TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Transformasi HR PT Semen Baturaja, Bidik Organisasi Agile dan Produktif

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:09
rubrik: Event
Transformasi HR PT Semen Baturaja, Bidik Organisasi Agile dan Produktif

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) terus memperkuat transformasi penanganan SDM atau  human capital (HC) sebagai bagian dari strategi mendorong produktivitas dan pertumbuhan bisnis perusahaan yang berkelanjutan. Transformasi tersebut dituangkan dalam roadmap human capital 2025–2029, yang mengintegrasikan penguatan organisasi, pengembangan talenta, digitalisasi, hingga pemanfaatan artificial intelligence (AI).

Jakarta, TopBusiness – PT Semen Baturaja Tbk merupakan  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di industri semen yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan, serta beroperasi sebagai anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Aktivitas usahanya mencakup produksi semen, pengantongan semen, produksi terak dan usaha terkait. Saat ini, memiliki fasilitas produksi yang tersebar di Baturaja (Sumatera Selatan), Palembang (Sumatera Selatan), dan Panjang (Bandar Lampung).

Perusahaan juga mengalami dinamika, di mana pada 14 Maret 2013 Perseroan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dan berubah status menjadi perusahaan terbuka dengan nama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. Pada 19 Desember 2022, terjadi integrasi Perseroan ke dalam PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) yang telah diselesaikan sebagai bagian dari pembentukan holding BUMN Subklaster Semen.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Akta Perjanjian Pengalihan Saham antara Negara Republik Indonesia dan SIG, di mana sebanyak 7.499.999.999 Saham Seri B milik Negara Republik Indonesia di Perseroan dialihkan kepada SIG. Dengan demikian, status Perseroan berubah dari Persero menjadi perusahaan non-Persero dengan nama PT Semen Baturaja Tbk (Persero) Tbk (SMBR).

Seiring dengan perkembangan dan dinamikan yang ada,  perusahaan juga melakukan transformasi bidang Human Respurce (HR) sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis perusahaan secara berkelanjutan di seluruh aspek yang berkaitan dengan sumber daya manusia atau karyawan. Selama tiga tahun terakhir, hingga akhir tahun lalu tercatat jumlah sebanyak 847 orang per 31 Desember (termasuk karyawan kontrak), berkurang dari tahun sebelumnya sebanyak  859 (2024), serta 885 di tahun 2023.

Untuk memperkuat implementasi kinerja keberlanjutan, Perusahaan memiliki strategi keberlanjutan yang berfokus pada empat pilar, yaitu Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan; Iklim, Energi & Keanekaragaman Hayati; Ekonomi Sirkular; serta Pengembangan Karyawan dan Komunitas.

Sejak tahun 2023, seiring dengan program peningkatan produktivitas karyawan tetap, Perusahaan telah mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja tetap dan tidak lagi merekrut pekerja alih daya. Dengan demikian pada tahun 2025 Perusahaan tidak mempekerjakan pekerja yang bukan pekerja langsung (Pekerja Alih Daya).

BACA JUGA:   Pemerintah Resmi Alihkan 75,51 Persen Saham Semen Baturaja ke SIG

Terkait HR, perusahaan terus melakukan penguatan kualitas sumber daya manusia, melalui pengembangan sistem manajemen talenta yang selaras dengan strategi induk, untuk menciptakan SDM yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perubahan. Sebagai bagian dari anak BUMN, SMBR menerapkan nilai budaya AKHLAK, sebagai budaya Perusahaan yang harus ditaati oleh seluruh Insan SMBR. Kebijakan ini juga sebagai bentuk komitmen Perusahaan dalam mewujudkan transformasi sumber daya manusia BUMN yang berdaya saing dan siap menjadi pemain global di industrio semen.

Perseroan menempatkan pengembangan kompetensi karyawan sebagai sebagai salah satu prioritas dalam pengelolaan Perseroan. Dengan dukungan SDM yang berkualitas dan kompeten, Perseroan diharapkan mampu menghasilkan capaian kinerja yang unggul. “Strategi human capital perusahaan diarahkan untuk membangun fondasi HC yang kuat, sekaligus memastikan organisasi memiliki talenta dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Transformasi human capital kami diarahkan untuk mengembangkan potensi SDM untuk sustainable business excellence,” ungkap Direktur Keuangan & SDM PT Semen Baturaja, Rahmat Hidayat, dalam wawancara penjurian “TOP Human Capital Awards 2026” (22/09/2026)  yang dihelat Majalah TopBusiness secara daring.

Dalam kaitan ini, SMBR telah memiliki roadmap  dan membagi pengembangan HC ke dalam sejumlah tahapan. Pada 2025, fokus diarahkan pada building strong foundation, antara lain melalui penyelarasan strategi HC, pembentukan organisasi agile, competency mapping, talent mobility dan workforce planning.

Memasuki 2026, fokus bergeser pada optimization & productivity. Program yang dijalankan mencakup organization design and resizing, talent mapping, individual development program, performance management, learning and knowledge management, serta penyelarasan corporate culture dengan SIG.

Tahap berikutnya pada 2027 diarahkan pada talent & leadership, dengan agenda talent identification and assessment, critical position mapping, succession planning, leadership development program, serta penguatan sistem integrasi HC.

Sementara pada 2028, perusahaan menargetkan pengembangan digital, capability & culture, termasuk pemanfaatan people analytics dan HC dashboard, digitalisasi HC, pengembangan future skills untuk otomasi, AI dan digital plant, serta pembangunan high performance culture. Dan pada 2029, transformasi tersebut diarahkan pada value creation & innovation, melalui predictive people analytics, strategi HC berbasis AI dan otomasi, serta strategic workforce planning.

