Momogi Group menerapkan smart system dalam penanganan sumber daya manusia atau Human Capital Management System (HCMS) untuk mentransformasi tata kelola sumber daya manusia (SDM) mereka dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi. Selain sistem pengelolaan yang makin solid dan efisien, langkah ini juga memberikan dampak signifikan pada peningkatan operasional dan kinerja bisnis perusahaan secara berkelanjutan.
Jakarta, TopBusiness – Transformasi digital di bidang human capital terus berkembang dari sekadar digitalisasi administrasi menuju pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat untuk pertumbuhan bisnis. Hal itu pula yang dilakukan Momogi Group dengan membangun ekosistem human capital berbasis data, digital, dan AI.
Melalui transformasi manajemen SDM dan strategi digitalisasi dengan AI ini, Momogi Group kian berhasil memosisikan Divisi HR sebagai motor atau penggerak strategi bisnis (strategy driver) dengan capaian kinerja yang terus meningkat secara signifikan. Integrasi AI dalam HCMS di Momogi Group, di antaranya berhasil membantu menyederhanakan birokrasi internal, mempercepat respons terhadap kebutuhan karyawan, serta memastikan manajemen human capital berjalan lebih modern dan berbasis data.
“Transformasi juga diarahkan pada pengembangan kapabilitas karyawan. Dalam hal ini, Momogi Group membangun platform pembelajaran internal (learning system) berbasis AI yang menyediakan perpustakaan video dan materi pembelajaran yang dibisa diakses oleh para karyawan secara online. Sehingga memudahkan mereka mendapatkan data dan informasi pembelajaran yang bisa mendukung kapabilitas dan skill mereka, sesuai bidang dan tugas pekerjaan masing-masing,” ungkap Vice President Human Resources and General Affairs (VP HRGA) Momogi Group, Marella Angela, dalam wwancara penjurian “TOP Human Capital Aeards 2026” secara daring pada Selasa (29/09/2026), yang dihelat oleh Majalah TopBusiness.
Terus hadirkan inovasi dalam pengelolaan SDM atau Human Capital Management System (HCMS) secara dinamis (agility), Momogi Group tahun ini untuk kedua kalinya kembali masuk nominasi mengikuti ajang penjurian untuk penghargaan “Top Human Capital Awards 2026”. Di ajang corporate rating bidang HC ini, Tim HR Momogi mengusung materi presentasi berjudul “Transformasi Human Capital Melalui AI & Digitalisasi”.
Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan Tim dari HR Momogi Group: Vice President Human Resources and General Affairs (VP HRGA) Momogi Group- Marella Angela, Sr. HRBP Manager, Fihri Andika, serta Organization Development & talent Management-Dian Kumalasari. Sedangkan juri penilai terdiri, DR. Melani K Harriman (Melani K Harriman & Associate), Dwinda Ruslan (Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro-Pakem), yang dimoderatori oleh Ahmad Chury, Managing Editor ItWorks.id (MSI Group).
Momogi Group selama lebih selama lebih dari 25 tahun perjalanannya, telah menjadi industri makanan ringan di Indonesia yang inovatif dengan cita rasa dan merek-merek terpercaya. Produsen makanan ringan yang awalnya dikenal sebagai bagian dari Sari Murni Group, telah melakukan transformasi identitas korporasi menjadi Momogi Group. Perusahaan terus memperluas jangkauan ke segmen baru, menghadirkan inovasi seperti lini mi instan premium dan lainnya.
Seiring dengan dinamika perubahan dan kemajuan perusahaan , SDM yang ada juga terus ditingkatkan. Bagi Momogi, Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset paling berharga sekaligus motor penggerak utama dalam menghadapi dinamika perubahan dan kemajuan suatu perusahaan. “Dengan menyelaraskan tuntutan kemajuan perusahaan dan peningkatan kualitas SDM, perusahaan tidak hanya akan bertahan dalam ketatnya persaingan bisnis, tetapi juga mampu menciptakan daya saing yang berkelanjutan. Karena itu, juga rutin melakukan Training & Development bagi semua jajaran SDM, baik pelatihan teknis (hard skills) maupun keterampilan interpersonal (soft skills) secara berkala. Termasuk menyediakan media pembelajaran melalui sistem aplikasi digital,” ungkap Dian Kumalasari, menambahkan.
Dalam diskusi pendalaman dengan tim Juri terungkap bahwa Momogi Group yang memiliki jaringan operasional di lebih dari 30 area di Indonesia, juga menghadapi tantangan pengelolaan SDM yang tersebar dan beragam. Mulai dari perbedaan karakteristik wilayah, generasi, tingkat Pendidikan, hingga kemampuan digital karyawan. “Kondisi tersebut mendorong HR untuk membangun proses yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi,” ujarnya.
Dalam hal ini, Marella menjelaskan, transformasi HR Momogi Group dibangun melalui dua pilar utama, yakni analitik data untuk pengambilan keputusan serta adopsi AI dan digital. Melalui pendekatan tersebut, data tenaga kerja diarahkan menjadi dashboard yang dapat memberikan informasi secara lebih cepat dan mendukung keputusan berbasis bukti.
Dalam materi yang dipaparkan, Momogi Group menyebut telah memiliki empat inisiatif HR berbasis AI, sementara proses HR yang diklaim telah berbasis AI mencapai 99 persen. Selain itu, seluruh pimpinan divisi telah menggunakan KPI terkait optimalisasi AI sebagai bagian dari standar kinerja.
31 Inisiatif AI di Fungsi HR
Pengembangan AI tidak berhenti pada satu aplikasi. Momogi Group memaparkan 31 inisiatif AI yang tersebar di berbagai fungsi HR, mulai dari HR Operations, Talent Acquisition, HR Strategic hingga Facility Management.
Sejumlah inisiatif tersebut antara lain AskMowgi sebagai chatbot HR, DeepTalent untuk perekrutan berbasis AI, Auto-Reminder, Recruitment Hub, IDMS, serta Zero-Manual untuk mendukung otomatisasi berbagai proses HR. Secara keseluruhan, perusahaan juga mengembangkan 11 proyek digital strategis yang menghubungkan fungsi human capital dengan kebutuhan operasional bisnis.
Salah satu implementasi yang menarik adalah People Analytics. Melalui platform tersebut, pimpinan dapat memperoleh gambaran mengenai demografi karyawan, turnover, produktivitas, kebutuhan tenaga kerja, hingga perbandingan kinerja antarunit.
Platform ini juga dirancang untuk menghasilkan laporan secara otomatis dan memungkinkan pimpinan mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa alami untuk mendapatkan analisis kuantitatif serta rekomendasi strategis. Dengan demikian, HR tidak lagi hanya menyajikan data, tetapi mulai berperan sebagai penyedia insight untuk mendukung keputusan bisnis.
AI Masuk ke Rekrutmen
Dian Kumalasari menyatakan, pada sisi talent acquisition, Momogi Group mengembangkan AI Recruitment Hub dan DeepTalent untuk mengatasi persoalan data rekrutmen yang sebelumnya tersebar di berbagai portal, formulir, penyimpanan dokumen, maupun kanal komunikasi.
Melalui Recruitment Hub, data kandidat dikonsolidasikan dalam satu basis data. Sementara DeepTalent digunakan untuk mencocokkan deskripsi pekerjaan dengan kompetensi kandidat, melakukan pencarian kandidat, memberikan skor kesesuaian, hingga mengintegrasikan kandidat ke dalam pipeline rekrutmen.
Perusahaan juga mengembangkan CV Smart Screener berbasis AI yang dapat membaca teks, dokumen, hasil pemindaian maupun foto CV. Sistem kemudian mengekstrak informasi kandidat dan memberikan skor berdasarkan kriteria yang telah ditentukan untuk membantu proses penyaringan awal.
Menariknya, materi tersebut juga mencantumkan aturan knockout dan penilaian yang mengabaikan faktor seperti usia, gender, agama, dan status pernikahan dalam proses penyaringan, sebagai bagian dari pendekatan penilaian yang disebut lebih objektif.
Efisiensi Menuju Dampak Bisnis
Sementara itu, Fihri Andika menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi juga diarahkan pada efisiensi proses administrasi. Salah satu contohnya adalah dashboard kontrak dan masa probation yang memungkinkan HR memantau proses evaluasi secara real-time, sekaligus mengirimkan pengingat otomatis kepada manajer.
Dalam materi presentasi, sistem tersebut diproyeksikan menghemat sekitar lima jam per bulan bagi setiap anggota HR, melalui pengurangan pekerjaan manual dalam pemantauan tenggat, pengiriman email evaluasi, dan tindak lanjut.
Di luar fungsi HR secara langsung, Momogi Group juga mengembangkan sejumlah aplikasi untuk mendukung operasional. Di antaranya AI Validasi Klaim Mobilitas Penjualan, Depo Monitoring System, serta Vehicle Management Dashboard.
AI Validasi Klaim, misalnya, menggunakan teknologi OCR untuk membaca angka odometer dari foto, menghitung jarak perjalanan, memberikan skor kepercayaan, dan menghitung estimasi klaim secara otomatis. Sementara Vehicle Management Dashboard menyatukan data kendaraan lintas grup, termasuk status unit, lokasi, pengguna, vendor, kontrak, hingga histori perubahan data.
Transformasi juga diarahkan pada pengembangan kapabilitas karyawan. Momogi Group membangun platform pembelajaran internal berbasis AI yang menyediakan perpustakaan video dan materi pembelajaran mikro.
Dalam satu bulan terakhir yang dipaparkan, platform tersebut mencatat 816 jam pembelajaran, terdiri dari 83 video, 78 konten AI-generated dan 26 topik. Platform dirancang untuk memperluas akses pelatihan ke lebih dari 30 area operasional dengan materi yang dapat diperbarui sesuai kebutuhan.
Untuk memperkuat layanan HR kepada karyawan, Momogi Group juga mengembangkan AskMowgi, chatbot HR berbasis AI. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi terkait kebijakan dan prosedur HR secara self-service, kemudian melakukan eskalasi kepada agen HR maupun HR subject matter expert apabila pertanyaan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Beragam inovasi tersebut menunjukkan arah transformasi HR Momogi Group yang tidak lagi hanya berfokus pada pengelolaan administrasi tenaga kerja. Teknologi dan AI mulai ditempatkan sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan, pengembangan talenta, peningkatan produktivitas, sekaligus penguatan kapabilitas organisasi.
Dengan roadmap HR yang bergerak dari pembangunan fondasi, budaya kinerja, pengembangan talenta, inovasi dan agility, hingga target menjadi tempat kerja pilihan, Momogi Group menempatkan transformasi human capital sebagai bagian dari agenda pertumbuhan perusahaan ke depan.
