Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (23/9/2026) dibuka menguat 20,91 poin atau 0,33 persen ke level 6.297,95.
Penguatan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45. Indeks LQ45 naik 1,56 poin atau 0,25 persen ke posisi 627,17.
Beberapa menit setelah perdagangan dibuka, IHSG kembali bergerak menguat hingga sekitar 0,61 persen. Pada awal perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 6.297,95 hingga 6.315.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga awal perdagangan tercatat sebanyak 222 saham menguat, sementara 89 saham melemah dan 323 saham lainnya stagnan.
Aktivitas transaksi juga mulai terlihat. Nilai transaksi saham pada awal perdagangan mencapai sekitar Rp94,34 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 175,62 juta saham. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 22.137 kali.
Dengan demikian, posisi IHSG pada pembukaan berada di level 6.297,95, atau bertambah 20,91 poin dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan IHSG terjadi setelah pada perdagangan Selasa (22/9/2026) indeks ditutup melemah tajam 1,69 persen atau 107,68 poin ke level 6.277,04. Pada perdagangan sebelumnya tersebut, sebanyak 533 saham melemah, 139 saham menguat, dan 118 saham stagnan.
Pelaku pasar pada perdagangan Rabu turut mencermati keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia mengenai arah suku bunga acuan. Selain faktor domestik, pergerakan pasar juga dipengaruhi sentimen global, nilai tukar rupiah, harga komoditas, serta perkembangan geopolitik.
Adapun pada awal perdagangan Rabu, perubahan harga saham secara keseluruhan menunjukkan 222 saham berada di zona hijau, 89 saham di zona merah, dan 323 saham tidak mengalami perubahan harga. Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan IHSG pada awal sesi berlangsung ketika jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang mengalami penurunan.
Data AI