BACA JUGA:   Inovasi dan Efisiensi Tingkatkan Performa BPR Bahteramas Buton, Catat Lonjakan Laba 295 Persen

Organisasi Lebih Ramping

Dalam paparannya disebutkan, salah satu langkah transformasi yang telah dilakukan SMBR adalah melakukan perampingan struktur organisasi. Perubahan ini ditujukan untuk mengoptimalkan struktur organisasi sesuai proses bisnis, sekaligus menyelaraskannya dengan struktur organisasi di lingkungan SIG dan anak perusahaan lainnya.

Perubahan organisasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dalam mendukung program restrukturiasi di induk, serta memfasilitasi tenaga kerja yang terdampak proses integrasi ke SIG. “Hasil yang dituju adalah terbentuknya organisasi dalam perusahaan yang lebih adaptive dan agile dalam menghadapi berbagai perubahan dan dinamika yang berkembang,” ungkap Rahmat Hidayat, di damping tim (Fitria Margareta, Edward bastian, dan Robvy Santoso).

Strategi HC SMBR sendiri bertumpu pada sejumlah pilar, antara lain corporate value and culture, talent management, learning and leadership development, performance management and reward, serta HC governance, operation and policy.Kelima area tersebut diarahkan untuk mendukung produktivitas, cost leadership, succession planning, organization effectiveness dan penguatan tata kelola human capital.

Kinerja bisnis ikut menguat

Transformasi human capital tersebut berjalan seiring dengan perbaikan sejumlah indikator bisnis perusahaan. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam penjurian, pendapatan SMBR meningkat dari sekitar Rp2,09 triliun pada 2024 menjadi Rp2,36 triliun pada 2025. Laba bersih juga naik dari sekitar Rp129,25 miliar menjadi Rp171,92 miliar.

Pada saat yang sama, total compensation cost turun dari sekitar Rp249,46 miliar pada 2024 menjadi Rp216,70 miliar pada 2025. Jumlah karyawan juga berkurang dari 854 orang menjadi 805 orang.

Menariknya, meski jumlah karyawan turun, jumlah karyawan yang mendapatkan pelatihan justru meningkat dari 4.155 orang pada 2024 menjadi 4.921 orang pada 2025. Total biaya pelatihan tercatat turun dari sekitar Rp2,13 miliar menjadi Rp784,82 juta.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa agenda HC SMBR tidak hanya berorientasi pada pengembangan SDM, tetapi juga pada efektivitas organisasi dan produktivitas.

Selain aspek produktivitas dan talenta, SMBR juga menempatkan employee experience dan high performance culture sebagai bagian dari transformasi HC.

BACA JUGA:   Perumdam Tirta Dharma Purabaya Nilai GRC sebagai Modal Dasar

Dalam aspek employee wellbeing, perusahaan menjalankan berbagai program seperti senam pagi, Wellness Day 2026, health talk bersama psikolog dan ahli gizi, serta berbagai kegiatan yang mendorong aktivitas fisik karyawan.

SMBR juga memberikan penghargaan kepada karyawan yang memperoleh hasil medical check-up (MCU) dengan kategori fit selama dua tahun berturut-turut. Dari sisi fasilitas, perusahaan menyediakan ruang laktasi dan day care bagi karyawan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan sekaligus keterlibatan karyawan.

Adopsi Digital dan AI

Transformasi SMBR juga memasuki ranah digital melalui agenda Digital HC & AI Enablement. Area ini menjadi salah satu bagian khusus dalam Human Capital Management System (HCMS) perusahaan.

Pengembangan digital HC tersebut sejalan dengan roadmap jangka menengah perusahaan yang menargetkan pemanfaatan people analytics, HC dashboard, digitalisasi HC, serta pengembangan future skills yang berkaitan dengan otomasi, AI dan digital plant.

Dengan pendekatan tersebut, fungsi human capital di SMBR secara bertahap diarahkan dari fungsi administratif menjadi bagian strategis dalam pengambilan keputusan bisnis dan penciptaan nilai perusahaan.

Rahmat mengatakan, penguatan HC menjadi penting karena perubahan lingkungan bisnis membutuhkan organisasi yang semakin adaptif, memiliki talenta yang tepat dan mampu mengantisipasi kebutuhan kompetensi di masa depan. “Human capital harus terus berkembang mengikuti kebutuhan bisnis. Karena itu, roadmap kami tidak berhenti pada pengelolaan SDM saat ini, tetapi juga mempersiapkan kompetensi, kepemimpinan dan organisasi untuk kebutuhan masa depan,” kata Rahmat.

Bagi SMBR, transformasi tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan, yakni memastikan pengelolaan manusia, organisasi dan teknologi memberikan kontribusi nyata terhadap business impact dan sustainability perusahaan.

TOP Human Capital Awards merupakan ajang penghargaan tertinggi bagi perusahaan yang dinilai berhasil mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia secara unggul dan berkelanjutan melalui penerapan Human Capital Management System (HCMS). Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), konsultan Human Capital, konsultan bisnis dan manajemen, serta akademisi dari berbagai Pergirian Tinggi Indonesia.

Tags: semen baturaja
Previous Post

10 Pompa Diterjunkan, 300 Hektare Sawah di Sentra Padi Karawang Terselamatkan dari Kekeringan

Next Post

Sumur RECO#4 Berproduksi 1.528 BOPD, PHR Optimalkan Kembali Lapangan Idle

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR