Jakarta, TopBusiness – PT Great Eastern Life Indonesia terus mengembangkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) multicurrency untuk menjawab kebutuhan perencanaan keuangan nasabah yang semakin beragam.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui GREAT Investlink Protection, produk PAYDI yang mengombinasikan perlindungan jiwa dengan pilihan dana investasi dan mata uang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan finansial, jangka waktu, serta profil risiko nasabah.
Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia Nina Ong mengatakan, kebutuhan finansial nasabah terus berkembang seiring perjalanan hidup. Setelah aset mulai terbentuk, kebutuhan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana aset dikelola secara lebih terencana dan terdiversifikasi.
“Melalui GREAT Investlink Protection, kami menghadirkan fleksibilitas yang lebih luas melalui pilihan strategi investasi, Dana Investasi, dan mata uang, dengan tetap menghadirkan perlindungan jiwa sebagai bagian penting dari perencanaan keuangan jangka panjang,” kata Nina.
GREAT Investlink Protection pertama kali dipasarkan pada Maret 2023 dengan pilihan mata uang rupiah. Produk tersebut kemudian diperluas dengan pilihan dolar AS (USD) pada Desember 2025 dan dolar Singapura (SGD) pada Mei 2026.
Dengan penambahan pilihan SGD, Great Eastern Life Indonesia menyebut GREAT Investlink Protection menjadi produk PAYDI dengan pilihan mata uang SGD pertama di pasar Indonesia.
Pengembangan produk tersebut mendapat respons positif dari nasabah. Dalam waktu kurang dari empat bulan sejak pilihan SGD diperkenalkan, GREAT Investlink Protection pada Agustus 2026 telah menjadi produk dengan kontribusi terbesar terhadap produksi bancassurance Great Eastern Life Indonesia.
Kontribusinya tercatat lebih dari 50 persen terhadap total produksi bancassurance perusahaan secara year-to-date (YTD).
“Respons terhadap GREAT Investlink Protection sangat positif. Hingga Agustus 2026, kontribusinya telah mencapai lebih dari separuh produksi bancassurance kami, menegaskan bahwa nasabah semakin membutuhkan solusi yang dapat disesuaikan dengan berbagai tujuan finansial,” ujar Nina.
Menurut dia, perluasan pilihan mata uang dan strategi investasi memberikan ruang yang lebih besar bagi nasabah untuk menyusun perencanaan keuangan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, dengan tetap mempertahankan fungsi utama asuransi sebagai perlindungan.
Perkembangan produk PAYDI tersebut juga berlangsung di tengah pertumbuhan industri asuransi jiwa. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pendapatan premi PAYDI atau unit link pada semester I 2026 tumbuh 10,3 persen menjadi Rp35,73 triliun.
Premi bisnis baru PAYDI juga meningkat 34,5 persen menjadi Rp19,78 triliun. Sementara itu, pendapatan premi tunggal tumbuh 26,3 persen menjadi Rp40,76 triliun.
Bancassurance masih menjadi kanal distribusi terbesar dengan pendapatan premi Rp41,58 triliun atau tumbuh 17,9 persen.
Dari sisi pilihan investasi, GREAT Investlink Protection menyediakan sejumlah dana investasi dengan karakteristik berbeda. Untuk mata uang USD tersedia GreatLink USD Fixed Income Fund yang berfokus pada instrumen pendapatan tetap serta GreatLink USD Pioneer Equity Fund yang berfokus pada efek ekuitas global.
Sementara untuk mata uang SGD, tersedia GreatLink SGD Multi Assets Growth Fund, GreatLink SGD Multi Assets Income Fund, dan GreatLink SGD Money Market Fund.
GreatLink SGD Multi Assets Growth Fund mengombinasikan investasi pada ekuitas, obligasi, dan pasar uang. GreatLink SGD Multi Assets Income Fund juga mengombinasikan ketiga instrumen tersebut serta memiliki fitur potensi pembagian hasil investasi. Adapun GreatLink SGD Money Market Fund berfokus pada instrumen pasar uang.
Produk tersebut dipasarkan melalui jalur bancassurance di OCBC dengan skema pembayaran premi tunggal.
Wealth Management and Funding Product OCBC Vonny Wibowo mengatakan, pengelolaan kekayaan tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aset, tetapi juga perlindungan dan diversifikasi.
“Bagi OCBC, wealth management adalah tentang mengembangkan sekaligus melindungi kekayaan secara berkesinambungan. GREAT Investlink Protection memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk mendiversifikasi investasinya, termasuk melalui pilihan mata uang asing,” ujar Vonny.
Sebagai produk PAYDI, GREAT Investlink Protection menawarkan sejumlah manfaat, antara lain alokasi premi 100 persen sejak polis aktif ke dana investasi sesuai pilihan nasabah, bonus loyalitas 1 persen pada akhir tahun polis ke-3 sesuai syarat dan ketentuan, serta fasilitas top up tunggal tambahan dengan alokasi premi 100 persen.
Produk ini juga menyediakan guaranteed acceptance tanpa pemeriksaan kesehatan dan tanpa masa tunggu sesuai ketentuan produk, serta perlindungan jiwa hingga tertanggung berusia 99 tahun sesuai ketentuan polis.
Namun, sebagai produk PAYDI, nilai investasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan mengikuti kinerja dana investasi yang dipilih. Karena itu, nasabah perlu memahami manfaat, risiko, karakteristik dana investasi, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan dan profil risiko sebelum mengambil keputusan.
Perkembangan tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian nasional yang tetap tumbuh. BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II 2026, sementara secara kumulatif pertumbuhan ekonomi semester I 2026 mencapai 5,45 persen.
