Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026). IHSG turun 29,05 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.118,81, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.147,86.
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga bergerak di zona merah. LQ45 turun 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 607,77.
Tekanan terhadap IHSG kemudian semakin dalam pada menit-menit awal perdagangan. Berdasarkan data perdagangan sekitar pukul 09.20 WIB, IHSG berada di level sekitar 6.030 atau melemah sekitar 116 poin atau 1,91 persen.
Pada waktu tersebut, volume perdagangan mencapai sekitar 9,74 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp2,84 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 384.403 kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 591 saham melemah, 74 saham menguat, sementara 91 saham tidak mengalami perubahan.
Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WIB, aktivitas perdagangan tercatat dengan volume sekitar 1,33 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 50 ribu kali dengan nilai transaksi sekitar Rp275,68 miliar. Sebanyak 274 saham melemah, 162 saham menguat, dan 227 saham bergerak stagnan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut mengalami tekanan pada awal perdagangan. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 3,23 persen menjadi Rp11.250 per saham. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melemah 2,70 persen ke Rp2.520, sedangkan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 2,74 persen menjadi Rp1.420.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 0,88 persen ke Rp4.490. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 1,61 persen menjadi Rp3.050, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 1,67 persen ke Rp177.
Di sektor perbankan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,80 persen ke Rp6.175. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) melemah 0,46 persen menjadi Rp1.080.
Di sisi lain, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) masih menguat 0,29 persen ke Rp3.470. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga naik 0,64 persen menjadi Rp3.160 per saham.
Pelemahan IHSG terjadi setelah pada perdagangan Senin (28/9/2026), indeks ditutup turun 94,03 poin atau 1,51 persen ke level 6.147,86. Pada perdagangan tersebut, volume transaksi mencapai sekitar 34,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,57 triliun dan frekuensi sekitar 1,63 juta kali.
Pergerakan pasar saham domestik pada Selasa pagi turut dipengaruhi oleh sentimen bursa regional serta perhatian investor terhadap perkembangan ekonomi global, pergerakan nilai tukar rupiah, imbal hasil obligasi Amerika Serikat, harga energi, dan kondisi geopolitik.
Dengan tekanan yang terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, pergerakan IHSG sepanjang sesi pertama perdagangan akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau mulai mereda.
Data AI
