TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diperkirakan Uji Area 6.208-6.258 di Akhir Pekan

Agus Haryanto
25 September 2026 | 08:02
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi investasi reksa dana. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – MNCS Daily Scope 25 September 2026 menjelaskan bahwa IHSG terkoreksi 1,2% ke level 6.298 pada perdagangan sebelumnya, disertai tekanan jual yang cukup kuat. Koreksi tersebut membuat IHSG menembus MA60. Berdasarkan analisis MNCS, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave a dari wave (x), sehingga indeks berpotensi terlebih dahulu menguji rentang 6.208-6.258.

Sementara itu, area penguatan terdekat IHSG berada pada level 6.322-6.344.

Support IHSG berada di 6.267 dan 6.108, sedangkan resistance berada di 6.440 dan 6.535.

INCO

INCO terkoreksi 1,46% ke Rp4.720 dan disertai munculnya tekanan jual. Pergerakannya juga masih belum mampu menembus MA20.

MNCS memperkirakan, selama INCO masih mampu bertahan di atas Rp4.600 sebagai level stoploss, posisi saham tersebut berada pada awal wave [c] dari wave B.

Strategi: Trading Buy pada Rp4.660-Rp4.710.

Target price berada di Rp5.000 dan Rp5.300, dengan stoploss di bawah Rp4.600.

MDKA

MDKA terkoreksi 0,65% ke Rp3.060 dan disertai tekanan jual. MNCS memperkirakan posisi MDKA saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [a] pada label hitam.

Strategi: Buy on Weakness pada Rp2.980-Rp3.060.

Target price berada di Rp3.180 dan Rp3.210, dengan stoploss di bawah Rp2.930.

SSIA

SSIA menguat 2,04% ke Rp1.750 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Namun, pergerakan saham tersebut belum mampu menembus MA20.

MNCS memperkirakan SSIA saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave 2.

Strategi: Buy on Weakness pada Rp1.690-Rp1.730.

Target price berada di Rp1.790 dan Rp1.830, dengan stoploss di bawah Rp1.640.

TAPG

TAPG menguat 2,02% ke Rp2.020 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama TAPG masih mampu bertahan di atas Rp1.945 sebagai level stoploss, MNCS memperkirakan saham tersebut sedang membentuk bagian dari wave [b] dari wave 2.

BACA JUGA:   IHSG Dibuka Menguat di Tengah Ramainya Aktivitas Transaksi Awal Perdagangan

Strategi: Buy on Weakness pada Rp1.970-Rp2.000.

Target price berada di Rp2.150 dan Rp2.210, dengan stoploss di bawah Rp1.945.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Perkuat Sinergi Hukum, Hutama Karya dan Kejati Bali Teken Perjanjian Kerja Sama

Next Post

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham SMLE

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR