Jakarta, TopBusiness – Sebagai bentuk dukungan dan kerja sama terhadap dunia perusahaan rintisan (startup), PT MRT Jakarta (Perseroda) meluncurkan Program Akselerator untuk Startup Indonesia bernama MRTJ ACCEL.
Dengan program ini, nantinya selama 20 minggu, perusahaan rintisan terpilih akan memiliki akses kepada ekosistem MRT Jakarta seperti pengguna jasa MRT Jakarta, fasilitas stasiun, ratangga, dan area di kawasan berorientasi transit di sekitar stasiun.
Perusahaan rintisan terpilih juga akan mendapatkan pendampingan dari tim internal PT MRT Jakarta (Perseroda) dan sejumlah pendiri dan pionir perusahaan rintisan dan venture capital. Pendaftaran sendiri dibuka pada Jumat, 16 April 2021 lalu, melalui situs web accel.jakartamrt.co.id.
Tujuan utama program ini adalah menciptakan kerja sama yang menguntungkan bagi perusahaan dan perusahaan rintisan yang terlibat. MRTJ Accel 2021 mengundang perusahaan rintisan yang produknya telah siap dikomersialisasikan untuk mendaftar di program ini.
“Dan selama program tersebut berlangsung, setiap perusahaan rintisan akan mengikuti kegiatan integration dan monetizing perusahaannya,” tutur Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud, dalam keterangannya, dikutip Senin (19/4/2021).
Tentu saja, dengan mengikuti acara ini, perusahaan rintisan tersebut akan mendapatkan banyak keuntungan melalui kolaborasi tersebut. Seperti peluang bisnis baru, peningkatan jumlah pelanggan, peningkatan valuasi dan pendapatan perusahaan, akses ke konsultasi bisnis dan pasar, sinergi bisnis dengan MRT Jakarta dan ekosistemnya, dan kesempatan untuk branding.
“PT MRT Jakarta (Perseroda) sangat mendukung tumbuhnya perusahaan rintisan di Indonesia. Oleh karena itu, kami membuka diri untuk kerja sama dan kolaborasi dengan anak muda Indonesia yang dapat menyediakan produk atau jasa yang dapat dinikmati oleh setiap pengguna jasa MRT Jakarta,” katanya.
Setiap perusahaan rintisan yang bergabung, lanjut Farchad, akan mendapatkan kesempatan bisnis baru dan akses terhadap ekosistem MRT Jakarta. “Saya berharap lebih banyak lagi perusahaan rintisan yang tertarik bekerja sama dengan MRT Jakarta ke depannya,” ungkapnya.
Sejumlah persyaratan bagi perusahaan rintisan yang berminat dalam program ini, antara lain seperti perusahaan sudah memiliki produk yang beroperasi di Indonesia dan ingin mengakselerasi bisnis mereka.
Kemudian, memenuhi syarat entitas lembaga (TDP, SIUPP, NPWP), warga negara Indonesia (yang dibuktikan dengan KTP), diutamakan yang sudah memiliki beberapa klien atau pelanggan, memiliki roadmap yang jelas untuk meningkatkan bisnisnya, memiliki tim yang baik dengan rekam jejak yang sudah dibuktikan, diutamakan untuk sektor healthcare, logistic, dan edutech.
“Jadi, pihak MRT Jakarta tetap membuka kesempatan bagi semua sektor usaha untuk dapat bekerja sama dengan MRT Jakarta,” tandas Farchad.
FOTO: Istimewa
