Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG pada hari Selasa (22/09) ditutup melemah pada level 6,277.04 (-1.69%).
Pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor Energy (-2.76%) dan Industrials (-2.31%). Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp 671.63 miliar di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti: BBRI, TINS, BBCA, BMRI, dan TPIA.
Sentimen negatif disebabkan oleh pelaku pasar global merespon setelah FTSE merubah status Vietnam dari frontier market ke emerging market, yang mampu menarik dana investor asing masuk ke Bursa saham Vietnam. Selain itu para investor masih menantikan hasil RDG BI.
Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, masih di bawah MA20 dan MA5, indikator Stochastic mengindikasikan akan golden cross pada area deep oversold sehingga berpeluang besar mengalami technical rebound.
“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami penguatan. Berikut saham pilihan hari ini: AMMN, UNVR, PGEO, dan SMGR,” sebut riset harian dari Research Team, PT Reliance Sekuritas Tbk, Rabu (23/9/2026).
Sementara itu, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup cenderung bervariasi, disebabkan oleh penurunan saham sektor keuangan diimbangi oleh kekuatan berkelanjutan di sektor teknologi dan harga minyak yang tidak banyak bergerak.
MARKET OUTLOOK
Pada pagi ini (saat laporan ini dibuat), mayoritas indeks menguat. Seperti Indeks Kospi menguat +1.41%.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6,213 dan resistance pada level 6,347 dengan kecenderungan menguat,” sebutnya.
