TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Masih Rawan Koreksi pada Selasa Ini

Agus Haryanto
29 September 2026 | 08:19
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi investasi reksa dana. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan pelemahannya pada perdagangan sebelumnya. IHSG terkoreksi 1,51% ke level 6.147 dan pergerakannya masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat.

Secara teknikal, IHSG telah menutup gap dan koreksinya telah mencapai area yang sebelumnya diperkirakan. Tim riset memperkirakan downtrend yang terjadi saat ini masih merupakan bagian dari wave a dari wave (x) pada label hitam. Dengan demikian, IHSG masih memiliki risiko melanjutkan koreksi untuk menguji rentang Rp6.088-Rp6.111.

Level support IHSG berada di 6.041 dan 5.984, sedangkan resistance berada di 6.297 dan 6.419.

Di tengah kondisi pasar yang masih terkoreksi, sejumlah saham menjadi perhatian berdasarkan analisis teknikal MNCS Daily Scope.

AADI: Buy on Weakness

Saham AADI menguat 3,33% ke level Rp11.625 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Namun, penguatan tersebut masih tertahan oleh MA20. Secara teknikal, posisi AADI diperkirakan sedang berada pada awal wave [v] dari wave 3.

Strategi yang dapat diperhatikan adalah buy on weakness pada area Rp11.475-Rp11.600. Target harga berada di Rp12.050 dan Rp12.500, dengan batas risiko atau stoploss di bawah Rp11.225.

BRPT: Buy on Weakness

BRPT terkoreksi 2,32% ke level Rp1.475 dan masih menghadapi tekanan jual. Berdasarkan analisis teknikal, downtrend BRPT diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [ii].

Investor dapat mencermati strategi buy on weakness pada area Rp1.420-Rp1.460. Target harga berada di Rp1.550 dan Rp1.695, sementara stoploss ditetapkan di bawah Rp1.380.

PSAB: Spec Buy

PSAB melemah 0,93% ke level Rp530 dengan tekanan jual yang cenderung meningkat. Namun, koreksi saham tersebut masih mampu tertahan oleh MA60.

Posisi PSAB saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 5 dari wave (1) pada label hitam, atau bagian dari wave 3 dari wave (3) pada label merah.

BACA JUGA:   IHSG Diperkirakan Menguat Hari Ini

Untuk strategi spekulatif, area spec buy berada di Rp486-Rp505. Target harga berada di Rp555 dan Rp575, dengan stoploss di bawah Rp478.

PTRO: Sell on Strength

Berbeda dengan ketiga saham sebelumnya, PTRO direkomendasikan untuk strategi sell on strength. Saham ini bergerak melemah dan ditutup di level Rp5.300, dengan tekanan jual yang masih meningkat.

Secara teknikal, PTRO diperkirakan sedang berada di akhir wave [e] dari wave X pada pola triangle. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa ruang penguatan saham diperkirakan relatif terbatas dan masih terdapat risiko melanjutkan koreksi.

Area koreksi PTRO berikutnya diperkirakan berada di Rp4.510-Rp4.830. Strategi sell on strength dapat diperhatikan pada rentang Rp5.350-Rp5.450.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

74% Warga Asia Tak Pandang Warisan Sebatas Aset Finansial, Pendidikan pun Penting

Next Post

BEI Suspensi Saham BIKE Imbas Kenaikan Harga Kumulatif Signifikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR