Jakarta, TopBusiness – Polesan Human Capital (HC) bagi Bank Kaltimtara, sebagai Bank Pembangunan Daerah atau BPD yang sangat besar operasionalnya, karena melingkupi dua provinsi yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara adalah suatu tantangan besar.
Namun, karena sebagai lembaga keuangan tingkat daerah, maka tentunya memilki tugas khusus yakni sebagai “agent pembangunan “. Dalam hal ini, BPDharus bisa memberikan kontribusi besar di berbagai pembiayaan dalam beragam sektor. Itu mesti dilakukan karena untuk melaksanakan fungsi intermediasi, agar perekonomian daerah Kaltimtara bisa tumbuh dan berkembang, setara dengan kemajuan daerah lain.
Apalagi di dua provinsi tersebut, banyak sekali sektor industri besar yang tumbuh dan bergerak. Seperti, industri pertambangan mineral, pembangkit listrik serta indutri minyak dan gas bumi, serta perkebunan kelapa sawit yang tersebar.
Ditegaskan Pemimpin Divisi Human Capital (HC) Bank Kaltimtara Abdul Haris Sahilin, di institusi perbankan milik dua provinsi ini, pihaknya membangun culture transformation dengan mewujudkan budaya organisasi yang kondusif.
“Melalui budaya implementasi program 6C, yaitu championship, creativity, caring, caracter, citizenship, dan costumer focus. Dan juga didintaklanjuti oleh learning development, peningkatan kompetensi pegawai sejalan dengan kebutuhan pekerjaan dan tuntutan bisnis,” kata dia, dihadapan Dewan Juri TOP HUMAN CAPITAL Awards 2023, yang berlangsung secara dalam jaringan, di Jakarta, belum lama ini.
Dijelaskan Abdul Haris Salihin, melalui pelatihan dan pengembangan, serta pula menempatkan tenaga-tenaga yang kapabel dibeidangnya dan memiliki talenta dibidang tersebut. “Dan juga memberikan reward bagi seluruh karyawan dari level bawah hingga level atas. Serta juga Human Capital (HC) harus menjadi roll model dalam membangun budaya kineja di seluruh lini dan divisi”, tagas Abdul Haris Sahilin dalam presentasi.
Pada sesi penjurian ini, dari pihak Bank Kaltimtara dihadiri pula Pemimpin Departement Manajemen Karier Nurul Sulaiha, Pemimpin Departement Kompensasi dan Benefit Reny Shafrini, Pemimpin Departemen Learning &Development Delvi Zulfiyanti, Pemimpin Departement HCIS Bima Catur Hatmok.
Peran BPD Bank Kaltimtara, sebagai institusi bank milik daerah harus menjadi lembaga perbankan yang kuat di dearah. Tidak hanya sebagai penonton di daearah sendiri, apalagi dua provinsi tersebut menjadi kawasan pertumbuhan perekonomian dengan berbagai perusahaan asing yang beroperasi dalam melakukan aktivitas perekonomian di berbagai sektor unggulan Sumber Daya Alam (SDA).
Menurut Abdul Haris Salihin, Bank Kaltimtara dalam meningkatkan kualitas SDM didukung tiga program yang dilakukan. Pertama, membengun kultur development. Untuk itu, ada beberapa langkah dalam membangun kultur seperti, Kultur Transformation Roadmap, diikuti Kultur problem/Toxic. Kemudian, Build and Accelerate Winning Team. Ada juga, Implementing and Evaluation Culture Activition.
Kedua, Membangun Business Development dengan meluncurkan Learning Development dengan target sasaran sebagai berikut, Learning Developmnet Architecture, lalu Competency Modeling, diikuti Traning Need Analysis (TNA), dan Learning Development Program, serta Implementing Learning Developmnet Program
Saat ini SDM Bank Kaltimtara ini sebanyak 2.394, dengan komposisi pekerja lelaki sebanyak 1.145 orang dan perempuan 1.234 atau sebanyak 52 persen. Sementara posisi milineal dan post milineal sebanyak 88,51 persen.
Board Of Director (BOD) sebanyak 3 orang di pegang oleh laki-laki dan 2 orang perempuan atau 40 persen. Sementra, management 364 orang atau 69 persen diduduki oleh kaum pria, dan 162 atau 31 persen diduduki oleh kaum wanita.
