TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi Koreksi ke Area 5.850-5.911

Agus Haryanto
5 October 2026 | 07:42
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi investasi reksa dana. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,46% ke level 6.036 pada perdagangan terakhir, dengan dukungan volume transaksi yang tinggi. Namun, secara mingguan IHSG masih terkoreksi 3,28% dan telah bergerak di bawah MA20 weekly.

MNCS memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave c dari wave (y). Investor perlu mencermati potensi area koreksi IHSG yang diperkirakan berada pada rentang 5.850-5.911.

IHSG memiliki level support di 5.949 dan 5.872, sedangkan resistance berada di 6.187 dan 6.297.

Sementara itu, sejumlah saham menjadi perhatian MNCS untuk strategi perdagangan hari ini, yakni DOOH, GGRM, ISAT, dan NCKL.

DOOH – Buy on Weakness

Saham DOOH menguat 5,78% ke Rp366 dan disertai dengan volume perdagangan yang tinggi. Namun, penguatan saham tersebut masih tertahan oleh MA20.

MNCS memperkirakan posisi DOOH saat ini berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B]. Strategi yang direkomendasikan adalah Buy on Weakness pada area Rp354-Rp364.

Target harga DOOH berada di Rp410 dan Rp428, dengan stoploss apabila harga bergerak di bawah Rp340.

GGRM – Trading Buy

Saham GGRM menguat 1,96% ke Rp16.900 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama GGRM masih mampu bertahan di atas level Rp16.575 sebagai batas stoploss, posisi saham tersebut diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave (b) dari wave [y].

MNCS merekomendasikan strategi Trading Buy pada kisaran Rp16.675-Rp16.850. Target harga berada di Rp17.575 dan Rp18.250, sedangkan stoploss ditetapkan apabila harga turun di bawah Rp16.575.

ISAT – Buy on Weakness

Saham ISAT terkoreksi 0,44% ke Rp2.250 dan disertai munculnya tekanan jual. Meski demikian, pergerakan saham masih mampu bertahan di atas MA60.

BACA JUGA:   IHSG Terdongkrak 0,16 Persen

MNCS memperkirakan posisi ISAT saat ini berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b]. Strategi yang direkomendasikan adalah Buy on Weakness pada area Rp2.110-Rp2.180.

Target harga ISAT berada di Rp2.400 dan Rp2.480, dengan stoploss apabila harga bergerak di bawah Rp2.050.

NCKL – Buy on Weakness

Saham NCKL terkoreksi 1,74% ke Rp845 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. MNCS memperkirakan posisi NCKL saat ini berada pada bagian dari wave C dari wave (B).

Strategi yang direkomendasikan adalah Buy on Weakness pada area Rp795-Rp840. Target harga berada di Rp880 dan Rp905, sedangkan stoploss ditetapkan apabila harga bergerak di bawah Rp785.

Dengan kondisi IHSG yang masih berada di bawah MA20 weekly serta potensi koreksi menuju area 5.850-5.911, investor disarankan tetap mencermati level support dan resistance serta menerapkan manajemen risiko dalam setiap transaksi.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Warga Terdampak Kekeringan di Pulau Palue, NTT, Terlayani Air Bersih

Next Post

Data Tenaga Kerja AS ‘Kelas Tempe’ Maka Ini Rekomendasi Saham Pekan Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR