TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PHR Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Jaga Posisi sebagai Produsen Minyak Terbesar RI

Albarsyah
1 October 2026 | 13:10
rubrik: BUMN
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHR Berhasil Produksikan 903 BOPD dari Sumur Pungut di Bengkalis

Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tantangan penurunan produksi dari lapangan minyak dan gas bumi (migas) yang telah memasuki usia matang. Melalui optimalisasi lapangan eksisting, eksplorasi, serta pemanfaatan teknologi, PHR berupaya mempertahankan produksi sekaligus membuka peluang sumber energi baru.

Strategi tersebut menjadi penting mengingat PHR merupakan salah satu kontributor utama produksi migas nasional. Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengungkapkan bahwa total produksi PHR Regional 1 berkontribusi hampir sepertiga terhadap produksi migas nasional.

“PHR itu KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) dengan produksi terbesar. Kalau total produksi seluruh PHR Regional 1, hampir sepertiga produksi migas nasional. Itu menggambarkan betapa strategisnya posisi PHR,” ujar Eviyanti di sela kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi, Akselerasi Kapasitas Publik dalam Pemahaman Kebijakan Energi Nasional dan Isu Strategis serta Cadangan Energi Nasional di Kampus Universitas Jambi, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Rabu (23/9/2026).

Menurut Eviyanti, menjaga keberlanjutan produksi menjadi tantangan tersendiri ketika kebutuhan energi terus meningkat, sementara produktivitas sejumlah lapangan migas mengalami penurunan secara alamiah seiring bertambahnya usia reservoir.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, PHR menerapkan strategi berlapis dengan memprioritaskan pemeliharaan produksi dasar atau baseline production dari lapangan yang telah beroperasi. Upaya ini dilakukan agar laju penurunan produksi dapat ditekan, sembari mencari peluang produksi baru melalui eksplorasi dan penerapan teknologi.

“Yang utamanya adalah maintain baseline, bagaimana yang sudah ada ini kalaupun turun, decline-nya tidak jauh. Kalau bisa kita maintain tidak turun, kalaupun turun sedikit,” katanya.

Teknologi dan Eksplorasi Jadi Andalan Jaga Produksi

PHR tidak hanya mengandalkan sumur-sumur yang telah berproduksi. Perusahaan juga terus mengevaluasi potensi sumber daya berdasarkan data yang tersedia serta melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan yang berpeluang dikembangkan menjadi sumber produksi baru.

BACA JUGA:   Indonesia Jangan Hanya Pasarnya Industrinya Game

Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas lapangan dan mengoptimalkan cadangan yang tersedia. Di Jambi, salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah Puspa Asri, yang diproyeksikan memberikan tambahan produksi bagi Pertamina EP Jambi.

Pengembangan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan produksi migas tidak semata-mata bergantung pada penemuan lapangan baru. Optimalisasi lapangan eksisting, inovasi teknologi, dan efektivitas pengembangan sumber daya juga menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan energi.

Eviyanti menegaskan, keberlanjutan produksi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Kolaborasi diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan operasi, eksplorasi, dan pengembangan wilayah kerja baru agar berlangsung secara aman dan berkelanjutan.

Produksi Naik, Cadangan Penyangga Energi Diperkuat

Di sisi lain, penguatan ketahanan energi nasional tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi. Indonesia juga perlu mengembangkan diversifikasi sumber energi dan memperkuat cadangan penyangga untuk mengurangi kerentanan terhadap gangguan pasokan maupun ketergantungan pada impor.

Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Muhammad Kholid Syeirazi, mengatakan peningkatan produksi energi, baik dari sumber fosil maupun nonfosil, merupakan langkah mendasar untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Untuk meningkatkan ketahanan energi agar kita tidak bergantung kepada impor, tentu saja kita harus menambah produksi, baik yang fosil maupun nonfosil. Untuk minyak berarti meningkatkan lifting, begitu juga gas,” ujarnya.

Selain meningkatkan produksi minyak dan gas, diversifikasi energi juga didorong melalui pengembangan biodiesel dan etanol. Biodiesel diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, sedangkan etanol dikembangkan sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan bensin.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah penerapan biodiesel B50. Namun, peningkatan bauran biodiesel harus diimbangi dengan kesiapan kapasitas produksi dan ketersediaan bahan baku atau feedstock.

Kholid menilai peningkatan produktivitas perkebunan menjadi salah satu opsi untuk menjamin pasokan bahan baku, sehingga kebutuhan biodiesel dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada perluasan lahan secara signifikan.

BACA JUGA:   Konsisten Beri Dampak, PHR Regional 1 Hadirkan Program CSR Berkelanjutan untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

“Tantangannya masih sangat besar. Produksi kita terus naik, tetapi jangan sampai kemudian B50 ini kekurangan feedstock. Kita harus memastikan target produksi untuk menopang B50 itu cukup,” katanya.

Ia menambahkan, kebijakan energi harus mempertimbangkan keseimbangan antara peningkatan produksi, keberlanjutan lingkungan, dan kepentingan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, upaya mengurangi ketergantungan impor tetap berjalan seiring dengan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

DEN juga mendorong percepatan pembentukan cadangan penyangga energi nasional. Cadangan ini berbeda dengan cadangan operasional yang disiapkan badan usaha untuk mendukung kegiatan sehari-hari.

Kholid menyebut target cadangan penyangga energi setara 30 hari impor ditetapkan untuk dicapai hingga 2035. Untuk merealisasikannya, pembangunan cadangan dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari lima hingga 10 hari sebelum ditingkatkan menuju target yang lebih besar.

“Cadangan penyangga energi itu kalau bisa sampai 30 hari setara impor. Itu diberi waktu sampai 2035. Mudah-mudahan kita mengejar. Tetapi dalam waktu dekat, paling tidak sebelum bisa 30 hari, lima hari dulu atau 10 hari dulu. Secara bertahap kita bisa sampai 30 hari, idealnya 60 hari, lebih-lebih bisa 90 hari,” ujarnya.

Jambi Punya Peran Strategis dalam Ketahanan Energi

Sebagai salah satu daerah yang memiliki beragam sumber daya energi, Jambi dinilai mempunyai posisi strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Potensi tersebut mencakup minyak dan gas bumi, batu bara, biomassa, hingga komoditas perkebunan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku energi.

Namun, besarnya potensi sumber daya harus diikuti dengan kemampuan memenuhi kebutuhan energi masyarakat setempat. Daerah penghasil energi diharapkan tidak hanya memasok wilayah lain, tetapi juga memperoleh jaminan ketersediaan energi untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakatnya.

“Jangan sampai tikus mati di lumbung padi. Jangan sampai Jambi yang kaya energi ini kemudian justru kurang pasok energi. Kita harus pastikan daerah-daerah penghasil energi menyumbang daerah lain, tetapi jangan sampai kebutuhannya sendiri tidak tercukupi,” kata Kholid.

BACA JUGA:   Volume Lalu Lintas Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2023 di JTTS

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pemerataan distribusi energi. Keberadaan sumber daya alam di suatu daerah perlu diikuti infrastruktur distribusi dan sistem pasokan yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.

Dengan demikian, keberhasilan penguatan ketahanan energi tidak hanya diukur dari besarnya produksi nasional, tetapi juga dari kemampuan menjaga kontinuitas pasokan dan memenuhi kebutuhan energi di berbagai wilayah.

Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Inovasi Energi

Kolaborasi lintas sektor turut menjadi perhatian dalam upaya memperkuat ketahanan energi. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting melalui penelitian, pengembangan sumber daya manusia, dan penyediaan kajian ilmiah yang dapat menjawab kebutuhan industri serta pemerintah.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jambi, Hafrida, mengatakan kolaborasi dengan pemangku kepentingan sektor energi menjadi salah satu strategi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional.

“Perguruan tinggi punya fungsi terutama penelitian. Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan satu strategi yang cukup penting dalam rangka mewujudkan kebutuhan-kebutuhan energi,” ujarnya.

Universitas Jambi memiliki potensi akademik melalui Fakultas Sains dan Teknologi serta sejumlah pusat studi yang dapat dikembangkan untuk mendukung riset di bidang energi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara nyata, mulai dari peningkatan efisiensi produksi hingga pengembangan sumber energi alternatif.

Pada akhirnya, penguatan ketahanan energi Indonesia membutuhkan strategi yang saling terintegrasi. Peningkatan produksi migas, optimalisasi teknologi, eksplorasi sumber daya baru, diversifikasi energi, penguatan cadangan penyangga, serta ketersediaan bahan baku harus berjalan beriringan.

Bagi PHR, menjaga produksi bukan sekadar mempertahankan kinerja perusahaan, melainkan juga bagian dari upaya mendukung pasokan energi nasional. Sementara bagi Jambi, tantangannya adalah mengoptimalkan kekayaan sumber daya energi secara berkelanjutan agar mampu berkontribusi bagi kebutuhan nasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat daerah penghasil.

Tags: PHR
Previous Post

BSI Siapkan Rights Issue Rp 3,4 Triliun untuk Perkuat Modal dan Ekspansi

Next Post

PTBA Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Genjot Hilirisasi dan Energi Alternatif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR