TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

HC GrowNext Sukses Ubah Talenta Individu Menjadi Kekuatan Bisnis

Irawan Djoko Nugroho
30 September 2026 | 14:35
rubrik: Event, HC
HC GrowNext Sukses Ubah Talenta Individu Menjadi Kekuatan Bisnis

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — PT Gemilang Ciptakarya (GrowNext Consulting/GrowNext) merupakan perusahaan yang memosisikan diri sebagai mitra organisasi untuk memperkuat kapabilitas kepemimpinan, mempercepat transformasi, dan membangun organisasi yang siap menghadapi masa depan. Strategi ini diperkuat oleh posisinya sebagai trusted Insights Discovery Partner di Indonesia sejak 2018.

Melalui pendekatan tersebut, GrowNext membantu organisasi membangun self-awareness pemimpin, meningkatkan efektivitas tim, memperkuat people engagement, dan mendorong kinerja organisasi. GrowNext bahkan telah mendukung ribuan pemimpin di Indonesia dalam mengembangkan kapabilitas kepemimpinan mereka.

Hal tersebut disampaikan Direktur Aries Rizal Aprianto saat Penjurian TOP HC Awards 2026 yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Hadir pula dalam Penjurian, Prinsipal Consultant Benny Rachmadin, Business Development Danniel Lim, dan Marketing Astrid Luthfiana.

Menurut Aries kembali, strategi bisnis GrowNext berangkat dari keyakinan bahwa transformasi yang berhasil dimulai dari manusia. Dan untuk semakin memperkuat strategi bisnis yang bergerak dari keahlian individual menuju ekosistem konsultan, fasilitator, dan coach yang dapat dikembangkan secara lebih luas tersebut, GrowNext kemudian mengembangkan Human Capital Management System (HCMS).

HCMS Jadi Penggerak Kapabilitas Bisnis

Salah satu strategi utama dalam pengembangan HCMS di GrowNext adalah dengan dibangunnya Partner Ecosystem. Ekosistem ini mempertemukan perusahaan dengan berbagai konsultan, fasilitator, coach, dan subject-matter expert yang memiliki keahlian yang melengkapi kompetensi inti perusahaan.

Beberapa keahlian yang dimaksud adalah: soft skills, design thinking, strategic thinking, dan hospitality. Prinsipnya adalah memperkuat apa yang menjadi keunggulan GrowNext sekaligus berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan klien berikutnya.

Selain itu, GrowNext juga mengelolaan potensi dan talenta. Pengelolaan ini dilakukan karena GrowNext tidak hanya melihat ketersediaan tenaga profesional. Perusahaan mempertimbangkan keahlian, pengalaman profesional, sertifikasi, pengalaman menghadapi klien, hingga gaya delivery.

BACA JUGA:   Ini Cara Manajemen Bank Djoko Tingkir Sosialisasikan GRC

Setelah itu, praktisi dipasangkan dengan penugasan yang sesuai. Bagi fasilitator yang masih memiliki pengalaman lebih terbatas, proses pengembangan dilakukan melalui persiapan, observasi, co-facilitation, umpan balik, dan mentoring dari senior principal consultant. Dengan demikian, proses penugasan sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan kapabilitas.

“Pendekatan tersebut juga dilaksanakan untuk menjawab karakteristik tenaga profesional GrowNext yang memiliki pengalaman dan identitas keahlian masing-masing. Perusahaan menyatukan mereka melalui standar bersama dan komitmen yang sama terhadap klien. Ukuran kinerja yang ditekankan adalah kemampuan memberikan pengalaman GrowNext secara konsisten, siapa pun partner yang memimpin suatu engagement,” kata Aries.

Didukung Teknologi dan AI

Untuk memperkuat pelaksanaan HCMS yang ada, GrowNext kemudian menempatkan digitalisasi dan AI sebagai enabler. Di mana, teknologi digunakan untuk membantu para partner bekerja lebih efisien sekaligus mempercepat akses terhadap pengetahuan.

Demikian pula AI dihadirkan untuk dapat mendukung kegiatan riset, persiapan konten, kustomisasi, hingga pekerjaan administratif. Namun demikian, teknologi tidak menggantikan tanggung jawab profesional para konsultan.

“GrowNext tetap menempatkan konsultan sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap konteks, akurasi, etika, serta kualitas rekomendasi yang diberikan kepada klien,” kata Aries.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi tidak diposisikan semata-mata sebagai alat otomatisasi, tetapi sebagai pendukung produktivitas dan kualitas kerja Human Capital. Keahlian manusia tetap menjadi pusat, sementara teknologi dan AI membantu mempercepat pekerjaan yang mendukung proses konsultasi dan pengembangan solusi.

Pengembangan Kompetensi

Salah satu bentuk lain pengembangkan HCMS di perusahaan, GrowNext juga dicatat mengembangkan kompetensi. Pengembangan ini dilakukan melalui kombinasi sertifikasi, pembelajaran, coaching, mentoring, co-facilitation, berbagi pengetahuan, dan umpan balik dari klien.

Dalam kapabilitas Insights Discovery misalnya, sejumlah praktisi GrowNext dicatat memiliki pengalaman sertifikasi yang telah berlangsung sejak 2011. Sementara beberapa praktisi lainnya, memperoleh sertifikasi pada 2025 dan 2026. Hal ini memperlihatkan adanya upaya menjaga sekaligus memperluas kapasitas internal dalam memberikan solusi Insights Discovery.

BACA JUGA:   Adaro Indonesia Paparkan Strategi CSR Berkelanjutan di TOP CSR Awards 2026

Dengan model pengembangan tersebut, membuat aktivitas belajar tidak berhenti pada pelatihan formal. Pembelajaran berlangsung di dalam pekerjaan melalui keterlibatan dalam penugasan, pengamatan terhadap praktisi yang lebih senior, co-facilitation, mentoring, serta evaluasi dan umpan balik.

Pada saat yang sama, Partner Ecosystem menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan.

Dampak HC Bagi Kinerja Bisnis

Pengembangan Human Capital yang dilaksanakan di GrowNext dicatat mampu menghadirkan pertumbuhan kinerja bisnis perusahaan. Headcount misalnya, meningkat dari 3 orang pada 2023 menjadi 4 orang pada 2024 dan 9 orang pada 2025, dengan proyeksi 16 orang pada 2026.

Semua angka tersebut menjadi konteks penting bagi strategi Human Capital GrowNext. Pengembangan kapabilitas tidak berdiri sendiri, tetapi diarahkan untuk memperluas kemampuan perusahaan menangani kebutuhan klien.

Partner Ecosystem memungkinkan GrowNext menangani kebutuhan yang lebih luas, mengelola program yang lebih besar dan berlangsung secara simultan, sekaligus menjaga kualitas delivery.

Dengan demikian, Human Capital menjadi salah satu fondasi bagi upaya membangun bisnis yang lebih scalable dan sustainable.

Pengembangan Human Capital Initiative

Salah satu inisiatif Human Capital yang berhasil dikembangkan GrowNext adalah pembangunan GrowNext Partner Ecosystem. Inisiatif ini lahir dari kebutuhan untuk memperluas keahlian, kapasitas delivery, dan jangkauan pasar tanpa meninggalkan kompetensi inti perusahaan.

GrowNext membangun jaringan mitra yang keahliannya saling melengkapi sehingga perusahaan dapat menciptakan solusi yang lebih luas dan nilai yang lebih besar bagi klien.

“Secara umum, Human Capital yang dikembangkan di GrowNext tidak hanya berbicara mengenai jumlah pegawai. Human Capital mencakup kemampuan menemukan talenta yang tepat, menempatkannya pada penugasan yang tepat, mengembangkan kompetensi melalui pengalaman, membangun kolaborasi, menjaga standar layanan, memanfaatkan teknologi, serta mengubah kapabilitas manusia untuk memberi dampak bisnis berkelanjutan,” pungkas Aries.*

Tags: GrowNextPT Gemilang CiptakaryaTOP Human Capital Awards 2026
Previous Post

Momogi Group Terapkan Smart HCMS dengan Dukungan Teknologi AI dan Digitalisasi

Next Post

Telkom Bangun Ekosistem Keberlanjutan Berbasis Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR