TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BEI Perkuat Strategi Human Capital untuk Dukung Master Plan 2026–2030

Agus Haryanto
25 September 2026 | 19:23
rubrik: Event
BEI Perkuat Strategi Human Capital untuk Dukung Master Plan 2026–2030

Jakarta, TopBusiness — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menempatkan penguatan sumber daya manusia (human capital) sebagai salah satu enabler utama dalam menjalankan strategi perusahaan 2026–2030. Strategi tersebut antara lain diarahkan untuk memperkuat kapabilitas, budaya, dan kesiapan talenta dalam mendukung agenda pengembangan pasar modal.

Hal itu disampaikan Umi Kulsum, Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, dalam pemaparan kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026 secara daring di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Menurut Umi, strategi human capital BEI disusun dengan mengacu pada strategi perusahaan dalam Master Plan 2026–2030. Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian yang melekat pada sejumlah pilar strategis perusahaan, termasuk pertumbuhan transaksi, pengembangan bisnis di luar transaksi ekuitas, peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, serta peningkatan inklusivitas investor.

“Strategi human capital kami melekat langsung pada strategi BEI tahun 2026–2030. Penguatan human capital menjadi salah satu enabler untuk mendukung pencapaian pilar-pilar strategis perusahaan,” ujar Umi saat mempresentasikan materi berjudul “Indonesia Stock Exchange – Unlocking IDX People to Strengthen Indonesia’s Capital Market”.

Ia menjelaskan, keselarasan antara strategi bisnis dan strategi human capital diperlukan untuk memastikan kesiapan organisasi dalam menjalankan agenda perusahaan. Karena itu, BEI mengembangkan berbagai inisiatif yang mencakup penguatan kapabilitas, budaya perusahaan, serta kesiapan talenta dalam menghadapi perubahan kebutuhan bisnis.

Salah satu fondasi yang diperkuat adalah nilai TIPS sebagai bagian dari budaya perusahaan. Penguatan budaya tersebut dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain mendorong inovasi, membangun budaya yang berorientasi pada pelanggan (customer- centric), meningkatkan kesiapan terhadap perkembangan teknologi melalui digital savvy culture, serta mengembangkan kompetensi karyawan melalui program continuous upskilling and reskilling.

“Yang kami bangun bukan hanya kompetensinya, tetapi juga budaya dan cara kerja yang sesuai dengan kebutuhan bisnis ke depan. Kami ingin memastikan talenta BEI memiliki kemampuan untuk terus berkembang seiring dengan perubahan lingkungan bisnis dan teknologi,” kata Umi.

BACA JUGA:   BPR Kuningan Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini dengan Tabungan SimPel

Dalam implementasinya, strategi human capital BEI mencakup sejumlah aspek pengelolaan sumber daya manusia, mulai dari talent attraction, upskilling and reskilling, career and succession planning, hingga performance and rewards management.

Pada aspek pengelolaan kinerja, BEI telah menerapkan 360-degree performance appraisal. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi dan pengembangan karyawan dengan mempertimbangkan perspektif dari berbagai pihak yang berinteraksi dengan karyawan.

Selain pengembangan talenta dan pengelolaan kinerja, BEI juga memperkuat organizational effectiveness, corporate culture innovation, employee experience, serta human capital digitalisation.

Berbagai inisiatif tersebut diarahkan untuk memastikan fungsi human capital terintegrasi dengan kebutuhan dan strategi bisnis perusahaan. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan organisasi.

“Pada akhirnya, fungsi human capital harus menjadi bagian yang terintegrasi dengan strategi bisnis. Kapabilitas, budaya, dan kesiapan talenta perlu dibangun agar organisasi mampu menjalankan strategi perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Umi.

Melalui penguatan kapabilitas dan budaya organisasi tersebut, BEI menyiapkan sumber daya manusia yang dapat mendukung pelaksanaan Master Plan 2026–2030 sekaligus merespons perkembangan kebutuhan organisasi dan industri pasar modal.

Dalam materi presentasi penjurian TOP Human Capital Awards 2026, BEI menempatkan penguatan SDM sebagai salah satu enabler dalam Strategy House BEI 2026–2030.

Dalam strategi tersebut, BEI menetapkan arah untuk menciptakan pasar modal Indonesia yang inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global. Arah tersebut ditujukan untuk membawa pasar modal Indonesia mencapai posisi Top 10 bursa efek dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dan atau nilai transaksi, sekaligus memberikan nilai tambah optimal bagi investor, perusahaan tercatat, dan perekonomian Indonesia.

Untuk mendukung destination statement 2030 tersebut, BEI menetapkan sejumlah aspired state, yakni Democratized Access, Globally Connected, Strategic Partner for Listed & Prospective Companies, Synergistic Value Creation, Innovative Market-Fit Products, serta Data & Technology as a Core Business.

Strategi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam empat pilar strategis utama perusahaan, yaitu Pertumbuhan Bisnis Transaksi, Pengembangan Bisnis Non-Transaksi, Peningkatan Kuantitas & Kualitas Perusahaan Tercatat, serta Peningkatan Inklusivitas untuk Segmen Investor.

BACA JUGA:   Membangun Ekosistem Berkelanjutan: CSR Japfa Sentuh Gizi Anak, Peternak, hingga Lingkungan

Pada pilar pertama, Pertumbuhan Bisnis Transaksi, BEI mengembangkan produk sesuai pasar yang berbasis minat pasar yang lebih spesifik. Selain itu, strategi tersebut mencakup upaya memperkuat posisi sebagai hub pasar regional pasar modal syariah, meningkatkan akses melalui optimalisasi spesifikasi produk, serta mengembangkan program inovatif pendukung likuiditas.

Sementara itu, pada pilar kedua, Pengembangan Bisnis Non-Transaksi, BEI mengembangkan bisnis non-transaksi dan kemitraan strategis serta mengembangkan layanan Data Analytics.

Pada pilar ketiga, Peningkatan Kuantitas & Kualitas Perusahaan Tercatat, strategi diarahkan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan dengan pendampingan pra-IPO serta mendukung capital formation perusahaan tercatat dengan program percepatan pasca-IPO.

Adapun pilar keempat, Peningkatan Inklusivitas untuk Segmen Investor, diarahkan untuk mendorong pertumbuhan investor dengan memperkuat strategi pengembangan pasar yang disesuaikan terhadap kebutuhan masing-masing kelompok investor.

Penguatan SDM

Di antara berbagai strategi tersebut, penguatan SDM menjadi salah satu enabler yang mendukung implementasi keseluruhan strategi perusahaan.

Materi strategi BEI 2026–2030 menyebutkan bahwa penguatan SDM dilakukan dengan mengoptimalkan value TIPS melalui budaya inovatif, customer-centric, digital savvy, dan continuous upskill and reskill. “Penguatan SDM: Mengoptimalkan value TIPS melalui budaya inovatif, customer-centric, digital savvy dan continuous upskill and reskill,” demikian poin strategi yang tercantum dalam Strategy House Bursa Efek Indonesia 2026–2030.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa penguatan SDM ditempatkan secara langsung dalam kerangka strategi perusahaan, terutama untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

Penguatan SDM juga berjalan berdampingan dengan sejumlah enabler lainnya. Salah satunya adalah Efisiensi Proses & Sinergi, yang diarahkan untuk mengoptimalkan efisiensi proses, tata kelola, dan sinergi dalam cakupan Holding serta Anak Perusahaan.

Selanjutnya, BEI menetapkan Strategic Alliance sebagai bagian dari enabler dengan tujuan menciptakan nilai tambah dari pengelolaan investasi secara efektif serta meningkatkan kerja sama dengan institusi dan bursa global.

BACA JUGA:   Ini Program Keberlanjutan Bisnis IKEA

BEI juga memperkuat dan mengoptimalkan Aset TI dengan memastikan adopsi TI dan infrastruktur TI yang resilient & future-ready, sekaligus mendukung pasar modal yang aman dan terpercaya.

Selain itu, aspek Tata Kelola Data diperkuat melalui data governance, termasuk data stewardship, data custodian, dan data ownership untuk mendukung efisiensi operasional dan bisnis layanan data.

Dengan demikian, penguatan SDM menjadi bagian yang terintegrasi dalam keseluruhan Strategy House Bursa Efek Indonesia 2026–2030. Pengembangan budaya inovatif, customer-centric, digital savvy, serta continuous upskill and reskill ditempatkan sebagai bagian dari upaya BEI mempersiapkan kapabilitas organisasi dalam merealisasikan strategi perusahaan hingga 2030.

Keseluruhan strategi tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya pasar modal Indonesia yang inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global, serta memperkuat kontribusi pasar modal terhadap investor, perusahaan tercatat, dan perekonomian Indonesia.

Previous Post

Banjir Kembali Terjang Jembatan Kuning Aceh Tenggara, Flyover Jadi Solusi Permanen

Next Post

Pertamina Drilling Bawa Strategi DEI ke Konferensi Internasional di Malaysia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR