Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG pada hari Selasa (29/09) ditutup melemah pada level 6,121.7 (-0.43%). Pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor Technology (-3.37%) dan Properties & Real Estate (-1.31%).
Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp 536.7 Miliar di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti: BMRI, TLKM, BBCA, PTBA, dan ADRO.
Sentimen negatif disebabkan oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi yang sempat menembus level genting Rp18.000/US$ serta ketidakpastian penyelesaian konflik AS dan Iran.
Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk doji (reversal pattern), di bawah MA5, indikator Stochastic golden cross pada area deep oversold.
“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami penguatan. Berikut saham pilihan hari ini: TPIA, UNVR, BNBR, dan VKTR.
Sementara itu, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah. Sentimen negatif disebabkan oleh kenaikan Yield US Treasury tenor 30 tahun hingga 5,62 persen, level tertinggi sejak Juni 2002.
Adapun untuk yield hasil US Treasury tenor 10 tahun meningkat menjadi 5,29 persen, level tertinggi sejak Juni 2007.
MARKET OUTLOOK
Pada pagi ini (saat laporan ini dibuat), mayoritas indeks menguat. Seperti Indeks Nikkei225 menguat +1.22% dan Indeks Kospi menguat +0.78%.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6,053 dan resistance pada level 6,202 dengan kecenderungan menguat,” tandas dia.
Berikut saham pilihan hari ini:

