TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

APBN 2027 Resmi Disahkan, Defisit Ditetapkan Rp 671,16 Triliun

Nurdian Akhmad
29 September 2026 | 17:31
rubrik: Ekonomi
APBN 2027 Resmi Disahkan, Defisit Ditetapkan Rp 671,16 Triliun

Foto: Tangkapan Layar Youtube TVR Parlemen

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah bersama DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (29/9/2026).

Pengesahan dilakukan setelah seluruh fraksi dan anggota DPR RI menyatakan persetujuan terhadap RUU APBN 2027. Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin proses pengambilan keputusan tersebut dan mengetukkan palu sebagai tanda pengesahan.

“Apakah dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?” tanya Puan kepada seluruh anggota DPR RI dalam rapat paripurna.

“Setuju,” jawab anggota dewan yang hadir.

Dengan pengesahan tersebut, APBN 2027 menjadi landasan pemerintah dalam menjalankan kebijakan fiskal tahun depan. Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, dengan tetap mengarahkan kebijakan fiskal untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam pendapat akhir pemerintah mengatakan, persetujuan APBN 2027 merupakan hasil pembahasan yang dinamis dan konstruktif antara pemerintah dan DPR.

“Persetujuan ini merupakan hasil dari proses pembahasan yang sangat dinamis dan konstruktif antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat. Kami percaya bahwa diskusi antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat merupakan dialektika yang sehat dalam demokrasi kita,” kata Suahasil.

Menurut dia, berbagai pandangan, masukan, dan pendalaman selama pembahasan menjadi bagian penting untuk memperkuat arsitektur APBN agar semakin matang dan akuntabel.

“Seluruh masukan yang disampaikan menunjukkan satu komitmen bersama, yaitu menghadirkan APBN yang menumbuhkan, APBN yang melindungi, dan APBN yang kredibel,” ujarnya.

Suahasil mengatakan, APBN 2027 disusun di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, antara lain akibat ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, risiko gangguan rantai pasok, volatilitas harga, serta dinamika suku bunga global.

BACA JUGA:   Harga Minyak Capai Titik Keseimbangan Baru pada 2024

Namun, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen. Inflasi juga disebut tetap terkendali, arus modal masuk meningkat, dan cadangan devisa berada pada level yang aman.

Di dalam negeri, APBN 2026 hingga Agustus juga dinilai masih menunjukkan kinerja solid. Pendapatan negara tumbuh, sementara belanja negara meningkat dengan defisit tercatat 0,93 persen terhadap PDB.

“Ini menegaskan bahwa APBN tetap menjadi instrumen yang kredibel untuk menumbuhkan ekonomi dan melindungi masyarakat,” kata Suahasil.

Untuk 2027, pemerintah dan DPR menyepakati kebijakan fiskal yang tetap ekspansif, namun dilaksanakan secara terarah dan terukur. Defisit anggaran ditetapkan sebesar 2,4 persen terhadap PDB.

“Prinsipnya jelas, kebijakan fiskal harus tetap prudent tetapi tidak pasif. Fiskal harus hadir untuk menjaga momentum pertumbuhan, melindungi masyarakat dengan tetap menjaga kredibilitasnya,” ujarnya.

Berikut postur APBN 2027:


Komponen
Besaran
Pendapatan NegaraRp3.435,10 triliun
Penerimaan PerpajakanRp2.911,95 triliun
PajakRp2.593,35 triliun
Kepabeanan dan CukaiRp318,60 triliun
PNBPRp522,48 triliun
HibahRp0,66 triliun
Belanja NegaraRp4.106,26 triliun
Belanja Pemerintah PusatRp3.371,26 triliun
Belanja K/LRp1.556,89 triliun
Belanja Non-K/LRp1.814,36 triliun
Transfer ke DaerahRp735 triliun
Keseimbangan Primer-Rp20,85 triliun
Defisit AnggaranRp671,16 triliun (2,4% PDB)
Pembiayaan AnggaranRp671,16 triliun

Asumsi Makro APBN 2027

IndikatorTarget 2027
Pertumbuhan ekonomi6%
Inflasi2,5%
Nilai tukar rupiahRp17.500/US$
Suku bunga SBN 10 tahun6,9%
Harga minyak mentah (ICP)US$75/barel
Lifting minyak bumi612,5 ribu barel/hari
Lifting gas bumi954 ribu barel setara minyak/hari

Selain menjaga pertumbuhan, APBN 2027 diarahkan untuk memperkuat sejumlah program prioritas nasional. Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp824 triliun, perlindungan sosial Rp539,7 triliun, dan ketahanan pangan Rp195,3 triliun.

BACA JUGA:   Pacu UMKM, Kemenkop Dorong Produksi Masker Kain Senilai Rp150 Miliar

Anggaran pendidikan antara lain digunakan untuk Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, renovasi sekolah dan madrasah, pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, serta dukungan beasiswa dan pengembangan talenta melalui LPDP.

Sementara anggaran perlindungan sosial diarahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, miskin, dan rentan melalui berbagai program, termasuk PKH, bantuan pangan, kartu sembako, serta bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional.

Adapun anggaran ketahanan pangan ditujukan untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.

Transfer ke daerah dalam APBN 2027 ditetapkan sebesar Rp735 triliun. Pemerintah menyebut kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan agenda pembangunan dan penguatan pelayanan publik dapat berjalan lebih merata di seluruh daerah.

Suahasil menambahkan, APBN 2027 juga difokuskan pada sejumlah klaster program prioritas nasional yang mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

Sementara itu, program pendukung mencakup penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi.

Pemerintah juga menetapkan sejumlah sasaran pembangunan dalam APBN 2027.

IndikatorTarget 2027
Tingkat pengangguran terbuka4,3–4,87%
Tingkat kemiskinan6–6,5%
Kemiskinan ekstrem0–0,5%
Rasio Gini0,360–0,365
Indeks modal manusia0,575
Indeks kesejahteraan petani0,8038
Nilai tukar petani126–128
Nilai tukar nelayan106–110
Proporsi lapangan kerja formal40,81%
Penciptaan lapangan kerja baru2,57–3,49 juta orang
GNI per kapitaUS$5.800–5.840
GNI per kapitaRp98,54–99,22 juta

Suahasil menegaskan, pengelolaan APBN 2027 akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, dengan optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pembiayaan yang inovatif dan terukur.

“Dengan sinergi yang kuat, kami yakin APBN 2027 dapat dilaksanakan secara efektif dan akuntabel untuk menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan, dan mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Tags: APBN 2027Asumsi Makro APBN 2027
Previous Post

IHSG Ditutup Melemah di Akhir Sesi Selasa

Next Post

Olsera Perkuat Transformasi Human Capital melalui Digitalisasi dan Pengembangan Talenta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR