung transformasi organisasi.
Secara lebih rinci dalam materi presentasi PPA terlihat perusahaan terus memperkuat strategi Human Capital sebagai bagian penting dalam mendukung keberhasilan transformasi dan pencapaian kinerja perusahaan. Strategi tersebut menempatkan manusia sebagai elemen utama melalui empat fokus, yaitu People, Leadership, Value Creation, serta System & Technology.
Melalui strategi Human Capital Strategies, PPA mengusung semangat “Deliver Results Through People”, yang menegaskan bahwa pencapaian hasil bisnis tidak terlepas dari kualitas, kepemimpinan, inovasi, dan sistem yang mendukung insan perusahaan.
Pada aspek People, PPA menempatkan karyawan sebagai unsur penting dalam keberhasilan setiap transformasi. Pengembangan kapabilitas dan keterlibatan insan perusahaan menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan bisnis.
Selanjutnya, aspek Leadership menekankan bahwa pemimpin tidak hanya berperan dalam menjalankan fungsi jabatan, tetapi juga menjadi katalisator perubahan. Kepemimpinan yang kuat diharapkan mampu mendorong kolaborasi, memberikan arah yang jelas, serta menggerakkan organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Sementara itu, Value Creation menjadi landasan dalam setiap aktivitas melalui penguatan inovasi dan critical thinking. Pendekatan ini mendorong insan PPA untuk terus menghasilkan gagasan dan solusi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.
Aspek keempat, System & Technology, diarahkan pada penguatan sistem serta implementasi teknologi terbarukan. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu mempercepat proses bisnis, meningkatkan efektivitas kerja, dan mendukung organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan industri.
Keempat fokus tersebut menunjukkan bahwa strategi Human Capital PPA tidak hanya berorientasi pada pengelolaan sumber daya manusia, tetapi juga pada bagaimana people, leadership, innovation, serta system and technology dapat bergerak secara terpadu untuk menghasilkan kinerja yang berkelanjutan.
Dengan semangat “Deliver Results Through People”, PPA terus mendorong penguatan kapabilitas insan perusahaan sebagai fondasi dalam menghadirkan transformasi dan penciptaan nilai bagi perusahaan.
